oleh

Pengecekan Bahaya Produk di Pasar Kreneng Jelang Galungan Bali

-Berita-30 Dilihat
banner 468x60

Penemuan Produk Berbahaya di Pasar Kreneng Jelang Galungan

Menjelang Hari Raya Galungan yang jatuh pada hari ini, Rabu 19 November 2025, Balai Besar POM (BBPOM) melakukan pengawasan terhadap berbagai produk makanan di Pasar Kreneng, Denpasar, Bali. Hasil dari pengawasan tersebut menunjukkan adanya enam produk makanan yang mengandung bahan berbahaya.

Kepala BBPOM di Denpasar, I Gusti Ayu Adhi Aryapatni, menjelaskan bahwa pihaknya telah memilih 22 sampel produk untuk diperiksa. Sampel-sampel tersebut dipilih karena sering dibeli oleh masyarakat Denpasar dalam rangka persiapan perayaan Galungan dan Kuningan. Produk-produk ini mencakup empat jenis bahan berbahaya yang biasa digunakan secara ilegal dalam industri makanan.

banner 336x280
  • Dari 22 sampel, sepuluh produk seperti terasi lombok, jajan kukus, jaja begina, arum manis, biji pink daluman, dan ragam jajan Bali untuk keperluan upakara diambil untuk menguji rhodamin B atau pewarna tekstil merah.
  • Delapan produk lainnya seperti cumi, teri medan, dan sudang lepet diuji formalin.
  • Sisanya, yaitu krupuk diuji boraks, sedangkan roti kukus diuji metanil yellow.

Pemilihan sampel dilakukan atas dasar kecurigaan tim BBPOM melihat tampilan kondisi produk dan kemasannya. Hasilnya, ditemukan enam produk yang mengandung bahan berbahaya.

Temuan Bahan Berbahaya

Dari keenam produk tersebut, tiga di antaranya mengandung formalin dengan jenis produk teri medan, cumi kering, dan cumi basah, dengan kandungan formalin sebesar 13,5 persen. Sementara itu, tiga produk lainnya mengandung pewarna tekstil rhodamin B. Saat pengujian, cairan putih di tabung reaksi menghasilkan lingkaran cincin pink di ujung permukaan.

“Yang positif rhodamin B itu ada tiga, jadi ada terasi lombok dan terasinya ini juga tanpa izin edar, tiga-tiganya terasi yang kita cek positif 13,5 persen, di atasnya ada cincin pink, kalau tidak mengandung tidak ada cincin,” ujar Ayu Adhi.

Tindakan yang Diambil

BBPOM memutuskan tidak menyita keenam produk tersebut, tetapi hanya memberikan pembinaan kepada pedagang. Pedagang diminta untuk mengembalikan produk ke penyedia agar modal mereka tidak hangus.

Ayu Adhi mengimbau kepada masyarakat Bali untuk lebih teliti dalam membeli produk, terutama menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan. Ada potensi besar produsen atau pedagang nakal menjual produk berbahaya dan kedaluwarsa.

“Kalau Galungan justru yang jajan-jajan untuk sajen ini selalu cek juga higienisnya, bagaimana kondisi lingkungannya agar bersih, kalau cemaran kimia yang warna-warna mencolok ini, juga jangan lupa cek KLIK yaitu kemasan, label, izin, dan kedaluwarsanya,” ujarnya.

Beruntungnya, dalam sidak BBPOM kali ini tidak ditemukan kandungan berbahaya pada produk jajan upakara yang wajib ada saat hari raya. Namun, yang masih menjadi perhatian adalah produk yang kemungkinan tidak diproduksi di dalam Bali.

Tanggapan dari Kepala Pasar

Kepala Pasar Unit Pasar Kreneng Denpasar, I Gusti Ngurah Arya Kusuma, memastikan akan mengikuti arahan BBPOM dengan menegur pedagang dan mengawasi agar tidak kembali diedarkan.

“Yang jelas kami suruh berhenti dulu, kalau penyitaan belum ada perintah jadi kami imbau bagaimana menghentikan barang tersebut, tegur lagi kalau dijual kembali, kami evaluasi,” ujarnya.

“Biasanya kami diajak kucing-kucingan seperti sekarang pedagang yang ditemukan itu sudah tutup tapi besok kami akan turun mengawasinya,” sambung kepala pasar.


banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *