Sorot1.id — Isu pembegalan yang belakangan santer beredar di jagat media sosial Batam akhirnya terbantahkan. Aparat kepolisian memastikan bahwa insiden yang dialami seorang pemuda berinisial F (22) bukan merupakan aksi kriminal jalanan, melainkan kasus penganiayaan akibat perkelahian.
Kapolsek Batu Aji, AKP Bayu Rizki Subagyo, menegaskan bahwa pihaknya harus segera meluruskan informasi ini demi mencegah terjadinya “bola liar” opini di masyarakat yang berpotensi menimbulkan ketakutan berlebihan.
Penjelasan Resmi Pihak Kepolisian
Setelah melakukan kroscek lapangan, AKP Bayu menjelaskan bahwa lokasi kejadian yang ramai dibicarakan netizen tidak sesuai dengan fakta lapangan.
“Kejadiannya bukan di Temiang, melainkan di kawasan Sei Lekop. Karena lokasi tersebut berada di wilayah hukum Polsek Sagulung, kami telah mengarahkan korban untuk melapor ke sana agar dapat ditindaklanjuti oleh Unit Reskrim setempat,” ujar AKP Bayu, Rabu (20/5/2026).
Pihak kepolisian menegaskan bahwa status “begal” yang sempat viral sama sekali tidak sesuai dengan fakta hasil pemeriksaan awal.
Permintaan Maaf Korban
Menyadari dampak negatif dari unggahannya, Fadil (korban) telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada institusi Polri serta masyarakat Batam. Ia mengakui bahwa keputusannya membagikan narasi tanpa fakta telah menciptakan kehebohan yang tidak perlu.
“Saya meminta maaf atas kekhilafan yang saya buat. Saya tidak dibegal, tapi berkelahi. Saya memohon maaf kepada pimpinan kepolisian, baik Bapak Kapolda maupun Bapak Kapolsek, atas kegaduhan ini,” tutur Fadil dalam klarifikasinya.
Pesan Kapolsek: Jangan Asal Viral
Menanggapi fenomena ini, Kapolsek Batu Aji memberikan peringatan keras kepada masyarakat. Ia berharap warga Batam tidak menjadikan media sosial sebagai tempat untuk meluapkan emosi atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
“Cukup ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Jangan mudah menyebarkan narasi yang meresahkan tanpa konfirmasi. Selalu lakukan check and recheck sebelum menekan tombol share. Polisi selalu terbuka untuk menerima laporan yang sebenarnya, bukan informasi yang justru memicu kepanikan warga,” tutupnya. (Zul)
Editor : Ramadhan














Komentar