Rotasi Jabatan di Disbudpar Kotim, Rihel Kini Pimpin Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
Pergeseran jabatan di lingkungan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali terjadi. Wim Reinardt Kalawa Benung kembali menjabat posisi sebelumnya, sedangkan posisi Kepala Disbudpar kini dipegang oleh Rihel, mulai Kamis (20/11/2025). Perubahan ini disampaikan setelah pelaksanaan serah terima jabatan (sertijab) yang berlangsung di Kantor Disbudpar Kotim.
Rihel, selain menjadi pelaksana tugas (Plt) Kadisbudpar Kotim, juga masih menjabat sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kotim. Dalam kesempatan tersebut, Rihel menjelaskan bahwa sertijab dilakukan untuk memastikan seluruh program yang belum berjalan dapat segera ditindaklanjuti.
“Hari ini kami melaksanakan serah terima jabatan antara saya dengan Pak Wim. Program-program kegiatan yang belum dijalankan atau belum selesai akan kami lanjutkan,” ujarnya.
Tantangan di Bawah Kepemimpinan Rihel
Rihel menegaskan, pihaknya akan memetakan permasalahan internal yang masih tertinggal di Disbudpar. Ia menyebut, ada sejumlah persoalan yang perlu dirapikan, mulai dari administrasi keuangan hingga kelengkapan berkas dari kegiatan sebelumnya.
“Kemarin SILPA bukan sekadar persentase, tapi jauh di bawah dan masih ada kekurangan yang harus diselesaikan,” katanya.
Menurutnya, beberapa kegiatan strategis harus segera dilaksanakan, termasuk festival Isen Mulang, Modern Habaring Hurung, dan program kerja lainnya. Ia juga menyoroti beberapa aset di bawah kewenangan Disbudpar seperti Pantai Ujung Pandaran, Museum Kayu Sampit, serta kawasan Tumbang Gagu yang memerlukan perhatian serius.
Fokus pada Koordinasi dan Evaluasi
Rihel menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi dengan seluruh bidang di lingkungan Disbudpar. Ia akan meminta laporan dari masing-masing kepala bidang, sekretaris, serta kepala subbagian untuk memastikan apa saja yang sudah dan belum dikerjakan.
“Ini penting supaya dalam melaksanakan tugas tidak ada kesulitan dan kami tahu persis masalah yang ada,” katanya.
Dengan jumlah pegawai sekitar 27 orang, Rihel mengajak seluruh staf untuk merapatkan barisan. Ia juga berencana menggelar rapat internal guna menentukan langkah prioritas menjelang akhir tahun.
“Walaupun kondisi keuangan menipis, kegiatan harus tetap berjalan. Kita usahakan semaksimal mungkin dengan anggaran seminimal mungkin,” tuturnya.
Pengelolaan Pulau Hanibung dan Target Penataan Wisata
Rihel juga menyinggung pengelolaan Pulau Hanibung yang disebut akan menjadi bagian dari kewenangan Disbudpar. Ia mengatakan langkah awalnya adalah menyiapkan tanda pengenal kawasan, seperti spanduk dan papan informasi, sebelum masuk ke tahap perencanaan yang lebih besar.
“Nanti tinggal melihat Hanibung mau dijadikan apa, dan apa saja yang diperlukan,” jelasnya.
Ia berharap seluruh kebijakan yang telah direncanakan sebelumnya dapat dituntaskan dengan baik. Dengan pengelolaan yang terarah dan koordinasi lintas instansi seperti Dinas Perhubungan untuk kebutuhan pelabuhan, Rihel menargetkan penataan destinasi wisata dan kebudayaan di Kotim dapat berjalan lebih optimal.












Komentar