oleh

Pemesanan IPO Saham PRDL Diserbu 1,2 Juta SID Sebelum Tutup Pukul 09.00 Hari Ini

-Ekonomi-4 Dilihat
banner 468x60

JAKARTA, (SOROT1.ID) — Kesempatan Terakhir untuk Menjadi Pemegang Saham Prodia Diagnostic Line
PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) sedang menutup masa penawaran umum saham perdana (IPO) pada hari ini, Selasa 7 Juli 2026, pukul 09.00 WIB. Ini merupakan kesempatan terakhir bagi investor untuk melakukan pemesanan saham PRDL sebelum masa penawaran ditutup.

Penawaran umum IPO saham PRDL telah berlangsung sejak 1 Juli 2026. Harga saham yang ditawarkan adalah sebesar Rp 120 per saham. Dengan harga tersebut, IPO PRDL mendapat respon positif dari para investor. Hingga Selasa (7/7) pukul 06.00 WIB, tercatat sebanyak 1,2 juta Single Investor Identification (SID) mengantre untuk mendapatkan saham PRDL, seperti yang terpantau di Stockbit.

banner 336x280

Perusahaan pembuatan dan pengolahan alat kesehatan diagnosis ini menawarkan sebanyak 522,90 juta saham. Jumlah ini setara dengan 30% dari modal disetor dan ditempatkan penuh pasca IPO. Dengan demikian, PRDL berpotensi mengumpulkan dana segar sebesar Rp 62,74 miliar. Dana hasil IPO akan digunakan oleh perusahaan untuk berbagai keperluan, termasuk ekspansi bisnis dan peningkatan kapasitas operasional.

Berdasarkan prospektusnya, dengan harga IPO sebesar Rp 120 per saham, Price to Earning Ratio (PER) PRDL mencapai 8,61 kali. Sementara itu, Price to Book Value (PBV) PRDL berada di level 0,000022 kali. Angka-angka ini menunjukkan bahwa saham PRDL dinilai cukup menarik bagi investor.

Direktur Utama Prodia Diagnostic Line, Cristina Sandjaja, menyampaikan bahwa PRDL memiliki lebih dari 1.083 SKU produk dan menjangkau 38 provinsi serta 370 kabupaten/kota. Perusahaan juga telah digunakan oleh lebih dari 7.611 pelanggan di Indonesia. Jaringan tersebut mencakup sekitar 6.924 puskesmas, 288 rumah sakit, 317 dinas kesehatan kabupaten/kota, serta puluhan institusi kesehatan lainnya.

Cristina menjelaskan bahwa prospek industri kesehatan masih sangat menjanjikan. Pemerintah mengalokasikan anggaran kesehatan sebesar Rp 244 triliun pada 2026 dan menargetkan program skrining kesehatan nasional yang menjangkau sekitar 140 juta penduduk.

Dengan jaringan distribusi yang telah mencakup hampir seluruh Indonesia serta dukungan produk ber-TKDN tinggi, PRDL optimistis dapat memperluas penetrasi pasar sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam penguatan layanan kesehatan nasional.

 

Kinerja Keuangan yang Menggembirakan
Melansir kinerja tahun buku 2025, PRDL membukukan pendapatan sebesar Rp 74,4 miliar atau meningkat 27% secara tahunan. Dari sisi bottom line, laba bersih PRDL melonjak 70,7% secara tahunan menjadi Rp 16,9 miliar. Kinerja keuangan yang baik ini menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dan ketahanan bisnis perusahaan.

Dengan fundamental bisnis yang kuat dan prospek industri yang masih terbuka, Cristina optimistis pihaknya dapat memanfaatkan momentum IPO untuk memperluas jangkauan bisnis dan meningkatkan kapasitas operasional. Hal ini akan memperkuat posisi PRDL sebagai salah satu pemain utama dalam industri alat kesehatan diagnosis di Indonesia. (Red)

Editor : Ramadhan

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *