oleh

Rugi Buma Internasional Melonjak Jadi Rp1,21 Triliun di Kuartal III/2025

-Berita-30 Dilihat
banner 468x60



JAKARTA – PT BUMA Internasional Grup Tbk. (DOID) mencatatkan peningkatan kerugian bersih pada kuartal III/2025 sebesar US$72,66 juta atau setara Rp1,21 triliun (kurs jisdor Rp16.692 per dolar AS).

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, DOID hanya mampu membukukan pendapatan senilai US$1,13 miliar pada periode Januari–September 2025. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 16,20% year-on-year (YoY) dibandingkan posisi US$1,34 miliar pada periode yang sama tahun 2024.

banner 336x280

Penurunan pendapatan DOID terjadi karena kinerja sejumlah segmen usaha yang melemah. Pada segmen penambangan batu bara dan jasa pertambangan, DOID mencatatkan pendapatan yang turun 16,20% YoY menjadi US$1,13 miliar. Sementara itu, segmen lain-lain mengalami penurunan pendapatan sebesar 11,47% YoY menjadi US$2,99 juta. Hanya segmen investasi yang tumbuh sebesar 0,85% YoY menjadi US$3,69 juta.

Kemerosotan pendapatan perseroan juga diikuti oleh penurunan beban pokok pendapatan menjadi US$1,10 miliar per September 2025, dari posisi US$1,21 miliar pada periode yang sama 2024. Penurunan ini disebabkan oleh pengendalian biaya pada jasa perbaikan dan pemeliharaan senilai US$254,20 juta serta penekanan beban karyawan menjadi US$262,48 juta.

Meskipun berhasil menekan beban pokok pendapatan, DOID tidak mampu mempertahankan laba bruto. Laba bruto perseroan terkoreksi hingga 79,19% YoY menjadi US$27,22 juta per September 2025, dari posisi US$130,87 juta.

Selain itu, beban usaha DOID membengkak menjadi US$84,09 juta per September 2025. Kenaikan ini disebabkan oleh naiknya biaya kantor dan kompensasi karyawan. Beban lain-lain juga meningkat menjadi US$19,98 juta per September 2025, dari posisi US$8,53 juta pada periode yang sama 2024. Kenaikan ini disebabkan oleh beban administrasi bank dan penyisihan atas penurunan nilai piutang usaha perseroan.

Akibatnya, setelah dikurangi berbagai beban dan pajak, DOID belum mampu membukukan laba bersih. Justru, rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk membengkak menjadi US$72,66 juta atau setara Rp1,21 triliun, dari posisi US$13,96 juta pada periode Januari–September 2024.

Rugi bersih yang meningkat juga menyebabkan rugi per saham meningkat menjadi US$0,00982 per lembar pada September 2025, dari posisi US$0,00184 per lembar pada periode yang sama 2024.

Dari sisi neraca, DOID mencatatkan total aset senilai US$1,53 miliar per September 2025, turun dari posisi US$1,58 miliar pada periode yang berakhir Desember 2024. Sementara itu, total liabilitas DOID naik ke level US$1,43 miliar per September 2025, dari posisi US$1,39 miliar pada Desember 2024. Ekuitas DOID mengecil menjadi US$96,16 juta per September 2025.

Direktur Buma Internasional Iwan Fuad Salim menjelaskan bahwa kinerja perseroan pada kuartal III/2025 sebenarnya menunjukkan pemulihan dari bisnis perseroan. Hal ini terlihat dari jam kerja efektif yang lebih tinggi dan pengendalian biaya yang lebih ketat.

“Memasuki akhir tahun, fokus kami tetap pada mempertahankan capaian perbaikan ini, menjaga margin, dan memperkuat keunggulan operasional di seluruh bisnis,” katanya dalam keterangan resmi, Jumat (28/11/2025).

Produksi Batu Bara

Manajemen DOID dalam pernyataan resminya menyebutkan bahwa kinerja lesu selama sembilan bulan 2025 terjadi karena cuaca ekstrem dan gangguan operasional pada kuartal I/2025. Termasuk insiden keselamatan yang melibatkan kontraktor eksternal yang menyebabkan penghentian operasi selama 27 hari di dua site utama. Kinerja sepanjang tahun juga dipengaruhi oleh ramp-downs di beberapa site di Indonesia dan berakhirnya sejumlah kontrak di Australia.

Sepanjang periode Januari–September 2025, DOID mencatat produksi batu bara yang turun 8% YoY menjadi 60 metric ton (MT). Namun, manajemen mengaku harga jual rata-rata batu bara masih stabil di kisaran -1% YoY lantaran didukung porsi kontrak rise-and-fall yang lebih tinggi, sehingga membantu DOID dalam meredam pelemahan harga batu bara.

Selain itu, DOID juga membukukan capex yang mencapai US$149 juta, yang sebagian besar dialokasikan untuk mempertahankan kesiapan armada dan 46% lainnya dialokasikan untuk mendukung pertumbuhan melalui peningkatan kapasitas di sejumlah site utama di Indonesia.

Secara kuartalan, DOID sejatinya membukukan kinerja yang bertumbuh pada kuartal III/2025. Perseroan mencatatkan overburden removal mencapai 128 juta bank cubic meter dan produksi batu bara mencapai 22 juta MT. Capaian itu mencerminkan kenaikan masing-masing 18% dan 12% secara kuartalan (QoQ).

Selain itu, perseroan juga mencatat jam non-produktif yang turun 53% lantaran kondisi cuaca yang lebih kering dan pemulihan pascahujan yang lebih cepat. Cycle time juga tercatat membaik 12% seiring upaya perseroan.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *