oleh

LPDB Bantu KDKMP Sidomulyo Jember Tingkatkan Ekspor Kopi

-Berita-30 Dilihat
banner 468x60



JAKARTA –

Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi (LPDB Koperasi) memberikan pembiayaan kepada Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Sidomulyo Jember. Koperasi ini berhasil memperluas usaha komoditas kopi dan kini telah masuk ke pasar ekspor, yaitu Mesir.

Pembiayaan yang diberikan oleh LPDB Koperasi memiliki dampak signifikan terhadap bisnis KDKMP Sidomulyo Jember. Dengan penguatan modal, koperasi ini mampu meningkatkan kualitas dan volume produksi kopi. Hal ini memungkinkan mereka untuk menembus pasar ekspor, yang merupakan langkah penting dalam pengembangan usaha.

banner 336x280

Bupati Jember Muhammad Fawaid menyampaikan bahwa KDKMP Sidomulyo Jember akan menjadi contoh nasional karena menjadi koperasi pertama yang mampu melakukan ekspor langsung komoditas kopi ke luar negeri.

“Terima kasih kepada LPDB Koperasi yang telah membantu KDKMP Sidomulyo. Ini sama halnya dengan membantu Indonesia, karena ekspor menghasilkan devisa, dan devisa dapat membantu negara lebih maju,” ujar Bupati Jember dalam pernyataannya, Senin (1/12/2025).

Menurutnya, bantuan dari LPDB Koperasi memungkinkan KDKMP Sidomulyo untuk mempercepat bisnis melalui ekspor kopi. “Tahun ini kreditnya sebesar Rp 800 jutaan, tahun depan harus lebih tinggi lagi. Ini bukan bantuan pemerintah, tapi kredit dari LPDB Koperasi,” tambah Bupati.

Direktur Utama LPDB Koperasi, Krisdianto, menegaskan bahwa keberhasilan KDKMP Sidomulyo Jember adalah bukti nyata bahwa dana bergulir bisa memacu produktivitas koperasi desa serta mendorong kontribusi ekonomi lokal ke skala global.

“KDKMP Sidomulyo Jember menunjukkan bagaimana dana bergulir LPDB dapat berdampak langsung. Dari penguatan permodalan, koperasi tidak hanya meningkatkan layanan kepada anggota, tetapi juga berani melakukan ekspansi usaha hingga menembus pasar ekspor kopi,” ujar Krisdianto.

Ekspor komoditas kopi kali ini oleh KDKMP Sidomulyo Jember dilepas langsung oleh Bupati Jember dan Direktur Utama LPDB Koperasi dengan tujuan Mesir. Jumlahnya sebanyak 20 ton green beans jenis kopi robusta.

Krisdianto menambahkan bahwa KDKMP Sidomulyo Jember menjadi bukti bahwa koperasi desa mampu menggerakkan sektor riil, meningkatkan pendapatan petani, serta memperkuat ketahanan pangan daerah.

“Dengan pembiayaan LPDB, koperasi bisa memperkuat rantai pasok komoditas pertanian, termasuk jagung, dan memastikan kesejahteraan anggota meningkat secara nyata. Akses pembiayaan LPDB membuat koperasi dapat meningkatkan manajemen usaha dan kapasitas produksi kopi untuk ekspor,” ujarnya.

Keberhasilan KDKMP Sidomulyo Jember sejalan dengan misi program nasional Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dalam memperkuat koperasi desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi rakyat.

Sementara itu, Pengawas KDKMP Sidomulyo, Kamiludin, menambahkan bahwa KDKMP Sidomulyo Jember menjadi pionir dalam menembus pasar ekspor. Tidak hanya Mesir, ada beberapa negara seperti Turki, China, dan Kanada.

“Tahun ini kami ada kontrak empat kontainer. Hari ini yang dilepas adalah yang pertama, satu kontainer. Satu kontainer berisi 20 ton dengan nilai Rp1,3 miliar. Di tahun 2026, kita akan melakukan kontrak perencanaannya 3.000 sampai 5.000 ton kopi Jember ke negara Mesir. Langsung dari KDKMP Sidomulyo ke Mesir,” ujar Kamiludin.

Peran LPDB Koperasi dalam Peningkatan Ekonomi Lokal

Pembiayaan dana bergulir dari LPDB Koperasi berperan penting dalam penguatan ekonomi lokal. Berikut beberapa aspek yang terlibat:

  • Peningkatan Produktivitas: Dengan akses modal yang lebih besar, koperasi dapat meningkatkan produksi dan kualitas produk.
  • Ekspansi Pasar: Koperasi mampu menembus pasar ekspor, yang meningkatkan pendapatan dan daya saing.
  • Pengembangan Sumber Daya Manusia: Pembiayaan juga digunakan untuk pelatihan dan pengembangan SDM di dalam koperasi.
  • Penguatan Rantai Pasok: Dengan dana yang cukup, koperasi mampu memperkuat rantai pasok komoditas pertanian, mulai dari produksi hingga distribusi.

Strategi Ekspor yang Sukses

KDKMP Sidomulyo Jember telah merancang strategi ekspor yang terstruktur. Berikut beberapa poin penting dalam strategi tersebut:

  • Pemetaan Pasar: Menentukan pasar utama yang memiliki potensi permintaan tinggi, seperti Mesir, Turki, dan China.
  • Kontrak Jangka Panjang: Membuat kontrak jangka panjang dengan pembeli internasional untuk menjaga stabilitas bisnis.
  • Kualitas Produk: Memastikan kualitas kopi sesuai standar internasional agar mudah diterima di pasar ekspor.
  • Kolaborasi dengan Stakeholder: Bekerja sama dengan pemerintah dan lembaga lain untuk mendukung ekspor kopi.

Dengan dukungan dari LPDB Koperasi, KDKMP Sidomulyo Jember menjadi contoh sukses dalam pengembangan koperasi desa yang mampu berkontribusi pada perekonomian nasional. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa koperasi desa tidak hanya bertindak sebagai pelaku usaha, tetapi juga sebagai agen perubahan ekonomi yang berkelanjutan.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *