BATAM, (SOROT1.ID) — Suasana Utama 98 Food Court, Batu Selicin, Lubuk Baja, Kota Batam, mendadak riuh dan penuh energi pada Sabtu (20/6/2026). Ratusan pasang mata tertuju pada deretan meja persegi, tempat di mana taktik dan konsentrasi tinggi diuji. Pemandangan tersebut merupakan bagian dari kemeriahan Turnamen Domino Kapolda Kepri Cup 2026.
Event akbar yang digelar oleh Polda Kepulauan Riau ini tidak hanya sekadar ajang adu strategi di atas meja, melainkan sebuah paket lengkap perayaan. Pasalnya, turnamen ini dirangkaikan langsung dengan keseruan Nonton Bareng (Nobar) Piala Dunia 2026 serta aksi kemanusiaan berupa penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat demi menyambut Hari Bhayangkara ke-80.
Animo Tinggi: 512 Peserta Siap ‘Adu Otak’
Turnamen ini menjadi magnet luar biasa bagi pencinta olahraga domino. Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 512 peserta dari berbagai kalangan mendaftarkan diri, mulai dari masyarakat umum hingga komunitas ojek online (ojol).
Acara bergengsi ini dihadiri langsung oleh Kapolda Kepri, Irjen Pol. Asep Safrudin; Anggota Komisi III DPR RI sekaligus Ketua ORADO Kepri, Rizki Faisal; Kabinda Kepri; Wakapolda Kepri; pejabat utama Polda Kepri, hingga Bhayangkari Daerah Kepri.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap perkembangan olahraga ini, Ketua ORADO Kepri menyerahkan meja dan batu domino secara simbolis kepada Kapolda Kepri di sela-sela acara.
Mengikis Stigma, Menuju Cabang Olahraga Berprestasi
Dalam sambutannya, Sekretaris Organisasi Amatir Domino Indonesia (ORADO) Kepri, Muhammad Yunus Muda, S.E., menjelaskan bahwa domino kini bukan lagi sekadar pengisi waktu luang di pos ronda, melainkan olahraga resmi yang menuntut kemampuan berpikir tingkat tinggi. Saat ini, ORADO bahkan telah menaungi kepengurusan di 38 provinsi dan 438 kabupaten/kota di Indonesia.
“Domino yang dinaungi ORADO merupakan olahraga yang mengedepankan kemampuan berpikir, strategi, konsentrasi, dan pengambilan keputusan. Selain hiburan positif, olahraga ini mampu melatih daya ingat, mempertajam konsentrasi, serta menjaga kesehatan mental dan fungsi kognitif,” jelas Muhammad Yunus Muda.
Senada dengan hal tersebut, Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin mengajak masyarakat untuk mengikis stigma negatif yang selama ini melekat pada permainan domino.
“Kami mengapresiasi perkembangan olahraga domino yang kini berada di bawah naungan organisasi resmi. Diharapkan lewat ajang seperti ini, lahir atlet-atlet berprestasi di tingkat nasional maupun internasional. Mari kita bersama mendukung dan menyosialisasikan domino sebagai cabang olahraga yang positif, edukatif, dan berprestasi,” ujar Irjen Pol. Asep Safrudin.
Sentuhan Sosial di Hari Bhayangkara: “Polri Untuk Masyarakat”
Sesuai dengan tema Hari Bhayangkara ke-80, yaitu “Polri Untuk Masyarakat”, Polda Kepri bersama Bhayangkari memanfaatkan momen ini untuk berbagi kebahagiaan. Sebanyak 250 paket bantuan sosial (bansos) disalurkan secara langsung kepada masyarakat yang membutuhkan serta perwakilan komunitas ojek online.
Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, menegaskan bahwa kemasan acara yang memadukan kompetisi domino, nobar Piala Dunia, dan bakti sosial ini sengaja dirancang agar manfaat kehadiran Polri dapat dirasakan langsung oleh semua lapisan masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan hubungan antara Polri dan masyarakat dapat semakin erat. Ini adalah wujud nyata semangat ‘Polri Untuk Masyarakat’ dalam membangun kebersamaan dan menjaga situasi kamtibmas yang aman, damai, serta kondusif di wilayah Kepulauan Riau,” pungkas Kombes Pol. Nona Pricillia Ohei.
Lewat kombinasi olahraga, hiburan bola dunia, dan kepedulian sosial, Polda Kepri sukses membuktikan bahwa kedekatan dengan masyarakat dapat dibangun lewat ruang-ruang santai yang penuh dengan nilai positif dan kebersamaan. (Zul)
Editor : Rmadhan



















Komentar