Kematian Dosen Untag Semarang, DLL: Terungkap Hubungan Terlarang dengan AKBP Basuki
Kematian dosen Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang, DLL, yang ditemukan meninggal di kamar hotel Jalan Telaga Bodas Raya, Gajahmungkur, Semarang pada Senin (17/11/2025), terus mengungkap fakta baru. Hasil autopsi sementara menyatakan korban alami pecah jantung akibat aktivitas berlebihan sebelum ditemukan tanpa busana di kamar 210 kostel tersebut.
AKBP Basuki, yang saat itu berada di kamar bersama DLL, menjadi saksi utama dalam kasus ini. Hubungan antara keduanya akhirnya terbongkar ke publik, meski awalnya dia sempat mengelak. Terungkap bahwa DLL dan AKBP Basuki tinggal bersama selama sekitar lima tahun, meskipun Basuki masih memiliki status pernikahan sah dan hanya pisah ranjang dengan istrinya.
Sebelum wafat, DLL sempat diperingatkan oleh rekannya, Kastubi, agar berhati-hati menjalin hubungan dengan AKBP Basuki karena statusnya yang masih beristri. Peringatan ini disampaikan secara spontan setelah Kastubi melihat AKBP Basuki membantu menurunkan barang pribadi DLL selepas pulang dari luar kota. Saat itu, AKBP Basuki menggunakan sepatu pantofel dinas dan seragam dinas, yang membuat banyak orang menyadari kehadirannya di kampus.
Kastubi mengungkap bahwa ia sudah mengetahui hubungan dekat antara DLL dan AKBP Basuki sejak awal tahun 2024. Ia mengetahui awal hubungan mereka ketika melihat AKBP Basuki menjemput DLL di kampus setelah tugas kampus dari Bali. Saat itu, DLL menyampaikan bahwa AKBP Basuki adalah kekasihnya. Meski Kastubi merasa heran dengan usia Basuki, DLL hanya tertawa dan tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.
Mulai saat itu, Kastubi mulai mengingatkan DLL agar lebih berhati-hati. Ia mengingatkan DLL tentang risiko hubungan dengan seorang polisi, termasuk kemungkinan tindakan kekerasan jika terjadi konflik. Selain itu, Kastubi juga memperingatkan DLL tentang status AKBP Basuki yang telah berkeluarga. Meski Basuki diketahui hanya pisah ranjang dengan istri sahnya, hal ini tetap dianggap tidak etis.
Namun, nasihat Kastubi tidak dihiraukan oleh DLL. Menurut Kastubi, DLL selama ini mengidamkan sosok polisi sebagai pasangan hidupnya. Sebelum menjalin asmara dengan AKBP Basuki, korban juga pernah menjalin hubungan dengan seorang polisi lain, namun hubungan itu kandas.
Kastubi mengungkap fakta ini untuk mencari kebenaran material dan mencegah informasi yang tersebar menjadi sepotong-sepotong. Ia menegaskan tidak ada niat untuk menyudutkan atau memfitnah siapa pun.
Keluarga Tidak Mengetahui Hubungan Terlarang
Kuasa hukum keluarga DLL, Zainal Abidin Petir, mengungkap bahwa pihak keluarga sama sekali tidak mengetahui hubungan dosen Untag Semarang itu dengan AKBP Basuki. Zainal mengungkap bahwa selama ini keluarga tidak tahu apakah DLL dan AKBP Basuki memiliki hubungan.
Namun, kecurigaan keluarga mulai muncul setelah mengetahui DLL masuk dalam daftar keluarga dalam kartu keluarga (KK) AKBP Basuki. Padahal, AKBP Basuki masih memiliki seorang istri dan anak. Kejanggalan ini membuat keluarga mulai menebak-nebak apakah ada hubungan asmara antara DLL dan AKBP Basuki.
Curiga ini semakin kuat setelah ditemukan bahwa DLL dan AKBP Basuki tinggal satu kamar. Pihak keluarga lantas bertanya-tanya apakah keduanya memang memiliki hubungan asmara.
Zainal menambahkan bahwa DLL selama ini hanya memiliki dua orang kakak, sementara kedua orang tuanya telah meninggal dunia. Kedua kakak DLL juga sama sekali tak pernah mendengar hubungan asmara sang adik dengan seorang polisi. Mereka tidak pernah mendengar informasi tentang pacaran dengan seorang polisi.

















Komentar