oleh

Kisah Rahim Copot: Dokter Gia Buka Bukti di Ruang Operasi

-Berita-31 Dilihat
banner 468x60

Pengalaman Dokter yang Menangani Kasus Rahim Copot

Seorang dokter, dr Gia Pratama, pernah menangani kasus langka di mana seorang pasien kehilangan rahimnya akibat tindakan tidak tepat dari dukun beranak. Kejadian ini terjadi setelah seorang perempuan melahirkan dengan bantuan dukun tersebut. Menurut keterangan dr Gia, insiden ini terjadi ketika ia sedang bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Slamet, Garut, Jawa Barat.

banner 336x280

Ia mengingat jelas waktu kejadian, yaitu sekitar pukul 02.00 dini hari, ketika seseorang dari keluarga pasien datang membawa kantong kresek hitam. Saat itu, dr Gia menerima panggilan untuk konsultasi. Dari percakapan tersebut, ia mengetahui bahwa isi kantong tersebut adalah rahim sang ibu yang telah terlepas.

Menurut penjelasannya, ada dugaan kuat bahwa tindakan oleh dukun beranak dilakukan secara tidak benar. Setelah bayi lahir, plasenta seharusnya keluar secara alami tanpa intervensi berlebihan. Namun dalam kasus ini, diduga paraji menarik tali pusar secara paksa, yang menyebabkan rahim juga ikut tertarik keluar.

Dr Gia menjelaskan bahwa rahim memiliki kemampuan luar biasa untuk membesar hingga satu kilogram selama kehamilan, lalu kembali ke ukuran semula sekitar 70 gram tanpa kehilangan fungsinya. Hal ini menjadi salah satu hal menarik yang ia bagikan dalam cerita tersebut.

Kisah ini kemudian viral di media sosial, tetapi juga memicu pro dan kontra, terutama dari kalangan dokter dan tenaga kesehatan. Akibatnya, dr Gia diminta untuk menjelaskan kejadian tersebut dalam forum PIT POGI, singkatan dari Pertemuan Ilmiah Tahunan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia.

Bukti Medis yang Mengungkap Kekasihan Rahim

Di tengah keraguan yang muncul, tim medis yang mengetahui kejadian rahim copot 15 tahun silam turut buka suara. Seorang dokter bernama @purnawansenoaji_dr membagikan ulang operasi medis yang dilakukan dr Gia Pratama bersama Dr. dr. FC. Christofani Ekapatria, Sp.OG, Subsp F.E.R. MIGS.

“Izin share ya dok @christoekapatria @giapratamamd, kasus tahun 2010 ya, krowoktomi by dukun, continued with hemostasis/bleeding control by obgyn and team. Luar biasa ya dok, semoga tidak ada regenerasi dukun beranak lagi ya di era sekarang. Biar kasus-kasusnya lurus saja seperti di buku kedokteran biar tidak ada polemik,” tulis dr Purnawan Senoaji.

Dalam foto yang dibagikan, terlihat dr Gia dan dr Christo melakukan tindakan operasi dengan memperhatikan kondisi pasien. Setelah bukti-bukti terungkap ke publik, rekan sejawat dokter yang sempat meragukan dr Gia pun memberikan permintaan maaf secara terbuka.

Penutupan Komunikasi dan Permintaan untuk Edukasi

Dr Gia Pratama mengaku telah menerima permintaan maaf dari rekan-rekan sejawatnya. Ia menulis rasa hormatnya pada dokter spesialis kandungan. Terakhir, melalui akun @giapratamamd, ia meminta agar tidak meninggalkan komentar buruk pada siapa pun.

Dokter yang aktif membagikan kisah di media sosial tersebut juga meminta masyarakat agar tidak melahirkan di bawah bantuan dukun beranak. “Yang terkasih, teman-teman. Semua yang sudah follow saya sejak lama pasti sangat mengerti bahwa saya sangat anti konflik. ‘Kasian dokter Gia pasti sakit hati, tersinggung’, ‘dipertanyakan, direndahkan, diremehkan’. Engga, teman-teman. Jangan pernah berpikir begitu yaa. Sungguh saya baik-baik saja,” ucap dr Gia.

Ia juga memohon kepada semua orang untuk menjaga ruang media sosial tetap teduh dan sehat. “Terima kasih selalu sudah menjaga saya setulus ini. Saya merasa sangat amat dicintai. Ingat #Jangankedukunberanak,” tambahnya.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *