oleh

IHSG Melaju di Akhir Tahun, Waspadai Penurunan Harga

-Berita-33 Dilihat
banner 468x60

Pergerakan IHSG pada Akhir Tahun 2025

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan pada Jumat (5/12/2025) dengan penurunan tipis sebesar 0,09% ke level 8.632,76. Meskipun demikian, dalam sepekan terakhir, IHSG mencatat kenaikan sebesar 1,46%. Hal ini menunjukkan bahwa pasar saham masih berada dalam tren positif meskipun ada sedikit tekanan di akhir pekan.

Analis dari BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menjelaskan bahwa tren kenaikan IHSG yang terus mencetak rekor tertinggi menunjukkan bahwa momentum bullish masih terjaga. Salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan indeks adalah aktivitas window dressing, yang biasanya menjadi katalis musiman untuk mendorong aliran dana ke saham-saham yang ingin ditampilkan kuat dalam laporan akhir tahun.

banner 336x280

Reza memperkirakan bahwa selama IHSG mampu bertahan di atas area support 8.600–8.610, tren naik masih berpotensi berlanjut. Optimisme investor juga didukung oleh prospek penurunan suku bunga global, stabilitas ekonomi domestik, serta kinerja solid emiten big caps pada kuartal IV.

Meski momentum bullish masih dominan, Reza menyarankan para pelaku pasar untuk tetap waspada terhadap risiko aksi profit taking setelah reli panjang dalam waktu singkat. Semakin tinggi indeks bergerak dari area support, potensi koreksi jangka pendek juga meningkat. Selain itu, ketidakpastian global serta rotasi sektor menjelang libur akhir tahun dapat memicu volatilitas pergerakan harga.

Strategi Investasi Jangka Pendek hingga Akhir Tahun

Untuk jangka pendek hingga akhir 2025, strategi yang disarankan kepada pelaku pasar adalah tetap mengikuti tren dengan disiplin pada level support dan resistance, memanfaatkan trailing stop untuk mengamankan profit, serta fokus pada saham yang masih memiliki katalis musim liburan dan kinerja kuartal IV yang kuat.

Jika momentum penguatan dan aliran dana asing tetap terjaga, Reza memproyeksi IHSG berpeluang bergerak menuju kisaran 8.750–8.800 hingga akhir tahun 2025. “Jika sentimen window dressing berjalan optimal, peluang pengujian resistance lanjutan di sekitar 8.900 tetap terbuka,” ujarnya.

Sejumlah Sektor yang Diprediksi Menarik Perhatian

Di tengah tren kenaikan IHSG, sejumlah sektor diperkirakan kembali mencuri perhatian menjelang akhir tahun, seiring peningkatan konsumsi dan mobilitas masyarakat. Menurut Reza, pelaku pasar menilai momentum musiman ini berpotensi memberikan dorongan pada kinerja beberapa emiten di sektor ritel, transportasi, hingga pembiayaan.

Emiten di sektor ritel dan konsumer diproyeksikan menjadi salah satu penerima manfaat terbesar, didorong oleh lonjakan belanja akhir tahun yang biasanya meningkatkan penjualan. Emiten di sektor transportasi dan pariwisata juga berpeluang mencatat perbaikan okupansi berkat meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode liburan.

Selain itu, emiten sektor logistik diperkirakan mendapat dorongan dari naiknya volume pengiriman terkait aktivitas e-commerce. Sementara itu, pembiayaan konsumer berpotensi terdorong oleh meningkatnya permintaan kredit untuk pembelian barang konsumsi menjelang pergantian tahun.

Rekomendasi Saham yang Perlu Diperhatikan

Dari sisi saham, Reza merekomendasikan investor untuk mencermati beberapa di antaranya, yakni saham ASII dengan target harga di Rp 7.000 – Rp 7.125 per saham, kemudian saham WIFI dengan target harga Rp 3.950 – Rp 4.190 per saham, serta COIN dengan target harga Rp 4.120 – Rp 4.500 per saham.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *