oleh

SoftBank Dapatkan Pinjaman Rp679 Triliun untuk OpenAI

-Ekonomi-27 Dilihat
banner 468x60

Sorot1.id –SoftBank baru-baru ini berhasil mendapatkan pinjaman jangka pendek senilai 40 miliar dolar AS atau setara dengan 679,72 triliun rupiah (kurs 16.993 rupiah per dolar AS). Pinjaman ini sebagian besar akan digunakan untuk mendanai investasi perusahaan dalam OpenAI. Langkah ini bukan hanya sekadar ekspansi bisnis, tetapi juga menjadi sinyal kuat dari pendiri SoftBank, Masayoshi Son, yang ingin memperkuat posisinya dalam persaingan global di bidang teknologi kecerdasan buatan (AI).

Pinjaman tanpa agunan yang memiliki jatuh tempo dalam waktu 12 bulan ini akan menyuntikkan sekitar 30 miliar dolar AS atau sekitar 509,7 triliun rupiah langsung ke OpenAI. Ini merupakan pinjaman terbesar yang sepenuhnya berbasis dolar AS dalam sejarah SoftBank. Namun, langkah ini juga menambah beban utang perusahaan, terlebih di tengah volatilitas pasar teknologi yang sedang tidak stabil.

banner 336x280

Untuk mengurangi kewajiban finansialnya, SoftBank bahkan membuka opsi menjual beberapa asetnya. Dukungan terhadap pembiayaan ini datang dari sejumlah bank besar dunia seperti JPMorgan Chase, Goldman Sachs, dan Mizuho Bank.

Selain itu, SoftBank masih memiliki investasi lain dalam portofolionya, termasuk sekitar 90% saham di Arm Holdings. Nilai saham Arm sedang meningkat pesat seiring tren pengembangan chip AI. Kenaikan harga saham Arm lebih dari 40% pada tahun ini memberi ruang bagi SoftBank untuk terus melanjutkan ekspansi bisnisnya secara agresif.

Pembiayaan ini juga menunjukkan bahwa OpenAI mungkin segera melakukan initial public offering (IPO) pada 2026. Berdasarkan laporan TechCrunch, jika IPO terjadi, maka SoftBank akan mendapatkan likuiditas yang cukup untuk melunasi utangnya dalam waktu singkat.

Informasi tentang kemungkinan IPO induk ChatGPT ini sudah muncul sejak Oktober 2025. Valuasi diperkirakan mencapai 1 triliun dolar AS atau sekitar 16.631 triliun rupiah (kurs 16.631 rupiah per dolar AS). Angka ini akan menjadi IPO terbesar dalam sejarah.

Menurut laporan Reuters, OpenAI sedang mempertimbangkan untuk mengajukan dokumen IPO ke otoritas pasar modal pada paruh kedua tahun 2026, dengan kemungkinan peluncuran resmi pada 2027. Beberapa penasihat internal memprediksi bahwa IPO bisa terjadi lebih cepat, yaitu pada akhir 2026. Meski begitu, pihak OpenAI menegaskan bahwa IPO bukan prioritas utama saat ini.

“Kami belum menetapkan tanggal apa pun karena IPO bukan fokus kami,” ujar juru bicara OpenAI, dikutip dari Reuters pada Oktober 2025. (*)

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *