oleh

Menghidupkan Museum Raja Ali Haji: Dari Ruang Sejarah Menjadi Episentrum Kebersamaan Warga Batam

-Pemko Batam-21 Dilihat
banner 468x60

BATAM, (SOROT1.ID) – Kawasan Batam Centre dini hari itu mendadak berubah menjadi lautan manusia. Pelataran Museum Raja Ali Haji, yang biasanya tenang di malam hari, bergetar oleh gemuruh sorak-sorai ribuan warga yang menghadiri acara nonton bareng (nobar) laga semifinal Piala Dunia FIFA 2026 antara Prancis dan Spanyol, Rabu (15/7/2026) dini hari.

Dipimpin langsung oleh Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, acara ini tidak hanya menyajikan tontonan kelas dunia, tetapi juga merefleksikan keberhasilan tata kota Batam dalam merevitalisasi kawasan cagar budaya menjadi ruang publik yang hidup, inklusif, dan multigenerasi.

banner 336x280

Sejak pukul 01.00 WIB, pelataran museum dipenuhi oleh penonton dari berbagai kalangan. Menggunakan jersei kebesaran tim nasional Spanyol dan Prancis, para suporter saling melempar yel-yel kreatif. Di tengah kerumunan yang padat tersebut, Wali Kota Amsakar Achmad tampil santai, berbaur akrab dengan warga, melayani foto bersama, hingga larut dalam ketegangan pertandingan.

Atmosfer penonton kian memuncak saat tim Matador Spanyol meruntuhkan pertahanan Prancis dengan kemenangan meyakinkan 2-0. Tiket final Piala Dunia pun sukses diamankan oleh skuad La Roja, memicu sorak kemenangan yang menggema di seluruh kawasan Batam Centre.

Namun, di luar urusan si kulit bundar, esensi dari berkumpulnya ribuan orang di situs bersejarah ini membawa pesan yang lebih mendalam mengenai arah pembangunan kota.

Wali Kota Batam Amsakar Achmad menegaskan bahwa pemanfaatan pelataran Museum Raja Ali Haji untuk kegiatan nobar adalah salah satu bentuk nyata dari konsep optimalisasi ruang publik ramah warga. Menurutnya, museum dan area terbuka di sekitarnya tidak boleh kaku, melainkan harus dinamis dan mampu menjadi wadah interaksi sosial yang sehat.

“Kami ingin ruang publik dan cagar budaya di Batam tidak hanya menjadi tempat beraktivitas formal atau sekadar dipandang dari jauh. Tempat ini harus menjadi wadah yang mempererat silaturahmi, memicu kegembiraan bersama, dan memperkuat rasa persatuan masyarakat kita,” ungkap Amsakar.

Amsakar juga melayangkan pujian tinggi kepada warga Batam yang tetap menjaga kebersihan dan ketertiban area museum selama kegiatan berlangsung. Partisipasi tertib dari ribuan warga membuktikan kesiapan masyarakat Batam dalam menyelenggarakan agenda-agenda berskala besar di ruang terbuka publik secara aman dan kondusif.

Ke depan, Pemko Batam berkomitmen untuk terus menyelenggarakan berbagai kegiatan kreatif, seni, budaya, hingga olahraga di ruang-ruang terbuka guna mendorong pertumbuhan komunitas lokal dan menggerakkan ekonomi mikro di sekitar kawasan tersebut.

Melalui suksesnya gelaran nobar dini hari ini, Pelataran Museum Raja Ali Haji kembali membuktikan fungsinya; bukan sekadar tempat menyimpan memori masa lalu, melainkan sebuah ruang hidup tempat warga Batam merayakan kebersamaan masa kini dan merajut persatuan demi masa depan. (Dan)

Editor : Ramadhan

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *