MADIUN,
Linda Purwati (45), seorang guru di salah satu PAUD Tawangrejo, Kota Madiun, Jawa Timur, tidak pernah membayangkan bahwa putrinya semata wayang, Renanda Maharani Kharisma Wardhana (20), akan menghilang tanpa jejak.
Pada Senin (3/11/2025) pagi, Risma pamit kepada orangtuanya untuk mengaji di Jalan Trengguli Kota Madiun. Ia naik sepeda listrik dan tidak memberi tahu ke mana tujuannya setelah itu. Namun, hingga siang hari, Risma belum kembali ke rumah.
Linda awalnya tidak percaya jika anaknya akan hilang. Terlebih, ia sudah memperingatkan Risma agar mengikuti kegiatan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) yang berada dekat dengan rumahnya usai mengaji. Namun, Risma tidak muncul sama sekali.
Kemudian, Linda mencoba mendatangi tempat mengaji Risma. Di sana, anak dari guru lain mengaku melihat Risma, tetapi korban langsung pulang karena kegiatan mengaji sedang libur.
Selama seminggu terakhir, Linda telah berkeliling ke berbagai tempat di Kota Madiun untuk mencari keberadaan Risma. Ia juga menghubungi keluarga yang tinggal di luar kota.
“Kami sudah mencari kemana-mana mulai dari tempat mengaji, ke rumah teman, dan saudara yang berada di luar Madiun. Tetapi sampai sekarang belum ketemu juga,” ujar Linda dengan mata berkaca-kaca.
Linda akhirnya melaporkan kehilangan anaknya ke Polsek Kartoharjo. Namun, hingga lebih dari seminggu, polisi belum menemukan keberadaan Risma.
Saat meninggalkan rumah, Risma mengenakan pakaian gamis warna merah marun dan jilbab merah. Korban mengendarai sepeda motor listrik merek Goda berwarna hijau toska.
Selama di rumah, Risma dikenal sebagai gadis yang taat kepada orangtua dan pendiam. Jika bepergian, Risma selalu memberitahu orangtuanya.
Namun, Risma sempat mengalami depresi karena dua kali gagal dalam ujian masuk Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada dua tahun terakhir. Meski begitu, kondisi mental Risma disebut sudah membaik setelah mendapatkan perawatan dari dokter di RSUD dr. Soedono Madiun.
Setelah depresi, dokter menyarankan Risma untuk tidak menggunakan handphone sementara waktu. Oleh karena itu, Linda memastikan Risma tidak bermain media sosial sebelum menghilang dari rumah.
Sampai saat ini, Linda dan suaminya, Mulawardana, hanya bisa pasrah dan berdoa agar Risma selamat dan dalam kondisi sehat. Mereka juga berharap polisi dapat membantu mencari keberadaan anak mereka yang sudah lebih dari seminggu tidak pulang.
Kanit Reskrim Polsek Kartoharjo, AKP Satrio Teguh Pranowo, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan pencarian terhadap Risma. Namun, hingga saat ini belum ada titik terang tentang keberadaannya.
“Kami sudah melakukan penyelidikan dengan mencari di titik-titik keberadaan korban dan teman korban. Kami saat ini terus memperdalam dengan berbagai petunjuk yang ada. Semoga hari ini ada titik terang,” kata Satrio.
Satrio mengimbau masyarakat yang melihat atau mengetahui keberadaan Risma untuk segera melapor ke kantor polisi terdekat. Warga juga bisa menghubungi call center polisi 112 bila menemukan korban.














Komentar