Pemikiran tentang Durian sebagai Buah Nasional Malaysia
KUALA LUMPUR — Pemerintah Malaysia mulai menanggapi serius usulan dari asosiasi produsen durian yang meminta agar buah berduri itu diakui secara resmi sebagai buah nasional negara. Usulan ini diajukan oleh Durian Manufacturer Association (DMA) melalui Kementerian Pertanian dan Keamanan Pangan pada 8 September lalu.
Selama ini, durian dikenal luas sebagai “raja segala buah” dan menjadi kebanggaan Malaysia di kancah internasional. Namun, berbeda dengan bunga raya (hibiscus) yang sudah diakui sebagai bunga nasional atau harimau yang tampil di lambang negara, durian belum pernah memperoleh status serupa.
Usulan DMA
Presiden DMA, Eric Chan, mengatakan bahwa durian bukan sekadar hasil pertanian, melainkan bagian dari jati diri bangsa. “Durian bukan hanya buah biasa. Ini adalah bagian dari identitas nasional kita,” ujar Chan. “Setiap warga Malaysia, tanpa memandang latar belakang, pasti punya kisah tentang durian—kenangan, tradisi, atau momen yang menyatukan kita semua,” katanya.
DMA juga mengusulkan agar tanggal 7 Juli ditetapkan sebagai Hari Durian Nasional, bertepatan dengan puncak musim panen durian di Malaysia. Menurut Chan, hari tersebut dapat dirayakan dengan festival, kunjungan kebun, pameran, hingga kegiatan yang melibatkan petani dan pencinta durian di seluruh negeri. “Ini akan menjadi hari bagi semua orang—mulai dari pekerja kebun hingga penikmat durian—untuk merayakan apa yang membuat durian kita begitu istimewa,” tambahnya.
Tanggapan Pemerintah
Menanggapi usulan tersebut, Direktur Jenderal Departemen Pertanian Malaysia, Nor Sam Alwi, membenarkan bahwa pemerintah telah menerima permohonan resmi dari DMA. Ia menegaskan bahwa penetapan durian sebagai buah nasional memerlukan kajian komprehensif. “Keputusan untuk menobatkan sebuah buah sebagai buah nasional harus melalui pertimbangan menyeluruh oleh berbagai lembaga pemerintah,” jelasnya.
Nor Sam menjelaskan, faktor-faktor seperti dampak sosial ekonomi, nilai ekspor, warisan budaya, penerimaan publik, serta kontribusi buah tersebut terhadap sektor pertanian nasional akan menjadi bahan pertimbangan utama. “Saat ini, kementerian sedang meninjau usulan ini bersama departemen dan lembaga terkait untuk memastikan keputusan yang diambil dilakukan secara hati-hati dan menyeluruh,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa sejauh ini belum ada deklarasi resmi dari pemerintah yang menetapkan durian sebagai buah nasional, maupun penetapan bulan Juli sebagai Hari Durian Nasional. “Apabila usulan ini disetujui di masa mendatang, pengumuman resminya akan dilakukan oleh kementerian setelah mendapat persetujuan pemerintah,” tambahnya.
Durian Malaysia di Mata Dunia
Malaysia dikenal sebagai penghasil beberapa varietas durian unggulan dunia seperti Musang King (D197), Black Thorn (D200), dan D24. Buah-buah ini telah menembus pasar global dan menjadikan Malaysia salah satu pusat durian premium dunia.
Pemerintah Malaysia melalui Intellectual Property Corporation of Malaysia (MyIPO) juga baru-baru ini memperpanjang status Geographical Indication (GI) durian Musang King hingga Maret 2034. Status ini melindungi keaslian produk dan mencegah negara lain mengklaim nama tersebut.
“Perpanjangan GI ini ibarat cap paspor bagi Musang King,” kata Chan. “Itu membuktikan asalnya benar-benar dari Malaysia dan menjadi kebanggaan bagi para petani serta produsen yang telah membangun merek global dari akar lokal.”
Chan menambahkan, pengakuan durian sebagai buah nasional dapat memperkuat inovasi, riset, dan pengembangan agrowisata. Banyak pengusaha lokal kini bereksperimen dengan produk turunan durian, seperti kopi, kue, hingga permen.














Komentar