oleh

Soal Ujian dan Jawaban Antropologi Kelas 11 Halaman 54: Kebiasaan Harian

-Berita-35 Dilihat
banner 468x60

Pendahuluan

Pada materi Antropologi kelas 11 halaman 54, siswa diminta untuk menjawab soal tugas individu mengenai kebiasaan atau perilaku sehari-hari yang dikaji dengan pendekatan biokultur. Buku pelajaran Antropologi Kelas 11 Kurikulum Merdeka merupakan karangan Tri Joko Sri Haryono dkk. terbitan Kemdikbudristek tahun 2024 edisi Revisi.

Berikut ini adalah kunci jawaban buku Antropologi kelas 11 halaman 54 pada soal “Lembar Kegiatan Peserta Didik 2.1”.

banner 336x280

Lembar Kegiatan Peserta Didik 2.1

  1. Buat kelompok yang beranggotakan 4-5 orang!
  2. Lakukan pengamatan di lingkungan sekitarmu (sekolah dan tempat tinggal)
  3. Tuliskan perilaku apa saja yang sudah menjadi adat/kebiasaan di lingkungan sekitarmu!
  4. Kaitkan perilaku tersebut dengan bentuk adaptasi sederhana seperti contoh kasus 2.2!
  5. Setelah berdiskusi, ceritakan hasil pengamatan kelompokmu!
  6. Bandingkan dengan hasil pekerjaanmu kelompok lain!

Jawaban

LAPORAN HASIL PENGAMATAN PERILAKU MASYARAKAT DAN ADAT KEBIASAAN

1. Pembentukan Kelompok

Kelompok kami terdiri dari 4 orang:
– Aisyah
– Bima
– Citra
– Danu

Masing-masing anggota memiliki tugas:
– Leader: Aisyah
– Penulis: Citra
– Pengamat: Bima dan Danu

2. Kegiatan Pengamatan

Pengamatan dilakukan di dua lokasi:
– Lingkungan sekolah
– Lingkungan tempat tinggal

Pengamatan dilakukan secara langsung selama dua hari.

3. Perilaku yang Sudah Menjadi Adat/Kebiasaan

A. Di Lingkungan Sekolah

  • Siswa saling menyapa saat bertemu
  • Upacara bendera setiap hari Senin
  • Kerja bakti membersihkan kelas setiap pagi
  • Membuang sampah sesuai jenisnya
  • Berbaris sebelum masuk kelas
  • Shalat Dzuhur bersama (untuk sekolah muslim)
  • Menggunakan bahasa yang sopan kepada guru

B. Di Lingkungan Tempat Tinggal

  • Gotong royong membersihkan selokan setiap akhir pekan
  • Salam sapa kepada tetangga ketika berpapasan
  • Kebiasaan musyawarah ketika ada masalah RT
  • Tradisi ronda malam
  • Warga saling mengirim makanan saat hari besar keagamaan
  • Anak-anak bermain bersama di sore hari

4. Mengaitkan Perilaku dengan Bentuk Adaptasi

Perilaku-perilaku di atas termasuk bentuk adaptasi sosial, seperti:

  • Saling menyapa: Adaptasi terhadap norma kesopanan dan kebiasaan lokal
  • Upacara Senin: Adaptasi terhadap aturan sekolah dan kedisiplinan
  • Kerja bakti: Adaptasi terhadap lingkungan fisik agar tetap bersih
  • Membuang sampah sesuai jenis: Adaptasi ekologis untuk menjaga lingkungan sehat
  • Ronda malam: Adaptasi terhadap kebutuhan keamanan lingkungan
  • Musyawarah RT: Adaptasi menghadapi masalah sosial secara kolektif
  • Mengirim makanan saat hari besar: Adaptasi budaya untuk menjaga keharmonisan sosial

Adaptasi ini terjadi karena masyarakat menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan sosial dan fisik agar kehidupan berjalan lebih tertib dan aman.

5. Hasil Pengamatan Kelompok

Kelompok kami menemukan bahwa masyarakat di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal memiliki berbagai kebiasaan yang sudah menjadi adat. Kebiasaan tersebut tidak hanya berfungsi menjaga ketertiban, tetapi juga memperkuat hubungan antaranggota masyarakat.

Misalnya, kegiatan kerja bakti di sekolah membuat lingkungan lebih bersih dan menumbuhkan rasa tanggung jawab. Sementara itu, tradisi musyawarah dan gotong royong di lingkungan tempat tinggal menunjukkan bahwa masyarakat beradaptasi dengan tantangan bersama, seperti kebersihan dan keamanan.

Secara umum, perilaku yang kami amati merupakan bentuk adaptasi sederhana terhadap aturan, norma, kondisi lingkungan, serta kebutuhan hidup bersama.

6. Perbandingan dengan Hasil Kelompok Lain

Setelah membandingkan laporan kami dengan kelompok lain:

Persamaan:
– Semua kelompok menemukan kebiasaan seperti gotong royong, kebersihan, saling menyapa, dan aturan sekolah.

Perbedaan:
– Kelompok lain mengamati tradisi lokal yang lebih spesifik, seperti selamatan, arisan ibu-ibu, atau tradisi Jumat bersih yang tidak ada di lokasi kami.
– Ada kelompok yang menyoroti penggunaan bahasa daerah sebagai bagian dari adaptasi budaya, sedangkan kelompok kami lebih fokus pada kebiasaan sosial.

Kesimpulannya, tiap kelompok memiliki temuan yang berbeda sesuai lingkungan pengamatan masing-masing, namun semuanya menunjukkan bentuk adaptasi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.


banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *