oleh

Lansia dan Ibu Hamil Paling Rentan Akibat El Nino

-DPR RI-1 Dilihat
banner 468x60

BATAM, (SOROT1.ID) — Anggota Komisi IX DPR RI, Obet Rumbruren, memberikan peringatan penting kepada masyarakat untuk waspada terhadap dampak dari fenomena El Nino. Menurutnya, kondisi ini tidak hanya memengaruhi lingkungan dan pertanian, tetapi juga berpotensi memengaruhi kesehatan masyarakat secara keseluruhan.

Fenomena El Nino menyebabkan suhu udara yang lebih panas dan musim kemarau yang berkepanjangan. Hal ini menuntut adanya pencegahan dini agar kesehatan masyarakat dapat terjaga dengan baik.

banner 336x280

“Kondisi alam yang demikian, hendaknya meningkatkan kesadaran akan pentingnya kewaspadaan dan langkah antisipatif sejak dini untuk melindungi kelompok yang paling rentan terdampak,” ujar Obet kepada wartawan, Sabtu (1/8/2026).

Obet menjelaskan bahwa El Nino terjadi akibat pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang memicu penurunan curah hujan dan musim kemarau yang lebih panjang di Indonesia. Kondisi ini bisa berpengaruh besar terhadap kesehatan masyarakat.

Beberapa risiko kesehatan yang sering terjadi akibat El Nino antara lain:

  1. Heat stroke dan dehidrasi, akibat paparan suhu ekstrem dalam waktu lama.
  2. Gangguan pernapasan (ISPA), akibat memburuknya kualitas udara dan asap kebakaran hutan.
  3. Penyakit bersumber air seperti diare, kolera, tifoid, dan leptospirosis akibat krisis air bersih.
  4. Gangguan gizi dan malnutrisi, akibat terganggunya ketahanan pangan.

Selain itu, fenomena ini juga bisa memengaruhi tekanan kesehatan jiwa, terutama pada masyarakat yang terdampak kekeringan dan gagal panen serta terbatasnya akses layanan kesehatan.

Kelompok yang paling rentan terdampak El Nino meliputi lansia, balita, ibu hamil, penderita penyakit kronis, serta masyarakat di wilayah dengan akses terbatas terhadap air bersih dan fasilitas kesehatan. Oleh karena itu, perlunya upaya pencegahan yang lebih intensif dan komprehensif.

Obet menyerukan beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan masyarakat:

  1. Memperbanyak konsumsi air putih dan menghindari aktivitas berat di luar ruangan pada jam-jam terpanas.
  2. Menggunakan masker saat kualitas udara memburuk.
  3. Menjaga kebersihan air minum dan sanitasi lingkungan.
  4. Memantau kondisi kesehatan kelompok rentan secara berkala.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk segera mencari bantuan medis apabila muncul gejala yang mengkhawatirkan. Selain itu, pentingnya menjaga kesiapsiagaan fasilitas kesehatan.

“Kesiapsiagaan bersama antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam meminimalkan dampak kesehatan akibat fenomena El Nino,” imbuhnya.

Menurut Obet, kesadaran dan tindakan sejak dini dari seluruh lapisan masyarakat, pemerintah, dan tenaga kesehatan menjadi kunci untuk meminimalkan dampak El Nino terhadap kesehatan masyarakat. Dengan langkah-langkah yang tepat dan koordinasi yang baik, dampak negatif dari fenomena ini dapat diminimalisir. (Red)

Editor : Ramadhan

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *