oleh

Fakta Kematian Dosen Untag Terungkap, AKBP Basuki Akui Hubungan, Penemuan Obat di TKP

-Berita-33 Dilihat
banner 468x60

Fakta Kematian DLL, Dosen Untag Semarang yang Ditemukan Meninggal Tanpa Busana

DLL, seorang dosen dari Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tanpa busana di kamar kostel. Kejadian ini terjadi pada Senin (17/11/2025) sore hari. Pihak berwajib menyebutkan bahwa hasil autopsi sementara menunjukkan bahwa korban mengalami pecah jantung akibat aktivitas berlebihan sebelum kematiannya.

Saksi Kunci dalam Kematian DLL

Saat kejadian, AKBP Basuki, Kepala Subdirektorat Pengendalian Massa (Kasubdit Dalmas) Direktorat Samapta Polda Jateng, diketahui berada di kamar yang sama dengan DLL. Hal ini menjadikannya sebagai saksi kunci dalam kasus kematian tersebut. AKBP Basuki juga mengakui memiliki hubungan selama lima tahun dengan korban dan tinggal satu atap dengannya. Namun, keluarga korban mengaku tidak mengetahui hubungan tersebut.

banner 336x280

Hasil Autopsi dan Kondisi Korban

Hasil autopsi yang diterima secara lisan menyatakan bahwa DLL mengalami pecah jantung. Kondisi tersebut disebabkan oleh aktivitas berlebihan sebelum ditemukan meninggal. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun, pihak rumah sakit menyebutkan bahwa korban melakukan aktivitas berat hingga jantungnya pecah. Kerabat korban, Tiwi, mengungkapkan bahwa polisi perlu melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai keberadaan AKBP Basuki di lokasi kejadian bersama korban.

Selain itu, dari rekam medis terakhir, tensi darah DLL mencapai 190 milimeter air raksa dan gula darah 600 miligram per desiliter. Hal ini menunjukkan bahwa korban memiliki kondisi kesehatan yang tidak stabil.

Obat-obatan di Tempat Kejadian Perkara

Penyidik dari Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jateng melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk kedua kalinya pada Sabtu (22/11/2025). Dari olah TKP tersebut, penyidik menemukan obat-obatan di lokasi kejadian. Namun, belum diketahui pasti jenis obat-obatan yang diamankan. Obat-obatan tersebut kini diserahkan ke tim Laboratorium Forensik Polda Jateng untuk diteliti. Selain obat-obatan, polisi juga mengamankan barang lain dari lokasi kejadian.

Hubungan AKBP Basuki dengan DLL

Awalnya, AKBP Basuki membantah memiliki hubungan spesial dengan DLL. Namun, akhirnya ia mengakui hubungan tersebut yang sudah berlangsung selama lima tahun. Hubungan ini dimulai pada tahun 2020 atau sejak pandemi terjadi. Bahkan, nama dosen muda itu sudah dimasukkan ke dalam Kartu Keluarga (KK) dengan status “family lain” bersama istri dan satu anak Basuki.

Pelanggaran Kode Etik oleh AKBP Basuki

AKBP Basuki dikenakan sanksi penahanan selama 20 hari karena melanggar kode etik. Pelanggaran tersebut terkait dengan hubungan asmara antara dirinya dengan DLL meskipun masih berkeluarga. Penahanan tersebut dilakukan oleh Bidpropam Polda Jateng mulai tanggal 19 November hingga 8 Desember 2025.

Peringatan dari Teman dan Kerabat

Salah satu dosen kerabat DLL, Kastubi, mengungkapkan bahwa ia telah memberi peringatan kepada DLL agar lebih berhati-hati dengan pacarnya yang merupakan seorang polisi. Ia mengetahui hubungan dekat antara Levi dan AKBP Basuki sejak awal tahun 2024. Kastubi juga menyampaikan bahwa DLL mengidamkan sosok polisi sebagai pasangan hidupnya.

Hubungan Tak Diketahui Keluarga

Kuasa hukum keluarga DLL, Zainal Abidin Petir, mengungkap bahwa pihak keluarga tidak mengetahui hubungan antara DLL dan AKBP Basuki. Namun, kecurigaan keluarga muncul setelah mengetahui bahwa DLL masuk dalam daftar keluarga dalam kartu keluarga (KK) AKBP Basuki. Hal ini memicu pertanyaan apakah keduanya memiliki hubungan asmara.

Pengakuan Mahasiswa

Seorang mahasiswa bimbingan skripsi DLL, Jansen, mengungkap bahwa DLL pernah bercerita tentang AKBP B kepadanya. Meski tidak mengetahui secara pasti seperti apa hubungan keduanya, Jansen meminta polisi untuk mengungkap kasus kematian dosennya secara terang benderang tanpa ada kesan perlindungan institusi tertentu.

Awal Kasus

DLL ditemukan tewas tanpa busana di kamar kos-hotel Jalan Telaga Bodas Raya Nomor 11 Karangrejo, Gajahmungkur, Kota Semarang, pada Senin (17/11/2025). Saat ditemukan, kondisi tubuhnya sangat memprihatinkan dengan darah keluar dari hidung, mulut, dan area intim. AKBP Basuki diketahui berada di dalam kamar bersama korban saat jasad ditemukan.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *