BATAM, (SOROT1.ID) — Dunia kesehatan di Kota Batam mencatatkan babak baru yang membanggakan. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah kini membuktikan kapasitasnya sebagai pusat layanan rujukan yang mumpuni dengan sukses menggelar tindakan bedah saraf berisiko tinggi berupa operasi clipping aneurisma otak perdana.
Keberhasilan prosedur medis tingkat lanjut ini ditinjau secara langsung oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, pada Jumat (28/8/2026). Dalam kunjungan tersebut, Menkes didampingi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, beserta jajaran direksi rumah sakit.
Langkah maju ini sekaligus menjadi solusi nyata agar masyarakat di wilayah Kepulauan Riau dan sekitarnya tidak perlu lagi harus dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan penanganan medis kritis terkait gangguan pembuluh darah otak.
Dukung Target Peningkatan Angka Harapan Hidup Nasional
Dalam arahannya di hadapan tenaga medis dan tamu undangan, Menkes Budi Gunadi Sadikin menekankan pentingnya pemerataan fasilitas kesehatan rujukan di tingkat kabupaten dan kota agar akses masyarakat terhadap layanan medis berkualitas semakin dekat.
“Sesuai arahan Presiden Prabowo, kita menargetkan kenaikan rata-rata angka harapan hidup masyarakat Indonesia dari 72 menjadi 76 tahun. Stroke merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi. Karena itu, penanganan yang cepat dan fasilitas medis yang mumpuni di tingkat kabupaten dan kota seperti di Batam sangat krusial agar 80 hingga 90 persen pasien dapat ditangani secara lokal,” ujar Budi.
Sebagai bentuk komitmen pemerintah pusat dalam mendukung transformasi layanan kesehatan daerah, Kementerian Kesehatan siap mengalirkan bantuan instrumen medis prioritas ke RSUD Embung Fatimah. Bantuan tersebut mencakup instrumen bedah saraf canggih, CT scan, C-Arm, mikroskop bedah (neuromicroscope), hingga endoscopic power.
Selain memperkuat layanan bedah saraf, Kemenkes juga terus mendorong optimalisasi program pelayanan kesehatan prioritas terpadu KJSU—yang meliputi layanan kanker, jantung, stroke, serta uronefro. Kendati demikian, Menkes tetap mengingatkan bahwa upaya pencegahan melalui edukasi di tingkat puskesmas dan posyandu agar masyarakat rutin memeriksa tekanan darah, gula darah, serta kolesterol tetap menjadi fondasi utama.
Kemandirian Layanan dan Penguatan SDM Berkualitas
Direktur RSUD Embung Fatimah, dr. Raden Roro Sri Widjayanti, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang tinggi atas dukungan penuh dari Kementerian Kesehatan dalam mendongkrak kualitas sarana, prasarana, serta kompetensi sumber daya manusia di rumah sakit tersebut.
Roro menjelaskan, dalam kurun waktu dua bulan terakhir, RSUD Embung Fatimah telah mampu mengoperasikan fasilitas CT scan secara mandiri. Hal ini membuat proses penegakan diagnosis kasus-kasus kompleks dapat diselesaikan secara cepat di dalam rumah sakit tanpa perlu merujuk pasien ke fasilitas lain.
“RSUD Embung Fatimah juga menerima dukungan enam dokter fellowship dari Kementerian Kesehatan, termasuk di bidang onkologi. Kami juga menyambut kedatangan dokter spesialis baru yang telah menyelesaikan pendidikan dokter spesialis dan subspesialis, di antaranya spesialis bedah vaskular serta spesialis kepala dan leher,” ungkap Roro.
Sebagai rumah sakit pemerintah tipe B di Kota Batam, RSUD Embung Fatimah mencatat tingkat keterisian tempat tidur (Bed Occupancy Rate / BOR) rata-rata berada di angka 88 persen, bahkan sempat menyentuh 96 persen pada Juni 2026 lalu. Tingginya angka kepercayaan masyarakat ini terus diimbangi dengan komitmen manajemen untuk menjaga mutu pelayanan yang berorientasi pada keselamatan pasien.
Berkat perencanaan strategis yang matang, RSUD Embung Fatimah juga berhasil masuk dalam jajaran rumah sakit daerah dengan pengajuan proposal jaringan sarana dan prasarana terbaik melalui program SIHREN untuk pemenuhan alat kesehatan canggih dari Kemenkes RI.
Pemko Batam Siap Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor
Sementara itu, Sekda Kota Batam, Firmansyah, menyambut baik peninjauan Menteri Kesehatan serta mengapresiasi pencapaian gemilang yang ditorehkan oleh tim medis RSUD Embung Fatimah. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Batam siap memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat guna memastikan mutu pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan, terus mengalami peningkatan yang berkelanjutan.
“Tentu, Pemko Batam sangat mengapresiasi Kementerian Kesehatan dan seluruh jajaran RSUD Embung Fatimah Kota Batam yang telah berhasil menjalankan operasi tersebut. Saya berharap layanan kesehatan di Batam ke depan terus meningkat,” pungkas Firmansyah. (Dan)
Editor: Ramadhan




















Komentar