JAKARTA – PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) secara resmi memulai proses perakitan mobil listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) Toyota bZ4X di pabrik Karawang, Jawa Barat. Proses ini menandai langkah penting dalam upaya Toyota untuk memperkuat kehadiran kendaraan listrik di pasar Indonesia.
Berdasarkan data yang diperoleh dari situs Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri Kementerian Perindustrian (P3DN Kemenperin), tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dari Toyota bZ4X telah mencapai 40%. Angka ini memungkinkan mobil listrik tersebut untuk mendapatkan insentif dari pemerintah, sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 12/2025. Aturan tersebut menyatakan bahwa pabrikan kendaraan listrik berhak menerima insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 10% dari harga jual jika memenuhi TKDN minimum 40%.
Toyota bZ4X merupakan mobil listrik pertama yang dirakit secara lokal oleh TMMIN. Sebelumnya, model ini masih diimpor utuh dari Jepang. Namun, kini produksi lokal akan memungkinkan mobil ini lebih mudah diakses oleh konsumen, serta memastikan ketersediaan suku cadang yang lebih optimal.
Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor (TAM) Hiroyuki Ueda menyampaikan bahwa produksi lokal bZ4X adalah bagian dari strategi Toyota untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik. Selain itu, inisiatif ini juga bertujuan untuk memperkuat industri nasional dan memberdayakan ekonomi lokal.
Beberapa hal yang menjadi fokus dalam pengembangan Toyota bZ4X antara lain:
- Komitmen terhadap lingkungan: Mobil ini diharapkan dapat berkontribusi pada pembangunan masa depan Indonesia yang lebih hijau.
- Penciptaan lapangan kerja: Produksi lokal akan menciptakan peluang kerja baru bagi masyarakat.
- Peningkatan kemandirian teknologi: Proses perakitan lokal akan meningkatkan kemampuan teknologi nasional.
Saat ini, TMMIN telah mendaftarkan sertifikasi TKDN Toyota bZ4X di laman resmi P3DN Kemenperin dengan kode XEAM11R-DWDHQW 4X2 A/T. Mobil ini menggunakan baterai Lithium-ion berkapasitas 73,1 kWh. Harga saat masih diimpor utuh dari Jepang berkisar Rp1,2 miliar. Dengan adanya insentif PPN dari pemerintah, harga mobil ini diperkirakan akan turun.
Toyota menerapkan strategi multi-pathway dalam pengembangan teknologi elektrifikasi. Pendekatan ini memberikan berbagai pilihan seperti:
- Hybrid Electric Vehicle (HEV): Kendaraan yang menggunakan kombinasi mesin bensin dan motor listrik.
- Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV): Kendaraan yang memiliki baterai besar dan dapat diisi daya dari luar.
- Battery Electric Vehicle (BEV): Kendaraan yang sepenuhnya bergerak dengan baterai.
- Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV): Kendaraan yang menggunakan sel bahan bakar hidrogen sebagai sumber energi.
Data Gaikindo menunjukkan bahwa penjualan wholesales Toyota sepanjang 10 bulan 2025 mencapai 202.376 unit dengan pangsa pasar sebesar 31,8%. Sementara itu, penjualan ritel mencapai 209.387 unit pada periode yang sama.
Kontributor utama penjualan Toyota masih didominasi oleh produk MPV dan SUV 7-seater rakitan lokal serta city car. Beberapa model yang paling diminati antara lain:
- Kijang Innova: 49.673 unit
- Avanza dan Veloz: 45.257 unit
- Calya: 25.960 unit
- Rush: 23.325 unit
- Agya: 12.529 unit
Dengan peningkatan produksi lokal dan strategi multi-pathway, Toyota semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu merek otomotif terkemuka di Indonesia.












Komentar