oleh

Makhachev Terlalu Mudah, Juara KO Diminta Mundur dari Sabuk

-Berita-21 Dilihat
banner 468x60



Carlos Prates, petarung kelas welter yang dikenal dengan julukan The Nightmare, kini dianggap sebagai salah satu calon penantang terkuat untuk gelar juara kelas welter UFC. Namun, ada keraguan besar mengenai kemampuannya dalam menghadapi Islam Makhachev, yang baru saja memperoleh kemenangan di UFC 322.



Prates mencatatkan kemenangan ke-18nya dalam bentuk KO saat tampil di kartu utama UFC 322 di Madison Square Garden, New York, pada hari Minggu (16/11/2025). Dalam pertandingan tersebut, ia berhasil meng-KO Leon Edwards di ronde kedua dengan pukulan telak. Kemenangan ini membawa Prates naik ke peringkat kelima dalam ranking UFC kelas welter.

banner 336x280

Setelah pertandingan, Prates menyatakan ketertarikannya untuk memperebutkan sabuk kelas welter yang kini dipegang oleh Islam Makhachev. Makhachev sendiri baru saja naik dari kelas ringan setelah mengalahkan Jack Della Maddalena di acara yang sama.

Namun, mantan petarung UFC, Tyler Jeffrey Dillashaw, memberi peringatan kepada Prates mengenai teknik gulat yang sangat baik milik Makhachev. Dillashaw menilai bahwa teknik gulat Makhachev bisa membuat Prates kesulitan seperti yang terjadi ketika ia dikalahkan oleh Ian Machado Garry di UFC ESPN 66 pada April lalu.

“Mungkin sedikit peningkatan kesadaran bergulat dari Prates akan sangat membantunya,” kata Dillashaw dikutip dari MMA Junkie. “Karena kita bisa melihat celahnya. Ini kelas 170, jadi juaranya sekarang, Islam, akan menghancurkannya,” ujarnya menambahkan.

Dillashaw bahkan menganggap pertarungan antara Prates dan Makhachev terlalu mudah bagi Islam. Menurutnya, Prates lebih baik membuang jauh-jauh pikiran tentang perebutan gelar saat ini. Ia menyarankan Prates untuk meningkatkan kekuatannya terlebih dahulu.

“Itu akan menjadi pertarungan yang mudah,” ujar Dillashaw. “Saya rasa Prates seharusnya tidak memaksakan perebutan gelar saat ini. Teruslah membangun kekuatan bintang karena dia seorang bintang, dia menghibur. Lakukan beberapa pertarungan cerdas karena menurut saya, kita kehilangan kesempatan meraih gelar jika melawan Islam,” jelasnya.

Dari segi mana pun, Dillashaw memprediksi Prates bakal kewalahan meladeni tekanan dari Makhachev. Ia menyarankan Prates untuk menghadapi petarung di atasnya terlebih dahulu seperti Sean Brady, Shavkat Rakhmonov, atau Belal Muhammad. Pertarungan dengan mereka saja sudah membuat Prates kesulitan apalagi melawan Islam.

“Bahkan Sean Brady dan Shavkat (Rakhmonov) pun akan menjadi pertarungan yang sulit baginya (Prates),” ucap Dillashaw. “Siapa pun yang berada di atasnya akan menjadi pertarungan yang sangat sulit baginya. Belal Muhammad (bisa) mengalahkannya (Prates) dalam gulat, Sean Brady juga punya kemampuan grappling yang hebat, dia sangat kuat. Shavkat akan mengalahkannya dalam gulat. Ini sulit,” tutur Dillashaw.

Ia menyarankan Prates untuk menghadapi Joaquin Buckley untuk membuktikan kembali kemampuannya. “Maksud saya, Joaquin Buckley mungkin pertarungan berikutnya. Keduanya menghibur, sama-sama suka menyerang,” pungkas Dillashaw.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *