BATAM, (SOROT1.ID) — Malam penuh kebanggaan menyelimuti insan olahraga Kota Batam. Pemerintah Kota (Pemko) Batam secara resmi memberikan apresiasi dan menggelontorkan dana pembinaan total senilai Rp823 juta kepada para atlet, pelatih, serta manajer olahraga berprestasi yang telah berjuang membawa nama harum daerah pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) X Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Tahun 2026.
Acara akbar bertajuk Malam Apresiasi Olahragawan, Pelatih, dan Manajer Olahraga Berprestasi Kota Batam ini dihelat secara meriah di Hotel Harmoni One, Batam Centre, pada Sabtu (29/8/2026) malam. Kehadiran sekitar 850 tamu undangan memeriahkan jalannya malam penganugerahan tersebut.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, hadir langsung didampingi Sekretaris Daerah Kota Batam Firmansyah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemko Batam.
Evaluasi Kinerja dan Dorongan Sportivitas
Dalam arahannya di hadapan ratusan insan olahraga, Wali Kota Amsakar Achmad menyampaikan rasa bangga atas dedikasi dan perjuangan seluruh anggota Kontingen Kota Batam yang berkekuatan 231 orang—terdiri dari 171 atlet, 18 pelatih, 10 manajer/ofisial cabor, dan 14 ofisial kota. Berlaga pada 10 cabang olahraga di Tanjung Balai Karimun pada 2–18 Juli 2026 lalu, Kontingen Batam sukses mengantongi total 94 medali (23 emas, 34 perak, dan 37 perunggu).
Meskipun pada perhelatan kali ini Kontingen Batam harus puas menempati posisi runner-up dan menghentikan rekor juara umum yang dipegang selama delapan tahun berturut-turut, Amsakar mengajak seluruh jajaran untuk menerima hasil tersebut dengan semangat sportivitas yang tinggi.
“Kota Batam menempati posisi runner-up pada Popda X Kepri kali ini. Meski kita unggul dari segi jumlah sekolah, kelengkapan fasilitas, hingga kuantitas atlet, kita harus tetap sportif menerima hasil ini,” ujar Amsakar.
Sebagai langkah strategis ke depan, Amsakar telah menginstruksikan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Dinas Pendidikan (Disdik), serta jajaran Sekda Batam untuk segera melakukan evaluasi taktis secara menyeluruh. Pembenahan sistem pembinaan atlet pelajar dinilai krusial agar Batam dapat kembali merebut takhta juara umum pada ajang Popda di masa mendatang.
Sinergitas Pembangunan SDM dan Prestasi Daerah
Amsakar juga menekankan bahwa prestasi di arena olahraga tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian integral dari pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Capaian di bidang olahraga ini berjalan selaras dengan kemajuan sektor pendidikan, peningkatan kesehatan, serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Batam tahun 2025 yang sukses menembus angka 83,8—menjadi yang tertinggi di Provinsi Kepri.
Berbagai torehan positif tersebut semakin diperkuat dengan diraihnya penghargaan kepemimpinan daerah dari iNews TV serta Detik Sumatera Awards 2026 dalam dua hari terakhir. Di penghujung sambutannya, Amsakar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat persatuan.
“Mari kita hentikan narasi kontraproduktif, rasa saling curiga, dan komentar spekulatif tanpa pemahaman komprehensif. Mari bergandengan tangan demi menjaga iklim pembangunan Batam yang makin kondusif,” imbaunya.
Sebaran Medali dan Rincian Bonus Pembinaan
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Batam, Heriman, dalam laporan kegiatannya memaparkan rincian perolehan medali. Cabang olahraga pencak silat menjadi lumbung emas utama dengan 6 medali, diikuti renang (5 emas), bulu tangkis (4 emas), atletik (3 emas), tenis lapangan (2 emas), serta masing-masing 1 medali emas dari bola basket dan bola voli.
Sumbangan medali perak diraih dari cabang renang (11 medali), pencak silat (7 medali), atletik (6 medali), bulu tangkis (4 medali), tenis lapangan (3 medali), serta sepak takraw, bola voli, dan tenis meja masing-masing 1 medali. Adapun 37 medali perunggu disumbangkan oleh cabang renang (13 medali), atletik (9 medali), pencak silat (7 medali), tenis lapangan (4 medali), tenis meja (3 medali), dan sepak takraw (1 medali).
Sebagai wujud apresiasi nyata, dana pembinaan Rp823 juta disalurkan dengan skema bonus perolehan medali. Kategori medali emas diganjar bonus Rp5 juta (perorangan), Rp2,5 juta (ganda), dan Rp1,5 juta (beregu). Peraih medali perak mendapatkan Rp3 juta (perorangan), Rp1,5 juta (ganda), dan Rp1 juta (beregu). Serta peraih medali perunggu menerima Rp2 juta (perorangan), Rp1 juta (ganda), dan Rp750 ribu (beregu).
Editor : Ramadhan


















Komentar