oleh

Prabowo Soroti Kondisi Darurat Banjir Sumatra

-Berita-28 Dilihat
banner 468x60



JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto memberikan respons terkait kemungkinan peningkatan status bencana banjir menjadi darurat nasional, yang diusulkan oleh berbagai pihak. Ia menegaskan bahwa pemerintah pusat terus memantau perkembangan situasi di lapangan secara intensif.

Saat ini, menurutnya, status penanganan bencana banjir di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh masih berada pada tingkat tanggap darurat provinsi. “Kita terus memantau situasi, dan saya kira kondisi saat ini sudah cukup baik,” ujarnya saat melakukan inspeksi langsung ke lokasi korban banjir di Sumatra Utara pada Senin (1/12/2025).

banner 336x280

Setelah mengunjungi beberapa titik yang terdampak banjir di Sumut, Presiden menyampaikan rencananya untuk melanjutkan kunjungan ke Medan dan Aceh. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memastikan kebutuhan warga terdampak terpenuhi.

Di sisi lain, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus bertambah. Pada Senin (1/12/2025), total korban meninggal mencapai 442 jiwa. Kepala BNPB Suharyanto menjelaskan bahwa pemerintah sedang mempercepat tindakan penanganan warga terdampak serta pemulihan wilayah sebagai prioritas utama.

“Total korban meninggal dunia sebanyak 442 orang. Sementara itu, total korban hilang di tiga provinsi mencapai 402 jiwa,” ujar Suharyanto.

Menurut data dari Pos Pendukung Nasional di Tapanuli Utara, jumlah korban meninggal di Sumatera Utara meningkat menjadi 217 orang setelah tim SAR gabungan menemukan beberapa korban yang sebelumnya dinyatakan hilang. Korban tersebar di berbagai daerah seperti Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Pakpak Barat, Kota Padang Sidempuan, Deli Serdang, dan Nias.

Selain itu, sebanyak 209 warga Sumatera Utara dilaporkan masih hilang setelah banyak keluarga menyampaikan laporan kehilangan kepada petugas posko darurat bencana yang ada di masing-masing provinsi.

Suharyanto juga menyebutkan bahwa saat ini tim petugas gabungan sedang menangani pengungsian yang tersebar di berbagai titik. Di antaranya, 3.600 jiwa di Tapanuli Utara, 1.659 jiwa di Tapanuli Tengah, 4.661 jiwa di Tapanuli Selatan, 4.456 jiwa di Kota Sibolga, 2.200 jiwa di Humbang Hasundutan, dan 1.378 jiwa di Mandailing Natal.

Dalam situasi yang sama, jumlah korban meninggal dunia akibat bencana alam di Aceh saat ini tercatat sebanyak 96 jiwa. Adapun, 75 orang masih hilang. Korban tersebut tersebar di 11 kabupaten/kota, termasuk Bener Meriah, Aceh Tengah, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tenggara, Aceh Utara, Aceh Timur, Lhokseumawe, Gayo Lues, Subulussalam, dan Nagan Raya. Total pengungsi mencapai sekitar 62.000 kepala keluarga.

Sementara itu, di Sumatera Barat, jumlah korban meninggal dunia mencapai 129 jiwa. Ada 118 orang yang masih hilang dan 16 lainnya mengalami luka-luka. Korban tersebar di Kabupaten Agam, Kota Padang Panjang, Kota Padang, Padang Pariaman, Tanah Datar, Pasaman Barat, Pasaman, Solok, Kota Solok, serta Pesisir Selatan. Total pengungsi di wilayah ini mencapai 77.918 jiwa.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *