oleh

Membangun Benteng Perlindungan Anak: Sinergi Pemko Batam dan TP-PKK Wujudkan Sekolah Ramah Tanpa Kekerasan

-Pemko Batam-11 Dilihat
banner 468x60

BATAM, (SOROT1.ID)  — Menjaga keselamatan, kenyamanan, dan masa depan anak-anak di Kota Batam bukan lagi sekadar slogan moral, melainkan sebuah komitmen strategis yang membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Pemerintah Kota (Pemko) Batam menegaskan bahwa pencegahan kekerasan terhadap anak harus menjelma menjadi sebuah gerakan masif yang melibatkan lintas sektor, mulai dari pemerintah, institusi pendidikan, keluarga, tokoh agama, hingga masyarakat luas.

Pesan penting ini mengemuka dalam pelaksanaan Pelatihan Penyuluhan dan Penanganan Kekerasan terhadap Anak yang dihelat oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Batam. Kegiatan yang sarat edukasi ini dilangsungkan di Kantor Wali Kota Batam pada Senin (3/8/2026), dihadiri langsung oleh Wali Kota Batam sealigus Kepala BP Batam,  Amsakar Achmad dan Ketua TP-PKK Kota Batam Erlita Amsakar, serta diikuti oleh ratusan siswa dan guru tingkat SMP se-Kota Batam.

banner 336x280

Dalam pemaparannya, Wali Kota Batam sealigus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad memberikan atensi serius terhadap dampak jangka panjang dari tindak kekerasan terhadap anak.

Menurutnya, luka fisik dapat disembuhkan dengan pengobatan medis, namun trauma psikologis akibat kekerasan seringkali meninggalkan bekas mendalam yang menghantui korban hingga mereka beranjak dewasa.

Oleh karena itu, intervensi preventif harus diletakkan di garis terdepan agar rantai kekerasan bisa diputus sebelum terjadi.

“Pemerintah, sekolah, orang tua, tokoh agama, dan masyarakat harus bergerak bersama mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak. Korban kekerasan akan mengalami trauma yang dapat berdampak pada kondisi psikologisnya hingga dewasa. Karena itu, pencegahan harus menjadi prioritas,” tandas Amsakar.

Lebih jauh, ia menggarisbawahi fungsi vital institusi pendidikan. Sekolah tidak boleh sekadar berfungsi sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan akademis semata. Lebih dari itu, sekolah wajib bertransformasi menjadi ruang paling aman dan nyaman bagi anak-anak untuk mengeksplorasi potensi diri, bergaul, dan membangun karakter tanpa dihantui rasa takut atau intimidasi.

Semangat perlindungan anak ini diperkuat secara emosional oleh Ketua TP-PKK Kota Batam, Erlita Amsakar. Di hadapan para pelajar dan tenaga pendidik yang memadati ruangan, Erlita mengingatkan bahwa anak-anak adalah titipan mulia yang memegang estafet masa depan bangsa.

Ia mengajak seluruh peserta pelatihan untuk tidak bersikap pasif atau tutup mata jika mendapati adanya indikasi perundungan (bullying) maupun kekerasan di lingkungan sekitar mereka. Erlita menyerukan agar setiap individu berani mengambil peran sebagai pelapor dan pelopor kebaikan.

“Anak-anak adalah titipan yang harus kita jaga bersama. Mereka merupakan generasi penerus bangsa yang akan menentukan masa depan Indonesia. Karena itu, menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak merupakan tanggung jawab kita bersama,” ungkap Erlita penuh kehangatan.

Sebagai bentuk aksi nyata dari TP-PKK Kota Batam dalam mengawal moralitas generasi muda, Erlita memaparkan bahwa pihaknya secara konsisten menggalakkan Program Pembinaan Budi Pekerti. Program strategis ini telah bergerak aktif menjangkau seluruh 12 kecamatan di Kota Batam.

Melalui pembinaan budi pekerti tersebut, TP-PKK memberikan pemahaman mendalam kepada para pelajar mengenai pentingnya menghormati sesama, menanamkan rasa empati, serta membangun ekosistem pertemanan yang positif dan inklusif.

“Kami ingin tidak ada lagi perundungan di sekolah. Mari kita ciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang agar anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang berprestasi sekaligus berakhlak mulia,” tambahnya.

Pelatihan penyuluhan yang diinisiasi oleh DP3AP2KB Kota Batam ini diharapkan mampu menjadi momentum kebangkitan kesadaran kolektif di tingkat satuan pendidikan. Dengan dibekali pemahaman komprehensif mengenai cara mengenali, mencegah, hingga menangani potensi kekerasan sejak dini, para guru dan pelajar kini memiliki instrumen pertahanan diri yang lebih matang.

Pemerintah Kota Batam optimis, melalui kolaborasi lintas sektor yang konsisten antara pemerintah, lembaga kemasyarakatan, sekolah, dan keluarga, ekosistem pendidikan yang aman, inklusif, dan penuh kasih sayang di bumi Batam akan terwujud secara paripurna demi menyongsong generasi masa depan yang tangguh, berkarakter, dan berdaya saing tinggi. (Dan)

Editor : Ramadhan

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *