oleh

Prabowo Ajarkan Kedisiplinan kepada Guru dalam Menghadapi Murid Nakal

-Berita-27 Dilihat
banner 468x60



Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan pesan tegas kepada para guru dalam acara puncak Peringatan Hari Guru Nasional 2025 di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Pernyataan ini disampaikannya pada Jumat (28/11/2025) dan menjadi sorotan utama dalam pidatonya.

Pesan yang disampaikan oleh Presiden Prabowo menggarisbawahi pentingnya sikap tegas dari guru dalam menangani siswa yang bersikap kasar atau kurang ajar. Ia menjelaskan bahwa ketegasan tersebut diperlukan untuk menjaga wibawa pendidik sekaligus membentuk karakter generasi muda yang lebih baik.

banner 336x280

Pengalaman Pribadi dan Pesan Kepada Guru

Dalam pidatonya, Prabowo mengungkapkan pengalaman pribadinya sebagai seorang anak yang pernah nakal. Ia menyatakan bahwa jika guru-gurunya dulu tidak tegas, maka dirinya tidak akan bisa berdiri di posisi saat ini.

“Kadang-kadang guru harus tegas karena anak-anak kita memang ada yang nakal. Ada yang malas. Saya sendiri pernah termasuk yang nakal dulu. Untung saya jadi presiden. Tapi kalau guru-guru saya dulu tidak tegas, saya tidak bisa berdiri di sini,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa perilaku kasar atau tidak hormat dari murid tidak boleh dibiarkan. “Kalau anak nakal terus dibiarkan, dia nggak bisa jadi orang baik,” kata Prabowo. Ia menegaskan bahwa jika murid kurang ajar, guru harus segera menindaknya tanpa ragu-ragu.

Tidak Perlu Memandang Latar Belakang Siswa

Prabowo memberikan contoh pengalamannya saat menjabat Menteri Pertahanan. Ia pernah menerima laporan mengenai seorang kepala sekolah yang mencabut status seorang siswa karena sikapnya yang tidak pantas. Meskipun siswa tersebut adalah anak seorang jenderal, kepala sekolah sempat ragu atas keputusannya. Namun, Prabowo justru meminta kepala sekolah untuk tetap tegas.

“Nggak usah ragu. Mana jenderal itu, suruh menghadap saya,” ujarnya. Menurut Prabowo, murid yang merupakan anak pejabat atau tokoh publik justru harus menunjukkan perilaku yang lebih sopan dan tertib di sekolah.

Fenomena Murid yang Kurang Menghargai Guru

Prabowo juga menyebut fenomena yang semakin sering terjadi, yakni murid yang berani membalas perkataan guru atau menunjukkan sikap kurang ajar saat ditegur. Ia menilai bahwa perubahan zaman dan kemajuan teknologi tidak bisa dijadikan alasan bagi anak untuk kehilangan tata krama.

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya dukungan penuh kepada guru dalam menjaga kewibawaannya. “Menteri Pendidikan nggak usah ragu-ragu. Guru-guru harus kita dukung,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa guru adalah masa depan Indonesia dan bertanggung jawab membantu orangtua dalam membentuk karakter moral generasi muda.

Didikan Guru Membentuk Karakter Pemimpin

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menceritakan pengalaman masa kecilnya yang dididik oleh guru-guru yang tegas. Ia menyatakan bahwa pola didikan tersebut berperan besar dalam membentuk dirinya hingga berhasil memimpin negara.

“Kalau saya bisa berdiri di sini sekarang, itu karena guru-guru saya,” katanya. Prabowo menegaskan bahwa sikap tegas tidak sama dengan kekerasan. Menurutnya, ketegasan diperlukan agar anak belajar menghormati aturan, menghargai orang lain, dan memahami batasan.

Ajakan untuk Orangtua

Selain kepada guru, Prabowo juga menyampaikan pesan kepada orangtua untuk tidak langsung menyalahkan pendidik ketika anak diberi teguran. “Kalau guru itu keras, jangan-jangan anakmu yang nakal,” tegasnya. Ia menilai hubungan orangtua dan guru harus saling mendukung. Orangtua perlu memperkuat pendidikan karakter di rumah, sedangkan guru melakukan penguatan disiplin di lingkungan sekolah.

Melalui pidatonya, Prabowo menekankan bahwa menjaga wibawa guru sama pentingnya dengan membangun infrastruktur pendidikan. Tanpa penghormatan terhadap pendidik, kualitas pendidikan sulit berkembang. Karena itu, ia meminta seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, orangtua, dan masyarakat, untuk membangun budaya yang mendukung ketegasan guru dalam mendidik siswa.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *