oleh

Perayaan Ibadah Minggu GPIB Penuh Warna Budaya Nusantara dengan Pesan Kasih Universal dari Kitab Yunus

-Berita-48 Dilihat
banner 468x60

Ibadah Minggu GPIB Jambi yang Meriah

Pada tanggal 23 Oktober 2025, Ibadah Minggu Gereja Protestan di Indonesia (GPIB) Jambi berlangsung dengan meriah. Acara ini menampilkan ornamen budaya, pakaian adat dari berbagai daerah Nusantara, serta tarian khas Jambi yang dipersembahkan oleh jemaat. Perayaan ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-77 GPIB yang akan diperingati pada 31 Oktober 2025.

Dalam khotbahnya, Pdt. Wilem Esau Talakua menyampaikan pesan bahwa GPIB hadir sebagai gereja yang melayani, menjadi saksi, dan mewujudkan kasih Tuhan bagi semua orang. Tema perayaan tahun ini adalah “Bersama dalam Panggilan Berkarya dalam Kasih.”

banner 336x280

Pembacaan Firman: Yunus 1:1–6

  1. Datanglah firman Tuhan kepada Yunus bin Amitai, demikian:
  2. “Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, dan berserulah terhadap mereka, karena kejahatannya telah naik ke hadapan-Ku.”
  3. Tetapi Yunus bersiap untuk melarikan diri ke Tarsis, jauh dari hadapan Tuhan. Ia pergi ke Yafo dan menemukan sebuah kapal yang akan berlayar ke Tarsis; ia membayar biaya perjalanannya lalu turun ke dalam kapal untuk pergi bersama mereka ke Tarsis, menjauhi hadapan Tuhan.
  4. Tetapi Tuhan menurunkan angin ribut ke laut, sehingga terjadi badai besar dan kapal itu hampir hancur.
  5. Awak kapal menjadi takut dan masing-masing berseru kepada dewa mereka; mereka membuang muatan ke laut untuk meringankan kapal. Tetapi Yunus telah turun ke ruang kapal yang paling bawah, berbaring dan tertidur nyenyak.
  6. Datanglah nakhoda kapal itu kepadanya dan berkata, “Bagaimana mungkin engkau tidur begitu nyenyak? Bangunlah, berserulah kepada Tuhanmu! Barangkali Tuhanmu itu akan mengindahkan kita, sehingga kita tidak binasa.”

Pesan Khotbah: Kasih Allah untuk Semua Suku

Pdt. Talakua menjelaskan bahwa Niniwe adalah ibu kota Kerajaan Asyur, bangsa yang bukan Israel. Namun Allah justru mengutus Yunus ke sana karena Tuhan melihat manusia jatuh dalam dosa dan kasih Allah menjangkau semua suku, tanpa batas.

“Yunus memilih melarikan diri ke Tarsis karena idealismenya sebagai orang Israel,” ujar Pdt. Talakua. “Tetapi Allah menunjukkan bahwa kasih-Nya bersifat universal. Kisah Yunus menjadi cermin bagi kita sebagai jemaat GPIB bahwa kita pun dipanggil untuk menghadirkan kasih tanpa memandang suku dan latar belakang.”

GPIB: Gereja Multikultural untuk Semua

Dalam refleksinya, ia menekankan bahwa momentum HUT ke-77 GPIB mengingatkan jemaat untuk:

  1. Membangun persekutuan yang inklusif, bukan hanya pada kelompok tertentu tetapi bagi semua suku di Indonesia.
  2. Mendukung kegiatan pelayanan gereja, agar pelayanan semakin luas dan memberi dampak bagi masyarakat.

“Cara hidup Yunus yang sempit diruntuhkan Tuhan. Demikian pula gereja diajak untuk melayani bersama, menjadi gereja multikultural, dan menjadi rumah bagi semua,” jelasnya.

Harapan untuk GPIB ke Depan

Perayaan budaya Nusantara dalam ibadah syukur menjadi simbol bahwa GPIB tetap menjaga kebhinekaan setiap tahun dan terus memperkuat pelayanan lintas budaya.

“Dengan HUT ke-77 ini, kiranya GPIB menjadi lebih baik, lebih kuat, dan tetap setia dalam panggilan pelayanan,” tutup Pdt. Talakua.

Selamat Ulang Tahun ke-77 GPIB. Bersama dalam panggilan, berkarya dalam kasih.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *