Sejarah Kopi Susu Tetangga
Banyak kedai kopi bermunculan, tapi hanya sedikit yang berhasil menembus pasar internasional dan tetap mempertahankan identitas lokalnya. Dalam artikel ini, kamu akan menemukan asal-usul Kopi Susu Tetangga, peran gula aren sebagai identitas kuliner nusantara, ekspansinya ke Amsterdam dan Korea Selatan, hingga fakta penjualan mencengangkan di cabang-cabang Tuku.
Awal Mula Kopi Susu Tetangga
Kopi Susu Tetangga dimulai dari Cipete dan diciptakan untuk “tetangga”. Gerai pertama Toko Kopi Tuku dibuka pada tahun 2015 di Jalan Cipete Raya, Jakarta Selatan. Tujuan awalnya sederhana: menciptakan kopi yang cocok dengan lidah warga sekitar. Menurut Eleonora Ancilla (Cilla), Junior Brand Manager Kopi Tuku, dalam wawancara dengan Jakarta Coffee Week 2023 (3/11/2023), ia mengatakan:
“Dulu, namanya sekedar ‘Es Kopi Susu Andanu’ saking mau bikin minuman yang cocok sama tetangga di Cipete.”
Karena kopi ini semakin digemari banyak orang, nama “Kopi Susu Tetangga” kemudian digunakan. Hingga saat ini, “tetangga” telah menjadi identitas brand yang sangat melekat.
Gula Aren sebagai Identitas Rasa Lokal Indonesia
Cilla juga menceritakan bagaimana Andanu menemukan inspirasi gula aren cair dari penjual cendol:
“Dulu, Pak Andanu mencoba semua resep dan jenis gula. Mulai dari gula supermarket, gula di pasar. Sampai akhirnya ketemu abang-abang cendol, bikin cendol pakai gula aren cair.”
Temuan ini bukan sekadar pemanis, tetapi fondasi rasa Kopi Susu Tuku. Memakai gula aren cair menciptakan rasa karamel alami yang berbeda dari simple syrup gula putih biasa. Nur Jamila, Direktur PT Berangan Ragam Rasa (BERAGAM), juga menyatakan:
“Lebih dari sekadar pelengkap rasa kopi, gula aren adalah ekspresi identitas kuliner Indonesia yang kami banggakan.”
Ekspansi Ke Panggung Internasional
Toko Kopi Tuku telah hadir di panggung internasional. Pada The Amsterdam Coffee Festival 2024, kehadiran Tuku ini merupakan partisipasi kedua. CEO & Founder Tuku, Andanu Prasetyo, mengatakan dalam keterangan resmi yang diterima (6/6/2024):
“Kunjungan yang kami dapat di Amsterdam telah membuktikan bahwa Tetangga Blend kita dan gula aren memiliki tempat tersendiri bagi konsumen kopi internasional.”
Tak hanya Amsterdam, dari Maret – Mei 2024, Tuku juga membuka pop-up store di Gangnam, Seoul. Es Kopi Susu Tetangga menjadi favorit sejak hari pertama.
Penjualan yang Mengagumkan
Popularitas Kopi Susu Tetangga di Indonesia tidak main-main. Menurut Cilla dalam wawancara yang sama:
“Misalnya di cabang Bintaro bisa habis sampai 2.000 gelas per hari. Dari sana, kami coba pre-mixing.”
Pre-mixing dilakukan agar pelayanan lebih cepat, kopi, susu, krimer, dan gula aren diracik dalam batch besar. Secara total, Tuku bisa menjual:
42.000 hingga 50.000 gelas kopi per hari di seluruh cabangnya. Saat ini, Tuku sudah hadir di 48 lokasi termasuk Jabodetabek, Surabaya, dan Malang.
Fakta-Fakta Menarik Tentang Kopi Susu Tuku
4 Fakta Kopi Susu Tuku, Favorit dari Cipete sampai ke Amsterdam bukan sekadar cerita minuman kopi, tetapi juga perjalanan sebuah brand lokal yang mengangkat rasa khas Indonesia ke panggung dunia. Dari “kopi untuk tetangga” hingga festival internasional, dari gula aren abang cendol hingga pop-up café di Seoul, Kopi Tuku adalah bukti bahwa identitas lokal bisa menjadi kebanggaan global.















Komentar