oleh

Susun Rancangan Reformasi Birokrasi, Menteri PANRB Jamin Manfaat Nyata untuk Rakyat

-Berita-27 Dilihat
banner 468x60

Pendahuluan tentang Reformasi Birokrasi Nasional

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) telah menyelesaikan penyusunan Desain Besar Reformasi Birokrasi Nasional (DBRBN) 2025–2045. Dokumen ini menjadi panduan utama dalam mewujudkan birokrasi yang kolaboratif, kapabel, dan berintegritas. Dalam rangka mengimplementasikannya, Kementerian PANRB juga menyusun Desain Besar Reformasi Birokrasi Bidang Pendayagunaan Aparatur Negara (DBRBB PAN) 2025–2045, yang terus dibahas dan diselaraskan dengan tujuan agar instansi-instansi terkait memiliki arah yang jelas dan proaktif dalam menghadapi perubahan.

banner 336x280

Visi dan Tujuan DBRBN 2025–2045

Dalam FGD Tanggapan dan Masukan Pakar atas rancangan DBRBB PAN 2025–2045 di Jakarta, Menteri Rini menyampaikan bahwa rancangan ini dirancang untuk selaras dengan DBRBN 2025–2045. Tujuannya adalah menjadi acuan bagi Kementerian PANRB dan instansi paguyuban bidang PANRB yang mencakup pelayanan publik, SDM Aparatur, kelembagaan, akuntabilitas, dan transformasi digital. “Rancangan ini bukan hanya memastikan keselarasan antar bidang, namun juga mengikat kinerja dan arah kerja paguyuban PANRB agar reformasi birokrasi berjalan seirama dan berdampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Peran Instansi Terkait dalam Forum Diskusi

Forum diskusi ini menjadi ruang belajar dan penyempurnaan bersama terhadap pandangan dan masukan dari pakar serta instansi paguyuban PANRB seperti Lembaga Administrasi Negara (LAN), Badan Kepegawaian Negara (BKN), serta Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Instansi-instan ini memiliki peran strategis dan pengalaman panjang dalam membangun birokrasi yang tangguh dan adaptif ke depan.

Poin-Poin Utama dalam DBRBB PAN 2025–2045

Menurut laporan Ketua Tim Penyelarasan DBRBB PAN 2025–2045, Tasdik Kinanto, desain ini akan membawa arah baru reformasi birokrasi, mulai dari transformasi digital pemerintah, peningkatan manajemen SDM aparatur, penciptaan kelembagaan dan proses bisnis yang lincah dan kolaboratif, akuntabilitas kinerja dan pengawasan yang efektif hingga pelayanan publik yang lebih berkualitas dan merata.

“DBRBB PAN 2025–2045 ini memastikan keselarasan pada bidang transformasi pelayanan publik, transformasi manajemen ASN, transformasi akuntabilitas dan pengawasan, transformasi kelembagaan dan tata laksana serta transformasi digital pemerintah,” ujarnya.

Kaitan dengan Pertumbuhan Ekonomi Jangka Panjang

Dalam paparannya, Direktur Perencanaan Peningkatan Produktivitas dan Pembangunan Tematik Kementerian PPN/Bappenas Uke Mohammad Hussein menyampaikan bahwa peningkatan Total Factor Productivity (TFP) merupakan kunci pertumbuhan ekonomi jangka panjang dan memiliki korelasi langsung dengan keberhasilan reformasi birokrasi. Ia menekankan bahwa kualitas institusi, efisiensi tata kelola, inovasi, serta profesionalisme aparatur negara menjadi faktor penting dalam mendorong TFP dan menggerakkan transformasi pembangunan.

“Reformasi Birokrasi telah ditempatkan secara strategis dalam RPJPN 2025–2045 sebagai fondasi untuk mewujudkan pemerintahan yang tangkas, berintegritas, dan adaptif, serta diterjemahkan lebih operasional dalam RPJMN 2025–2029 melalui prioritas penguatan kelembagaan, digitalisasi pelayanan publik, deregulasi, dan peningkatan meritokrasi ASN,” ujarnya.

Pandangan dari Akademisi dan Pakar

Lebih lanjut, Ketua Dewan Pakar UI-CSGAR Prof. Eko Prasojo menyampaikan pendapat mengenai DBRBB PAN 2025–2045 yang mencakup berbagai aspek untuk mewujudkan aparatur negara yang profesional, berdaya guna, dan berhasil guna, dalam rangka mencapai tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).

“Dengan adanya DBRBB PAN 2025–2045 ini makin memperkuat operasionalisasi Desain Besar Reformasi Birokrasi Nasional (DBRBN) 2025–2045 guna mewujudkan budaya birokrasi yang berintegritas dan melayani untuk membangun kepercayaan kepada masyarakat dengan guna mendukung Indonesia yang berdaulat, maju, berkeadilan dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Rekomendasi dari Open Government Partnership Global Envoy

Open Government Partnership Global Envoy Yanuar Nugroho turut memberikan rekomendasi dalam penyusunan DBRBB PAN 2025–2045. Ia memaparkan pendekatan foresight yang berfokus pada visi besar mengenai DBRBN 2025–2045.

“Desain besar tidak hanya dilakukan sebatas perencanaan, melainkan juga dapat dinilai efektivitasnya melalui analisis situasional untuk menghubungkan kebijakan dengan situasi nyata, menguji melalui use case. Misalnya digitalisasi layanan publik di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) atau mobilisasi ASN digital,” jelasnya.

Proses Penyempurnaan Rancangan DBRBB PAN

Ke depannya, rancangan DBRBB PAN 2025–2045 akan terus diperbaiki dan disempurnakan untuk mengakomodasi seluruh masukan yang muncul selama proses FGD. Berbagai pandangan konstruktif dari para pakar, akademisi, serta instansi paguyuban PANRB menjadi bagian penting dalam memperkaya substansi desain besar ini, sehingga dokumen final yang dihasilkan tidak hanya komprehensif, tetapi juga responsif terhadap kebutuhan birokrasi masa depan dan tantangan pembangunan nasional.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *