oleh

AI, Tersangka Pembunuh Alvaro Kiano Nugroho Ternyata Ayah Tiri, Rencana Jahat Terungkap

-Berita-29 Dilihat
banner 468x60

Kasus Mencemaskan: Ayah Tiri Ternyata Pelaku Pembunuhan Anak

Kasus hilangnya Alvaro Kiano Nugroho (6), seorang bocah asal Pesanggrahan, Jakarta Selatan, yang menghilang selama delapan bulan berakhir dengan tragis. Jasad Alvaro ditemukan dalam kondisi tinggal kerangka di sekitar Kali Cilalay, Tenjo, Bogor. Fakta ini mengejutkan publik karena pelaku penculikan dan pembunuhan tersebut adalah AI, ayah tiri dari korban sendiri.

Penemuan Jasad yang Menyedihkan

Alvaro dinyatakan hilang pada 6 Maret 2025 setelah tidak kunjung pulang setelah salat Maghrib di Masjid Jami Al Muflihun, Bintaro, Pesanggrahan. Awalnya, kecurigaan muncul ketika seseorang mengaku sebagai ayah dari Alvaro datang ke masjid. Namun, informasi tersebut tidak dapat dipertegas karena marbot masjid tidak dapat memastikan wajah pria tersebut.

banner 336x280

Setelah beberapa hari pencarian, jasad Alvaro akhirnya ditemukan dalam kondisi memprihatinkan. Penemuan ini menjadi titik terang dalam kasus yang telah berlangsung selama delapan bulan. Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Nicolas Ary Lilipaly, membenarkan bahwa AI, ayah tiri Alvaro, menjadi tersangka dalam kasus ini.

Siasat Licik yang Dilakukan oleh AI

AI, yang awalnya tampak sebagai sosok yang baik dan membantu keluarga, ternyata melakukan aksi yang sangat menyedihkan. Menurut Tugimin, kakek dari Alvaro, AI sering kali muncul sebagai sosok yang simpatik dan aktif membantu keluarga dalam pencarian. Bahkan, AI pernah ikut menemani Tugimin mencari Alvaro hingga ke wilayah Bogor.

Namun, semua itu ternyata hanya pengkhianatan yang mendalam. AI tampaknya merencanakan aksinya secara licik untuk menutupi jejak kejahatan. Tugimin mengungkapkan bahwa AI dan istrinya, Arumi, pernah berselisih, dan AI sering meminta bantuan Tugimin agar Arumi menjawab panggilannya. Hal ini menunjukkan bahwa AI memiliki sikap yang tidak stabil dan bisa saja memengaruhi keputusan-keputusan yang ia ambil.

Curiga dan Proses Pemeriksaan

Tugimin mengaku sempat curiga ketika ia mengantarkan dokumen tambahan untuk keperluan penyelidikan. Saat itu, ia mendengar penyidik saling berbisik bahwa pelaku yang menculik cucunya ada di Mapolres Jakarta Selatan. Meskipun begitu, polisi belum memberikan jawaban pasti bahwa AI adalah pelaku yang dimaksud.

Polisi masih terus mendalami motif, kronologi lengkap penculikan, serta penyebab pasti tewasnya bocah Alvaro Kiano Nugroho. Sampai saat ini, AI telah ditetapkan sebagai tersangka, namun identitas tersangka lainnya belum diungkap.

Pencarian yang Berbulan-bulan

Pencarian Alvaro dilakukan secara luas, termasuk ke daerah seperti Cilegon, Banten, hingga Batam, Kepulauan Riau, setelah menerima petunjuk dari warga. Namun, hingga saat ini, belum ada jejak yang jelas ditemukan. Polisi juga telah memeriksa CCTV di mana tempat korban terakhir kali terlihat, tetapi hasilnya tidak membuahkan hasil.

Kesedihan Keluarga

Kesedihan terasa dalam hati keluarga Alvaro, terutama Tugimin. Ia mengungkapkan rasa sedih dan kecewa karena pelaku justru merupakan orang yang seharusnya melindungi. “Saya itu enggak sangka, ternyata kebaikan dia itu hanya ibaratnya ya buat kedok saja,” ucap Tugimin dengan nada sedih.

Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat tentang pentingnya kepercayaan dan kehati-hatian dalam hubungan keluarga. Semoga proses hukum yang sedang berjalan dapat memberikan keadilan bagi Alvaro dan keluarganya.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *