Sorot1.id — Seiring matahari mulai beranjak tinggi di ufuk Kota Batam, seorang pria berseragam kepolisian tampak melangkah santai menyusuri trotoar yang cukup padat. Ia tidak sedang melakukan operasi penertiban atau pengejaran pelaku kejahatan. Fokusnya justru tertuju pada sebuah gubuk di sudut gang, tempat seorang pemulung sedang beristirahat.
Itulah pemandangan yang kini menjadi pemandangan rutin bagi masyarakat Batam sejak Kombes Pol Eddwi Kurniyanto menjabat sebagai Kabid Propam Polda Kepri pada Maret 2025 lalu.
Menembus Batas Jabatan
Bagi banyak orang, posisi Kabid Propam identik dengan ketegasan, kedisiplinan, dan pengawasan internal yang kaku. Namun, Eddwi memilih untuk mendobrak paradigma tersebut. Lulusan Akpol tahun 2000 ini percaya bahwa pengabdian tidak selalu harus dilakukan di balik meja kerja yang mewah.
“Bagi saya, jabatan adalah amanah untuk melayani. Saat saya bisa duduk di tanah, berbincang dengan warga, dan berbagi, di situlah saya merasa benar-benar menjalankan tugas sebagai pengayom masyarakat,” ujar pria kelahiran tahun 1977 ini saat ditemui di sela-sela aksi sosialnya, Jumat (22/5/2026).
Prestasi Dunia yang Tetap Membumi
Rekam jejak Eddwi bukan kaleng-kaleng. Sebelum bertugas di Kepri, ia dikenal luas karena kepemimpinannya saat menjabat sebagai Kapolres di Probolinggo dan Madiun. Puncaknya, ia dianugerahi Inspiring Professional And Leadership Award 2024 di tingkat Asia, sebuah bukti pengakuan atas kapasitas manajerialnya yang mumpuni.
Meski telah menyandang reputasi internasional, Eddwi tetap menjaga sikap low profile. Ia tidak segan membagikan sendiri nasi liwet, paket sembako, dan santunan kepada mereka yang membutuhkan. Baginya, raihan prestasi tidak ada artinya jika ia kehilangan kedekatan dengan rakyat kecil.
“Rasa syukur adalah kunci dalam kehidupan. Ketika kita bisa berbagi dengan sesama, di situlah nilai kemanusiaan hadir,” tuturnya dengan penuh ketulusan.
Harapan Baru Menuju Hari Bhayangkara ke-80
Aksi “blusukan” yang dilakukan Eddwi tidak hanya sekadar memberi bantuan, tetapi juga membangkitkan harapan. Di tengah tantangan institusi Polri dalam menjaga kepercayaan publik, apa yang dilakukan Eddwi menjadi magnet simpati.
Hendrik, salah seorang warga di Kecamatan Sekupang, mengaku sangat terkesan dengan sosok perwira ini. Menurutnya, kerendahan hati Eddwi adalah cerminan dari semangat kepolisian yang seharusnya.
“Beliau adalah inspirasi. Menjelang Hari Bhayangkara ke-80, langkah Bapak Eddwi mengingatkan kita bahwa Polri adalah bagian dari nadi masyarakat. Beliau menunjukkan bahwa keberanian tidak hanya soal memegang senjata, tapi juga keberanian untuk berbagi dan melayani dengan hati,” ungkap Hendrik.
Melayani dengan Sepenuh Hati
Apa yang dilakukan Eddwi Kurniyanto di Batam kini menjadi semacam oase. Ia membuktikan bahwa jabatan tinggi tidak harus menciptakan jarak. Melalui nasi liwet yang hangat dan obrolan sederhana, ia berhasil memenangkan hati masyarakat.
Kini, setiap kali seragam cokelat dengan pangkat tiga melati itu terlihat berjalan di gang-gang sempit, warga tidak lagi merasa canggung. Mereka melihat sosok pelindung yang hadir, mendengar, dan peduli. Di tangan Eddwi, Polri bukan lagi sekadar institusi penegak hukum, melainkan keluarga besar yang berdiri tegak bersama rakyat dalam suka maupun duka. (Zul)
Editor : Ramadhan














Komentar