oleh

Kereta Terpanjang Dunia: Perjalanan 8 Hari dari Pyongyang ke Moskow

-Berita-46 Dilihat
banner 468x60

Rute Kereta Terpanjang di Dunia Kembali Beroperasi

Rute kereta yang menghubungkan Moskow, Rusia, hingga Pyongyang, Korea Utara, kini kembali beroperasi sejak Juni 2025. Perjalanan ini memakan waktu sekitar delapan hari tanpa henti, menjadikannya sebagai salah satu rute terpanjang di dunia. Jarak totalnya mencapai sekitar 6.213 mil atau kurang lebih 10.000 km. Sebagian besar perjalanan dilalui melalui jalur Kereta Api Trans-Siberia, rel tunggal terpanjang di dunia yang membentang sejauh 5.772 mil dari Moskow sampai Vladivostok.

Penumpang Tujuan Korea Utara Menggunakan Gerbong Khusus



Bagi penumpang yang akan menuju Pyongyang, perjalanan dimulai dengan menaiki gerbong khusus yang disambungkan pada rangkaian Trans-Siberia. Setibanya di Vladivostok, gerbong ini kemudian dilepaskan dan dipindahkan ke rangkaian kereta lain untuk melanjutkan perjalanan ke Pyongyang, Korea Utara.

banner 336x280

Sebenarnya, layanan kereta Moskow–Pyongyang ini bukan hal baru. Namun, operasionalnya sempat berhenti total akibat kebijakan pembatasan yang diberlakukan Korea Utara selama pandemi COVID-19.

Dibuka Kembali pada Juni 2025, Jadi Simbol Kerja Sama Dua Negara



Setelah bertahun-tahun terhenti, layanan ini kembali dibuka pada 17 Juni 2025. Pembukaan ini menjadi salah satu langkah Korea Utara dalam memperkuat hubungan bilateral dengan Rusia. Meski menyandang predikat sebagai rute terpanjang di dunia, kondisi gerbong khusus Korea Utara justru jauh dari kata nyaman.

Sayangnya Kondisi Gerbong Kurang Terawat



Wisatawan yang mencoba rute ini melaporkan kondisi gerbong yang kurang terawat, terutama pada bagian pemanas yang tidak selalu berfungsi meski cuaca sedang sangat dingin. “Di dalam kompartemen kami dingin, tidak ada pemanas, mungkin 10 derajat Celcius,” kata salah satu penumpang.

Ketika pemanas tidak berfungsi, kru kereta biasanya menggunakan kompor atau batu bara untuk menghangatkan gerbong. Namun, metode ini pun tidak selalu bisa dilakukan karena persediaan batu bara sangat terbatas. “Pemanasan individu membutuhkan batubara yang tersedia, dan ini tidak terjadi di mobil tidur (gerbong) Korea Utara kami. Tapi tidak masalah, kami memiliki pakaian hangat,” lanjut penumpang tersebut.

Untungnya, boiler air panas masih berfungsi dengan baik, sehingga penumpang masih bisa menyeduh teh, kopi, atau mi instan untuk menghangatkan tubuh selama perjalanan panjang tersebut.

Tujuan Akhirnya adalah Pyongyang, Negara Paling Tertutup di Dunia



Perjalanan delapan hari ini akan berakhir di Pyongyang, ibukota Korea Utara sekaligus sebagai negara paling tertutup di dunia. Di bawah pemerintahan Kim Jong Un, negara ini terkenal dengan kontrol ketat terhadap komunikasi warganya serta pembatasan informasi dan interaksi dengan dunia luar.

Bagi sebagian penumpang, pengalaman tiba di Pyongyang bukan hanya soal mencapai tujuan, tetapi juga menyaksikan langsung salah satu negara paling misterius dan tertutup di dunia.

Promo Hari Kereta Api Nasional 2025, Ini Syaratnya!

Sejarah Hari Kereta Api Nasional, Momentum Lahirnya Kemerdekaan

7 Sinyal Keretakan Rumah Tangga Tasya Farasya, Diisukan Gugat Cerai

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *