oleh

Mendagri Pimpin Rapat Koordinasi, Bahas Bencana Sumatera-Nataru

-Berita-33 Dilihat
banner 468x60



Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggelar rapat koordinasi untuk membahas persiapan antisipasi perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 serta penanganan bencana banjir dan longsor. Rapat ini berlangsung secara hybrid, di mana sebagian peserta hadir secara langsung di Kantor Kemendagri, sementara yang lain mengikuti melalui Zoom.

Rapat dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Hadir dalam pertemuan ini sejumlah pejabat dari kementerian/lembaga, termasuk Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Lodewijk F. Paulus, Kepala Basarnas Marsdya TNI Mohammad Syafii, Wakil Kepala BIN Komjen Imam Sugianto, serta Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani.

banner 336x280

Dalam paparannya, Tito menyampaikan bahwa tujuan utama dari rapat ini adalah untuk mempersiapkan antisipasi terhadap dua hal utama. “Hari ini tanggal 1 Desember, hari pertama di bulan Desember. Yang pertama adalah mengantisipasi bencana,” ujar Tito pada Senin (1/12).



Tito menjelaskan bahwa dalam dua minggu terakhir, Indonesia telah mengalami dua bencana besar. Pertama, banjir bandang di Jawa Tengah, khususnya di Cilacap dan Banjarnegara. Kedua, bencana yang terjadi di tiga wilayah Sumatera, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Kita tahu sudah ada dua bencana yang cukup besar terjadi dalam periode lebih kurang dua minggu atau tiga minggu ini. Yang pertama adalah di Jawa Tengah, banjir bandang dan longsor di Cilacap dan Banjarnegara. Kami juga ke sana saat itu dengan Menko PMK dengan Kepala BNPB,” kata dia.

“Kemudian yang kedua adalah bencana yang cukup skalanya luas di Aceh, Sumatera Utara, dan di Sumatera Barat,” tambahnya.



Selanjutnya, Tito menyoroti pentingnya persiapan untuk momen akhir tahun. Beberapa sektor akan menjadi fokus utama dalam menghadapi perayaan Natal dan Tahun Baru.

“Di mana momen Nataru ini yang penting adalah satu alat sistem transportasi, baik darat, laut, maupun udara, karena mobilitas masyarakat akan tinggi. Baik untuk merayakan Natal, liburan pulang kampung, atau liburan ke tempat wisata,” ujar Tito.

Ia juga menekankan perlunya antisipasi dalam momentum perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 atau Nataru. “Kemudian di akhir tahun kita juga akan menghadapi Nataru, momen Natal dan Tahun Baru. Di mana di momen Nataru seperti ini yang paling penting adalah masalah satu adalah sistem transportasi baik di darat, laut, maupun di udara karena mobilitas masyarakat akan tinggi,” jelasnya.

“Baik untuk merayakan Natal, liburan pulang kampung, atau liburan ke tempat-tempat wisata. Ini perlu kita siapkan bersama,” tambahnya.



Tidak hanya itu, Tito juga menjelaskan bahwa rapat persiapan ini bertujuan untuk mengantisipasi kenaikan harga bahan pangan dan aspek keamanan. “Nataru ini juga akan mengandung potensi kenaikan harga bahan pangan karena untuk perayaan atau untuk pesta dan lain-lain. Oleh karena itulah kita mengundang stakeholder di bidang kesiapan pangan,” ujarnya.

“Kemudian juga tentu ada dimensi keamanan. Keamanan baik lalu lintas maupun keamanan-keamanan yang berhubungan dengan bencana alam, tempat-tempat wisata yang ombaknya besar, kemudian udara yang buruk misalnya. Juga kepadatan di titik-titik untuk perayaan malam tahun baru seperti kalau di Jakarta di Ancol dan lain-lain,” tutupnya.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *