oleh

Margonda Hampir Macet, Pemkot Depok Percepat Flyover

-Berita-28 Dilihat
banner 468x60

Penyebab Kemacetan di Jalan Margonda

Jalan Margonda di Kota Depok mengalami kemacetan yang sudah berlangsung bertahun-tahun. Kondisi ini memicu pemerintah setempat untuk segera menyelesaikan rencana pembangunan flyover sebagai solusi jangka panjang. Saat ini, ruas jalan tersebut berada dalam kategori Level of Service (LoS) Grade E, yang menunjukkan kemacetan berat dan hampir membuat pergerakan kendaraan terhenti selama jam sibuk.

Kemacetan yang terjadi tidak bisa lagi ditangani dengan rekayasa lalu lintas biasa. Oleh karena itu, pembangunan flyover menjadi langkah strategis untuk mengurai kepadatan lalu lintas di titik simpang yang selama ini menjadi masalah utama.

banner 336x280

Kajian Teknis dan Rancangan Flyover

Pembangunan flyover Margonda direncanakan melalui kajian teknis dan finansial yang komprehensif. Dinas Perhubungan bekerja sama dengan konsultan dan lembaga terkait untuk melakukan evaluasi terhadap kondisi jalan dan titik simpang yang memiliki kepadatan tinggi.

Hasil kajian menunjukkan adanya tiga skenario pembangunan flyover, dengan panjang berkisar antara 460 hingga 1.500 meter. Dua dari skenario tersebut akan memecah jalur flyover menuju Jalan Juanda. Rancangan ini dirancang untuk mengurangi kepadatan di simpang tersebut.

Selain itu, rekomendasi juga muncul untuk membangun flyover sisi utara–selatan yang dilengkapi satu kaki menuju Jalan Juanda. Hal ini diharapkan dapat memberikan alternatif perjalanan yang lebih efisien bagi pengguna jalan.

Pendanaan dan Skema Pembiayaan

Dalam kajian pendanaan, Pemkot Depok mempertimbangkan beberapa opsi seperti KPBU (Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha) serta pinjaman daerah. Dinas PUPR menyusun kajian awal terkait kebutuhan konstruksi dan besaran anggarannya.

Setelah menyesuaikan kapasitas fiskal, Pemkot Depok memilih opsi pinjaman daerah melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dengan tenor lima tahun. Bunga pinjaman yang diberikan relatif rendah, sekitar 5,8–6 persen, dan masih mampu ditopang oleh kekuatan fiskal daerah.

Alokasi infrastruktur tetap berada pada koridor ketentuan pemerintah pusat. Selain itu, proyek ini juga akan mendapatkan dukungan dari APBD 2026, dengan sebagian besar anggaran berasal dari pinjaman daerah.

Tahapan Pembangunan dan Target Waktu

Proyek flyover Margonda diperkirakan menelan biaya sekitar Rp 275 miliar dan direncanakan mulai dikerjakan pada 2026. Pemasangan tiang pancang akan dimulai pada April 2026. Sebelumnya, pembangunan di Jalan Enggram akan dilakukan terlebih dahulu untuk mengurangi kemacetan di kawasan Sawangan.

Dalam RAPBD 2026, kebutuhan dana sebesar Rp 275 miliar masuk dalam pembahasan. Dari total tersebut, sebesar Rp 87 miliar akan dibayarkan melalui APBD 2026. Anggaran lainnya akan berasal dari pinjaman daerah, meskipun detail teknisnya masih menunggu keputusan dari Bappeda Kota Depok.

Anggota Komisi C DPRD Depok, Mazhab, menyampaikan bahwa proyek ini harus segera diwujudkan karena kemacetan telah berlangsung belasan tahun tanpa penyelesaian yang signifikan. Ia menegaskan bahwa pembangunan ini bukanlah kebijakan yang dipaksakan, melainkan kebutuhan nyata untuk mengurangi kemacetan dan banjir yang sering terjadi di wilayah tersebut.

Rencana Pengembangan Infrastruktur Lainnya

Selain flyover, Pemkot Depok juga sedang memulai pembangunan di Jalan Enggram sebagai bagian dari upaya mengurangi kemacetan di kawasan Sawangan. Selain itu, pihaknya juga sedang mengkaji teknis rencana pembangunan underpass Citayam.

Dengan berbagai rencana infrastruktur ini, Pemkot Depok berharap dapat meningkatkan kualitas lalu lintas di kota tersebut dan menciptakan kondisi yang lebih nyaman bagi warga.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *