Sorot1.id — LPKA Kelas II Batam terus memperkuat komitmennya dalam pembinaan kemandirian melalui program-program produktif. Yang terbaru, anak binaan kini mendapatkan bekal berharga melalui Pelatihan Pertenakan Ayam Petelur, sebuah inisiatif yang sejalan dengan Program 13 Akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan.
Program ini dirancang sebagai investasi jangka panjang, memastikan anak binaan memiliki keterampilan teknis yang dapat diaplikasikan langsung sebagai modal wirausaha setelah mereka bebas.
Fokus utama pelatihan ini adalah pada penguasaan siklus produksi dan prinsip efisiensi. Anak binaan diajarkan:
* Teknik Budidaya Dasar: Pengenalan kandang, sistem pakan dan air.
* Manajemen Pakan: Menghitung porsi harian dan teknik pemberian pakan yang efisien.
* Pengawasan Pertumbuhan: Metode pemantauan kondisi anak ayam untuk menjamin pertumbuhan yang sehat dan stabil.
Pelatihan ini menargetkan kemampuan peserta untuk mengoptimalkan hasil telur sambil menjaga efisiensi penggunaan sumber daya, kunci sukses dalam manajemen peternakan komersial.
Sesi praktik lapangan merupakan inti dari pembelajaran. Anak binaan secara langsung bertanggung jawab atas pemberian pakan, pemeriksaan peralatan pendukung, dan menjaga kebersihan unit peternakan.
“Kegiatan ini mengajarkan lebih dari sekadar cara beternak. Mereka belajar tentang tanggung jawab harian, pentingnya kerja sama dalam tim, dan perlunya ketelitian dalam mengurus makhluk hidup. Nilai-nilai ini sangat krusial untuk bekal hidup di masa depan,” kata perwakilan LPKA Kelas II Batam.
LPKA Kelas II Batam menegaskan bahwa melalui dukungan pendidikan, produktif, dan berorientasi penerapan ini, anak binaan tidak hanya memperoleh pengalaman baru yang bermanfaat, tetapi juga diperkuat karakternya, menjadikannya lebih mandiri, kompeten, dan siap menghadapi tantangan global.




















Komentar