oleh

Emosi Ayah Korban Ledakan SMAN 72: Anak Luka Parah Justru Dicurigai, Rumah Terancam Digeledah

banner 468x60

Pesan Menyentuh dari Korban Ledakan SMAN 72 Jakarta

Di tengah kekacauan dan kepedihan yang meliputi para korban ledakan di lingkungan SMAN 72 Jakarta, muncul sebuah kisah menyentuh dari seorang siswa bernama LH (16), yang mengalami luka bakar berat. Luka tersebut mencakup wajah, kepala, dada, dan kaki, sehingga membutuhkan perawatan intensif di ICU Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ) Cempaka Putih.

LH mengalami luka bakar grade 3 yang sangat serius hingga mencapai otot dan tulang. Kondisi ini memaksa tim medis untuk melakukan cangkok kulit (skin grafting) sebagai bagian dari proses pemulihan. Meski kondisinya sangat kritis, ia tetap berjuang untuk menyampaikan pesan kepada orang tuanya, meskipun komunikasi hanya bisa dilakukan melalui tulisan karena kesulitan berbicara.

banner 336x280

Dalam kondisi sulit berbicara, LH menulis pesan di secarik kertas yang kemudian dibacakan oleh ayahnya, Andri (41), kepada wartawan di rumah sakit pada Selasa (11/11/2025). Pesannya singkat namun penuh makna: “Tolong, Ma, Ayah. Ini harus diusut.”

Pesan itu disampaikan sebagai permintaan LH agar kebenaran terungkap secepat mungkin. Menurut Andri, permintaan ini bukan sekadar emosi, melainkan harapan agar penegak hukum segera memberikan penjelasan jelas terkait peristiwa yang menimpa putranya. Ia berharap informasi terbuka dapat memberi semangat bagi LH untuk pulih.

Dugaan Salah Arah: LH Sempat Dicurigai Sebagai Pelaku

Andri mengungkapkan bahwa dirinya sempat kecewa karena pihak kepolisian awalnya menduga LH sebagai pelaku ledakan. Hal ini membuat keluarga merasa tidak nyaman, terutama karena penggeledahan di rumah mereka dilakukan saat Andri sedang menjenguk anaknya di rumah sakit. Namun, tidak ada barang mencurigakan yang ditemukan. Andri menegaskan bahwa LH adalah anak yang baik, gampang senyum, dan tidak pernah neko-neko.

Kondisi LH yang sulit berbicara membuat komunikasi hanya bisa dilakukan lewat tulisan. Seluruh tubuhnya diperban, dengan ventilator terpasang di mulutnya. Meski begitu, ia masih berusaha menyampaikan pesan-pesan sederhana, seperti pertanyaan “Kenapa saya ada di sini?” kepada dokter.

Perawatan Intensif dan Rencana Cangkok Kulit

Direktur Utama RSIJ Cempaka Putih, Jack Pradono Handojo, menyebutkan bahwa enam dokter spesialis menangani LH secara multidisipliner. Mereka mempertimbangkan skin grafting di bagian wajah untuk memperbaiki jaringan yang rusak akibat luka bakar parah. Meski demikian, pemulihan total tidak bisa dijamin 100 persen.

Selain LH, beberapa korban lain juga mengalami gangguan pendengaran hingga 90 persen akibat trauma suara ledakan. Awalnya, gangguan ini diperkirakan sebesar 75 persen, namun setelah pemeriksaan lebih lanjut, ternyata tingkat gangguannya lebih dari 90 persen. Gangguan ini berpotensi memengaruhi masa depan para siswa, terutama jika mereka memiliki cita-cita menjadi pilot atau TNI.

Di sisi lain, RS Yarsi Cempaka Putih juga masih merawat 11 korban lainnya. Beberapa dari mereka menjalani terapi hiperbarik untuk memperbaiki fungsi pendengaran. Dengan oksigen bertekanan tinggi, tim medis berharap jaringan dan organ pendengaran bisa cepat pulih.

Tragedi yang Mengingatkan Kita akan Kehidupan

Tragedi di SMAN 72 Jakarta menjadi pengingat betapa tipisnya jarak antara rutinitas sekolah dan musibah besar. Di balik perban dan luka bakar, ada seorang remaja bernama LH yang masih berjuang tak hanya untuk sembuh, tapi juga untuk menuntut kebenaran yang seharusnya tidak tertutup abu ledakan.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *