Penyebab Andropause pada Pria dan Cara Mengatasinya
Andropause, atau penurunan kadar hormon testosteron pada pria, adalah proses alami yang terjadi seiring bertambahnya usia. Namun, menurut dr Boyke Dian Nugraha, seorang seksolog, kondisi ini bisa muncul lebih cepat jika pola hidup tidak dijaga dengan baik, terutama sejak usia 30-an. Banyak pria muda mengeluhkan gejala seperti tubuh yang mudah lelah, libido menurun, hingga perut yang semakin buncit. Padahal, gejala-gejala tersebut sering kali berkaitan langsung dengan penurunan produksi testosteron.
Dr Boyke menjelaskan bahwa ada empat pola hidup sehat yang dapat membantu menunda andropause dan menjaga kesehatan reproduksi pria secara optimal. Berikut penjelasannya:
1. Perbaiki Pola Makan: Tinggi Protein, Hindari Lemak
Testosteron sangat bergantung pada asupan protein yang cukup. Oleh karena itu, pria dianjurkan untuk lebih banyak mengonsumsi daging tanpa lemak, seperti ikan dan dada ayam. Sebaliknya, makanan berlemak, santan, gorengan, serta gula harus dihindari karena dapat menyebabkan pembuluh darah menjadi kaku dan aliran darah tidak lancar.
“Makanan berlemak dan gula membuat pembuluh darah kaku dan aliran darah jadi tidak lancar. Padahal aliran darah yang maksimal sangat penting,” tegas dr Boyke.
Ia juga menyarankan untuk mengurangi konsumsi nasi putih dan menggantinya dengan pola makan yang lebih seimbang, terutama setelah memasuki usia 30 tahun.
2. Hindari Rokok dan Vape untuk Menjaga Kesehatan Pembuluh Darah
Salah satu penyebab utama penurunan fungsi hormonal pada pria adalah nikotin dari rokok maupun vape. Nikotin dapat menyempitkan pembuluh darah, sehingga mengganggu aliran darah ke organ vital. Akibatnya, kemampuan seksual dan produksi testosteron ikut menurun.
“Nikotin itu yang paling-paling membuat aliran darah tertutup,” ujarnya. Untuk menjaga kesehatan hormonal, penggunaan rokok dan vape harus diminimalkan atau dihentikan sama sekali.
3. Tidur Minimal 7 Jam untuk Memperkuat Tubuh
Tidur merupakan bagian terpenting dari pola hidup sehat pria. Kurang tidur meningkatkan hormon ghrelin, yang memicu rasa lapar dan keinginan untuk ngemil berlebihan. Jika tidur kurang dari enam jam, risiko penyakit degeneratif meningkat, imunitas menurun, dan tubuh terasa loyo.
“Kalau tidur kurang, pembentukan sel-sel baru turun. Akhirnya badan jadi loyo,” jelas dr Boyke. Oleh karena itu, tidur minimal tujuh jam per hari sangat dianjurkan untuk menjaga kesehatan dan stamina.
4. Kendalikan Stres untuk Mencegah Penyempitan Pembuluh Darah
Stres berkepanjangan dapat memicu hormon epinefrin yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah, baik di otak maupun area lain. Hal ini meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, dan penurunan kesehatan seksual.
Dr Boyke menyebut stres akibat ketakutan, kecemasan finansial, hingga penyesalan berlebihan sebagai pemicu utama penyempitan pembuluh darah. Oleh karena itu, manajemen stres sangat penting untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan.
Tanda-Tanda Penurunan Testosteron yang Sering Diabaikan
Salah satu tanda paling mudah dikenali dari penurunan testosteron adalah perut yang semakin buncit. Lemak perut akan mengalami proses aromatisasi menjadi estrogen, yang kemudian menekan produksi testosteron.
“Karena itu banyak pria usia 35–40 tahun testosteronnnya sudah rendah sekali,” kata dr Boyke.
Dengan menjaga pola hidup sehat, pria dapat memperlambat proses andropause dan menjaga kesehatan reproduksi serta stamina secara optimal.














Komentar