Sorot1.id — Pemerintah Kota (Pemko) Batam serius memperkuat peran Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) sebagai garda terdepan layanan kesehatan dasar. Melalui Dinas Kesehatan, Pemko Batam menggelar Sosialisasi Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Posyandu dan Perwako Batam Nomor 39 Tahun 2025 di Glow Hotel, Batu Ampar, Kamis (9/10/2025).
Acara ini juga dirangkai dengan Focus Group Discussion (FGD) bersama Tim Pembina (Pokjanal) Posyandu Kota Batam untuk menyinergikan lintas sektor demi mengoptimalkan layanan kesehatan bagi masyarakat.
Mewakili Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, Pj. Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, membuka kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa Posyandu bukan hanya kegiatan rutin, melainkan wadah pemberdayaan masyarakat yang berperan strategis dalam meningkatkan kualitas hidup warga, mulai dari bayi, ibu hamil, hingga lansia.
“Posyandu adalah garda terdepan pelayanan kesehatan dasar sekaligus wadah partisipasi aktif masyarakat untuk mencegah penyakit dan meningkatkan kualitas hidup,” ujar Firmansyah.
Saat ini, Batam memiliki 574 Posyandu, dengan 428 di antaranya telah menerapkan konsep Integrasi Layanan Primer (ILP). Pelayanan ini didukung oleh 4.018 kader Posyandu yang menjadi ujung tombak di tengah masyarakat.
Firmansyah menekankan bahwa keberhasilan Posyandu diukur dari dampak nyata terhadap kesehatan, seperti menurunnya angka kematian ibu dan anak serta perbaikan status gizi. Oleh karena itu, semua kegiatan harus dievaluasi agar tepat sasaran.
Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) yang memadukan berbagai program kesehatan agar pelayanan lebih efisien dan mudah diakses. Selain itu, pelaksanaan Posyandu harus sejalan dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan menjadi simpul utama layanan dasar pemerintah.
Ia secara khusus menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor.
“Posyandu adalah kerja bersama. Tidak bisa hanya dibebankan pada Dinas Kesehatan. Semua pihak harus terlibat agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Untuk mendukung hal ini, kapasitas kader harus ditingkatkan melalui pelatihan rutin, dan peran Tim Pembina Posyandu (Pokjanal) di semua tingkatan wajib diperkuat.
Menutup arahannya, Firmansyah mengajak peserta, yang terdiri dari Kepala Puskesmas, PKK, dan perangkat daerah terkait, untuk memperkuat komitmen.
“Dari balita hingga lansia, semuanya menjadi perhatian kita bersama. Posyandu adalah pintu pertama menuju masyarakat Batam yang sehat dan sejahtera,” pungkasnya. (Zul)
Redaktur : Ramadan



















Komentar