Sorot1.id — Selama 38 tahun sejak berdiri pada 1987, Panbil Group terus membuktikan komitmennya sebagai salah satu pilar utama dalam kemajuan ekonomi Kota Batam. Peran aktif Panbil dalam mengembangkan kawasan industri strategis tidak hanya menarik investasi, tetapi juga menjadi motor penggerak utama dalam penciptaan lapangan kerja, sebuah langkah krusial mengingat tingginya angka pengangguran di wilayah ini.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) per Februari 2025 menunjukkan bahwa angka pengangguran di Batam masih menjadi perhatian serius, dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kepulauan Riau mencapai 6,89 persen. Secara spesifik, TPT Batam pada tahun 2024 berada di angka 7,68 persen, mengindikasikan bahwa sekitar tujuh hingga delapan dari setiap 100 angkatan kerja di Batam belum terserap.
Menjawab tantangan tersebut, Corporate Marketing Communication Manager, Hanna Kurniawati melalui keterangan yang tertulisnya, Rabu (15/10/2025) menyampaikan, Panbil Group kini tengah menggarap tiga proyek pengembangan kawasan industri berskala besar di Batam dan sekitarnya, yang dirancang untuk menyerap ratusan ribu tenaga kerja.
* Kawasan Industri Muka Kuning Tahap 2: Setelah sukses dengan Kawasan Industri Muka Kuning seluas 100 hektar yang dibangun sejak 1999 dan kini menampung lebih dari 20.000 pekerja, Panbil melanjutkan ekspansi ke tahap 2. Kawasan ini telah menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi paling produktif di Batam.
* Kawasan Industri Tembesi (Sagulung): Dengan luas sekitar 100 hektar, kawasan baru ini akan difokuskan pada industri elektronik. Diperkirakan, proyek ini akan menciptakan peluang kerja yang signifikan, dengan potensi penyerapan hingga 30.000 tenaga kerja. PT Tanjung Piayu Makmur selaku pengembang bahkan telah membidik investor besar dari Singapura, China, Jepang, Jerman, dan Amerika Serikat untuk berinvestasi di kawasan yang mengusung konsep ramah lingkungan, Eco Low-Carbon Industrial Park.
* KEK Tanjung Sauh: Panbil Group juga melebarkan sayap ke Pulau Tanjung Sauh, sekitar 2 kilometer dari Batam. Melalui PT Batam Raya Sukses Perkasa, kawasan seluas 800 hektar ini telah ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) berdasarkan PP Nomor 24 Tahun 2024. Proyek strategis ini ditargetkan mampu menyerap 18.000 tenaga kerja hingga 2030. Hingga tahun 2025, KEK Tanjung Sauh telah berhasil mempekerjakan 817 orang.
Pengembangan di tiga lokasi besar ini adalah bukti nyata keseriusan Panbil Group dalam menyediakan lapangan pekerjaan bagi 1,3 juta lebih jiwa warga Kota Batam dan para pendatang.
Panbil Group menegaskan komitmen penuhnya untuk memperkuat Batam sebagai pusat industri dan investasi unggulan di Indonesia. Melalui proyek-proyek strategis berkelanjutan ini, Panbil Group secara aktif membangun fondasi ekonomi Batam yang lebih kokoh dan berkelanjutan di masa depan. (Zul)
Redaktur : Ramadan














Komentar