oleh

KDM dan PT KAI Sepakat Bersejarah: Jabar Siap Luncurkan Kereta Api Kilat Pajajaran

banner 468x60

Kerja Sama Pemprov Jabar dan KAI untuk Perkembangan Jaringan Perkeretaapian

Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi (KDM) telah melakukan langkah besar dalam mengembangkan jaringan perkeretaapian di wilayah Tanah Pasundan. Pada Selasa (25/11/2025), Pemprov Jabar dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang bertujuan untuk mempercepat pengembangan infrastruktur perkeretaapian. PKS ini ditandatangani langsung oleh Gubernur Jabar KDM dan Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin, serta disaksikan Wakil Menteri Perhubungan Suntana. Kerja sama ini menunjukkan komitmen kedua pihak dalam memperkuat layanan kereta api, modernisasi infrastruktur, hingga penataan kawasan strategis di sekitar stasiun.

Layanan Unggulan yang Akan Diluncurkan

Dalam pernyataannya, KDM menyebut bahwa PKS ini merupakan “titik loncatan” bagi perkembangan transportasi Jawa Barat lima hingga sepuluh tahun ke depan. Ia menegaskan bahwa Pemprov Jabar berkomitmen bersama PT KAI untuk mengembangkan perkeretaapian secara menyeluruh. Salah satu fokus utama adalah penguatan identitas layanan kereta api Jabar melalui tiga program besar:

banner 336x280
  1. Kereta Api Wisata “Jaka Lalana”

    Rute Jakarta – Bogor – Sukabumi – Cianjur dirancang sebagai kereta wisata yang berbasis keindahan alam dan sejarah Jalur Selatan. Nama Jaka Lalana dipilih sebagai simbol dari keindahan alam dan budaya yang ada di jalur tersebut.

  2. Kereta Api Kilat “Pajajaran”

    Kereta cepat ini dirancang untuk memangkas waktu tempuh Gambir–Bandung hanya 1–1,5 jam. Rencananya, kereta ini dapat diperpanjang hingga Garut – Tasikmalaya – Banjar dengan waktu tempuh sekitar dua jam. KDM menegaskan bahwa kereta kilat ini akan sangat cepat dan efisien.

  3. Kereta Api Tani Mukti

    Didedikasikan untuk angkutan hasil pertanian, perdagangan, dan peternakan dari berbagai wilayah Jawa Barat menuju Jakarta, Cirebon, dan Banjar. Gerbong khusus ini diharapkan dapat memperkuat rantai pasok daerah dan meningkatkan ekonomi masyarakat.

Pengembangan Jaringan Rel Utama

Selain layanan unggulan tersebut, PKS juga mencakup percepatan pengembangan kereta listrik pada rute Padalarang–Cicalengka, yang menjadi tulang punggung mobilitas harian masyarakat Bandung Raya. Rute Nambo–Citayam juga akan dikembangkan untuk meningkatkan headway dan kapasitas pelayanan di wilayah utara Jabar.

Penataan Stasiun sebagai Tahap Awal

Pemprov Jabar dan KAI sepakat untuk memulai penataan kawasan stasiun di dua lokasi utama, yaitu:

  • Stasiun Bandung
  • Stasiun Kiaracondong

Tahap selanjutnya akan dilakukan di stasiun-stasiun lain sesuai kebutuhan dan prioritas.

Menuju Transportasi Publik Terintegrasi

KDM menegaskan bahwa kerja sama ini menjadi momentum untuk memperluas jaringan transportasi publik terintegrasi, terutama di kawasan Bandung Raya dan koridor Karawang. Ia berharap perjalanan dari Jawa Barat menuju Jakarta semakin lancar dan efisien.

Dukungan Finansial dan Sinergi Antar Stakeholder

Gubernur KDM menyebut bahwa seluruh rencana besar ini membutuhkan dukungan pembiayaan yang kuat dari berbagai mitra strategis. Ia berharap sinergi antara Pemprov Jabar, KAI, dan para pemangku kepentingan dapat mempercepat realisasi program. Doa dan dukungan masyarakat juga sangat dibutuhkan agar semua cita-cita besar ini terwujud. Semoga Pemprov Jabar berjodoh dengan PT KAI dalam menjalankan proyek-proyek besar ini.

Tindak Lanjut dengan Joint Working Group

Sebagai tindak lanjut dari PKS ini, dibentuk sebuah Joint Working Group yang bertugas:

  • Melakukan koordinasi teknis
  • Menyusun tahapan kerja
  • Memastikan proyek berjalan tepat waktu dan tepat sasaran

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *