oleh

Sekarang Paham, Ini Penjelasan Guru Besar ITB Mengapa Bensin Lebih Mudah Menguap daripada Solar

banner 468x60

Mengapa Bensin Lebih Mudah Menguap Daripada Solar?

Bensin lebih mudah menguap dibandingkan solar saat berada di suhu ruangan. Hal ini bukan sekadar mitos, melainkan merupakan fakta yang didasarkan pada sifat kimia dari kedua bahan bakar tersebut. Perbedaan ini juga menjadi alasan mengapa bensin lebih mudah terbakar daripada solar ketika terkena percikan api.

Perbedaan kecepatan penguapan ini sangat memengaruhi kinerja mesin kendaraan. Untuk menjelaskan hal ini secara lebih jelas, Guru Besar Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung (ITB), Tri Yuswidjajanto, memberikan penjelasan teknisnya.

banner 336x280

Menurut Tri, kecepatan penguapan bahan bakar minyak (BBM) dipengaruhi oleh sifat bawaan hidrokarbon dalam BBM. “Semakin panjang rantai kimianya, semakin sulit menguap. Sifat ini dikenal sebagai Reid Vapour Pressure (RVP), yaitu ukuran tekanan uap bahan bakar pada suhu tertentu (37,8°C). RVP menunjukkan seberapa mudah BBM menguap,” jelas Tri.

Struktur Kimia Bensin dan Solar

Bensin terdiri dari rantai karbon pendek (C5–C12), sehingga molekulnya ringan dan mudah menguap. Sementara itu, solar terdiri dari rantai karbon yang lebih panjang (C12–C20), membuat molekulnya lebih berat dan sulit menguap. Semakin panjang rantai karbon, semakin kuat gaya antar molekulnya, sehingga dibutuhkan suhu yang lebih tinggi untuk berubah menjadi gas.

Tri menjelaskan bahwa bensin memiliki nilai RVP antara 7 hingga 15 psi, sedangkan solar memiliki RVP yang jauh lebih rendah, yaitu sekitar 0,1 hingga 0,5 psi. Nilai RVP yang rendah ini menunjukkan bahwa solar lebih berat dan tidak mudah menguap.

Dampak pada Kinerja Mesin

Kecepatan penguapan ini juga menjadi faktor utama dalam kemudahan pembakaran bahan bakar. “Syarat BBM bisa terbakar adalah ketika uap BBM bercampur dengan udara lalu terkena percikan api atau panas,” tambah Tri.

Karena bensin mudah menguap, maka cukup dengan percikan api untuk menyalakan mesin. Sementara itu, solar membutuhkan sistem khusus untuk membakarnya. Pada mesin diesel, diperlukan sistem bahan bakar yang mampu menginjeksikan solar menjadi kabut halus dan kompresi mesin yang tinggi untuk menghasilkan panas yang cukup.

“Saat solar sudah menjadi uap, suhunya panas karena kompresi, sehingga solar akan terbakar sendiri. Sementara pada mesin bensin, kompresi cenderung lebih rendah dan pengkabutan tidak harus dilakukan dengan injektor bertekanan tinggi,” jelas Tri.

Contoh Sistem Bahan Bakar yang Berbeda

Pada mobil lawas dengan sistem bahan bakar karburasi, bensin hanya disemprotkan karena gaya vakum dari udara masuk. Hal ini sudah cukup untuk mengubah bensin menjadi uap dan mudah terbakar dengan percikan api. Sedangkan pada mesin diesel, sistem injeksi dan kompresi tinggi menjadi kunci utama dalam proses pembakaran.

Kesimpulan

Dengan demikian, alasan bensin lebih mudah menguap ketimbang solar adalah karena struktur kimia yang berbeda. Bensin memiliki rantai karbon pendek dan nilai RVP yang lebih tinggi, sehingga lebih mudah menguap dan terbakar. Sementara solar memiliki rantai karbon panjang dan nilai RVP yang rendah, sehingga sulit menguap dan memerlukan sistem khusus untuk pembakaran.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *