Perusahaan Kecerdasan Buatan OpenAI Mengalami Tekanan Internal
Sebuah perusahaan kecerdasan buatan (AI) terbesar di dunia, OpenAI, dikabarkan sedang menghadapi masa sulit akibat tekanan dari kompetitor. CEO OpenAI, Sam Altman, disebut sedang dalam kondisi “panik” dan mengumumkan status “code red” kepada karyawan. Status ini menunjukkan bahwa perusahaan berada dalam situasi darurat internal yang membutuhkan percepatan dalam menyelesaikan proyek tertentu.
Dalam sebuah memo internal, Altman menyampaikan bahwa perusahaan harus segera merampungkan beberapa proyek penting. Isi dokumen ini kemudian bocor dan dipublikasikan oleh beberapa media internasional seperti Wall Street Journal dan The Information. Dalam memo tersebut, Altman meminta seluruh tim untuk memprioritaskan peningkatan ChatGPT sebagai produk utama perusahaan. Hal ini menyebabkan beberapa proyek lain, seperti periklanan, fitur belanja, agen AI yang fokus pada kesehatan, hingga asisten pribadi bernama “Pulse”, harus ditunda sementara waktu agar fokus tim dialihkan ke pengembangan ChatGPT.
Altman juga disebut akan mengalihkan tim dari proyek lain ke tim pengembangan ChatGPT jika diperlukan. Dokumen internal ini menunjukkan bahwa fokus pada pengembangan ChatGPT dilakukan secara menyeluruh dengan beberapa target yang ingin dicapai. Di antaranya adalah peningkatan kecepatan respons, kestabilan layanan, personalisasi yang lebih baik, serta kemampuan chatbot dalam menjawab lebih banyak variasi pertanyaan.
Untuk memastikan proyek ini berjalan cepat dan lancar, OpenAI akan melakukan panggilan rutin setiap hari kepada para pihak yang bertanggung jawab alias “PIC” (person in charge) untuk pengembangan ChatGPT. Hal ini dilakukan agar Altman dapat memantau seberapa jauh pengembangan ChatGPT sudah dilakukan dan apa saja yang perlu dibenahi.
Panik Akibat Persaingan dari Kompetitor
Fokus pada ChatGPT ini dilakukan karena Altman merasa panik akibat kompetitor yang memiliki produk serupa, seperti Google. Google dianggap cukup agresif dan berhasil mengejar ketertinggalan di industri AI. Sebelumnya, Google sendiri pernah mengumumkan status “code red” sekitar tahun 2022 lalu karena pengembangan produk AI dari OpenAI yang cukup agresif.
Namun, saat ini tekanan tampak berbalik ke OpenAI. Hal ini didorong oleh berbagai faktor, termasuk popularitas model AI untuk membuat gambar Google Nano Banana, serta versi terbaru dari model AI Gemini yaitu Gemini 3 dan Gemini 3 Pro. Model AI milik Google ini disebut mampu melampaui kompetitor dalam berbagai tolok ukur (benchmark) industri dan metrik populer.
Selain Google, kompetitor OpenAI lainnya adalah Anthropic yang belakangan cukup agresif memperbarui model AI mereka. Beberapa di antaranya seperti Claude Sonnet 4.5 untuk coding, Claude Haiku 4.5 untuk kecepatan dan efisiensi, hingga Claude Opus 4.5 untuk reasoning. Perkembangan ini menunjukkan bahwa persaingan di industri AI semakin ketat, dan OpenAI harus segera mengambil langkah strategis untuk tetap mempertahankan posisinya.















Komentar