oleh

Bukan Mandi Malam, Ini 7 Penyebab Rematik yang Sebenarnya

-Berita-28 Dilihat
banner 468x60

Mitos Mandi Malam dan Penyebab Sebenarnya Rematik

Banyak orang percaya bahwa mandi malam dapat menyebabkan rematik. Anggapan ini muncul karena suhu dingin di malam hari dianggap bisa menyebabkan nyeri sendi dan membuat tubuh menjadi kaku. Namun, ternyata mitos ini tidak benar secara medis. Mandi malam bukanlah penyebab utama rematik.

Lantas, apa sebenarnya penyebab rematik?

banner 336x280

Rematik atau rheumatoid arthritis (RA) adalah penyakit autoimun yang disebabkan oleh peradangan kronis pada sendi. Peradangan ini terjadi karena sistem kekebalan tubuh mengalami gangguan dan justru menyerang jaringan tubuh sendiri.

Dr. Terence Rooney, M.D., dokter spesialis penyakit reumatik, menjelaskan bahwa siapa saja bisa terkena penyakit rematik ini. “Hampir tanpa pengecualian, penyakit rematik autoimun dapat menyerang siapa saja, tanpa memandang jenis kelamin, usia, riwayat keluarga, faktor genetik, atau tempat tinggal,” ujarnya.

Meskipun penyebab pastinya belum diketahui, ada faktor dan kelompok demografis tertentu yang lebih rentan terhadap penyakit rematik ini. Berikut beberapa faktor penyebabnya:

  1. Faktor Genetik

    Jika ada anggota keluarga yang menderita rematik, risiko Anda untuk mengalami kondisi serupa meningkat. Oleh karena itu, jika keluarga Anda memiliki rheumatoid arthritis, penting untuk lebih peka terhadap gejala awal dan melakukan pemeriksaan sejak dini bila muncul keluhan pada sendi.

  2. Gangguan Sistem Imun

    Ketika sistem imun mengalami gangguan, tubuh bisa menyerang jaringan sendi seolah-olah sedang melawan infeksi. Ini terjadi pada penyakit autoimun seperti rheumatoid arthritis atau juvenile idiopathic arthritis yang dialami remaja. Peradangan yang berlangsung lama dapat menyebabkan sendi nyeri, bengkak, dan berpotensi rusak.

  3. Jenis Kelamin

    Beberapa penyakit rematik lebih sering menyerang jenis kelamin tertentu. Contohnya, rheumatoid arthritis lebih banyak dialami oleh perempuan, sementara ankylosing spondylitis lebih umum terjadi pada laki-laki.

  4. Obesitas

    Berat badan berlebih dapat memberi beban pada sendi, terutama pada lutut dan pergelangan kaki. Hal ini dapat mempercepat iritasi dan kerusakan pada sendi.

  5. Riwayat Kesehatan

    Riwayat kesehatan tertentu seperti infeksi virus atau bakteri, penyakit gusi, pengalaman trauma masa kecil, dan stres berat juga dapat menyebabkan rematik.

  6. Kebiasaan Merokok

    Merokok dapat menyebabkan rematik karena zat berbahaya dalam asap rokok dapat mengganggu fungsi sistem imun dan menyebabkan peradangan pada sendi.

  7. Paparan Zat Kimia dan Polutan

    Paparan terhadap polusi atau bahan kimia tertentu, seperti hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH), dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit rematik.

Cara Mencegah Rematik dan Menjaga Sendi Tetap Sehat

Untuk menjaga sendi agar tetap sehat, berikut beberapa cara mencegah rematik yang sebaiknya Anda lakukan:

  • Hindari merokok
  • Jaga berat badan ideal
  • Konsumsi makanan bergizi anti-inflamasi seperti sayur, buah, ikan berlemak, dan kacang-kacangan
  • Rutin berolahraga minimal 30 menit per hari
  • Tidur cukup dan atasi stres
  • Lakukan pemeriksaan rutin jika memiliki riwayat keluarga dengan rematik

Kesimpulan

Rematik tidak disebabkan oleh mandi malam seperti yang selama ini dipercaya banyak orang. Faktor penyebab sebenarnya adalah gangguan autoimun, faktor genetik, obesitas, gaya hidup tidak sehat, infeksi, riwayat kesehatan tertentu, paparan zat kimia, serta kebiasaan merokok. Oleh karena itu, mari lebih bijak dalam menjaga pola hidup sehat untuk menjaga kesehatan sendi.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *