oleh

18 Sekolah Ikut Kejuaraan Atletik ABK 2026, Perkuat Olahraga Inklusif

-Olahraga-6 Dilihat
banner 468x60

JAKARTA, (SOROT1.ID) — Sebanyak 18 sekolah yang terdiri atas sekolah luar biasa (SLB), sekolah inklusi, dan komunitas penyandang disabilitas berpartisipasi dalam Kejuaraan Fun Atletik Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) 2026. Acara ini digelar pada Sabtu (4/7/2026) di Stadion Atletik Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur. Kejuaraan ini menjadi wadah bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk menunjukkan kemampuan mereka melalui olahraga.

Kejuaraan Fun Atletik ABK 2026 merupakan hasil kolaborasi antara PT Petualang Berani Melangkah dan London School Beyond Academy (LSBA), sebuah lembaga pelatihan dan keterampilan yang berada di bawah naungan LSPR Institute of Communication and Business. Selain itu, kejuaraan ini juga didukung oleh beberapa instansi pemerintah seperti Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi DKI Jakarta (Dispora), Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta (Dinkes), dan Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

banner 336x280

Tujuan utama dari penyelenggaraan kejuaraan ini adalah untuk memperkuat gerakan olahraga inklusif di Indonesia. Hal ini dilakukan agar Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) memiliki kesempatan yang setara dalam mengembangkan potensi diri, meningkatkan kepercayaan diri, serta mendapatkan pengalaman bertanding dalam lingkungan yang aman, positif, dan ramah terhadap disabilitas.

Dalam kejuaraan ini, peserta akan berlaga dalam tiga nomor lari yaitu 25 meter, 50 meter, dan 100 meter. Setiap nomor dibagi ke dalam kategori putra dan putri dengan pembagian kelompok usia sebagai berikut: 13–16 tahun, 17–21 tahun, serta 22 tahun ke atas. Total peserta yang ikut dalam kejuaraan ini mencapai 120 orang dari 18 sekolah yang terlibat.

Seluruh rangkaian kegiatan didukung oleh 27 relawan yang siap mendampingi peserta sejak proses registrasi, pemanasan, pelaksanaan perlombaan hingga penyerahan penghargaan. Relawan ini berperan penting dalam memastikan bahwa semua peserta merasa nyaman dan didukung selama acara berlangsung.

Ketua PT Petualang Berani Melangkah, M. Muslih Fathoni, menjelaskan bahwa kejuaraan ini diselenggarakan untuk menciptakan ruang yang inklusif bagi Anak Berkebutuhan Khusus. Menurutnya, kejuaraan bukan hanya sekadar ajang perlombaan, tetapi juga menjadi ruang bagi setiap anak untuk menunjukkan potensi, keberanian, dan semangat mereka.

”Kami percaya bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk berprestasi,” ujarnya. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan olahraga yang inklusif, penuh kebersamaan, dan mampu menginspirasi lebih banyak orang.

Sebagai co-organizer, London School Beyond Academy (LSBA) serta LSPR Institute of Communication and Business berkomitmen untuk memberikan lebih banyak ruang partisipasi bagi penyandang disabilitas melalui kegiatan yang mendorong pengembangan keterampilan, karakter, dan interaksi sosial. Kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya LSBA dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif sekaligus memperluas kesempatan bagi individu berkebutuhan khusus untuk berkembang di berbagai bidang, termasuk olahraga.

Direktur London School Beyond Academy (LSBA), Chrisdina Wempi, menegaskan bahwa olahraga memiliki peran penting dalam membangun kepercayaan diri, kemandirian, dan kemampuan sosial peserta.

”Kejuaraan ini merupakan ruang bagi setiap peserta untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya sekaligus membuktikan bahwa setiap individu berhak memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang,” katanya. Ia berharap kolaborasi ini dapat mendorong semakin banyak pihak yang terlibat dalam membangun budaya olahraga yang inklusif di Indonesia.

Menurut Chrisdina, kejuaraan Fun Atletik ABK 2026 menargetkan terciptanya antusiasme peserta untuk mengikuti olahraga atletik secara aktif dan berkelanjutan. Selain itu, kejuaraan ini bertujuan untuk mewujudkan kegiatan olahraga yang ramah dan inklusif bagi seluruh Anak Berkebutuhan Khusus. Pengalaman bertanding yang diperoleh peserta diharapkan menjadi bekal untuk mengikuti berbagai kompetisi maupun kegiatan olahraga lainnya di masa depan.

”Kolaborasi ini diharapkan menjadi contoh sinergi lintas sektor dalam memperluas akses olahraga bagi penyandang disabilitas. Ke depan, kejuaraan ini diharapkan dapat menjadi agenda berkelanjutan yang terus mendorong lahirnya prestasi sekaligus memperkuat budaya inklusi di Indonesia,” tutup Chrisdina. (***)

Editor : Ramadhan

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *