Kriteria Pelatih Timnas Indonesia yang Ideal
Pengamat sepak bola nasional, Mohamad Kusnaeni menilai bahwa Timnas Indonesia membutuhkan pelatih berprofil tinggi yang mampu disegani para pemain skuad Garuda yang kini banyak merumput di Eropa. Menurutnya, PSSI tidak boleh terjebak pada nama besar dalam curriculum vitae (CV) belaka dalam memilih pelatih baru.
Dengan lima nama asing yang masuk radar PSSI dan kalender FIFA yang kian mepet, Kusnaeni meminta federasi bersikap rasional. Ia menekankan pentingnya mencari pelatih yang kompeten, berprofil tinggi, serta memahami sepak bola Asia. Menurutnya, PSSI tidak boleh sekadar mengejar nama besar dalam menentukan pelatih baru Timnas Indonesia.
Menurut Kusnaeni, pelatih ideal timnas harus memenuhi tiga syarat utama: kompetensi teknis, profil tinggi untuk dihormati pemain, serta kecocokan dengan kebutuhan dan kemampuan finansial federasi. Dalam perbincangan dengan Kompas TV, Sabtu (22/11/2025) malam, ia menyatakan bahwa pelatih timnas harus memiliki profil yang kuat agar mendapat respek dari pemain-pemain Indonesia yang kini banyak bermain di klub-klub Eropa.
“Pemain kita sekarang profilnya tinggi. Mereka main di klub-klub kuat di Eropa. Jadi pelatihnya harus punya profil yang tidak kalah tinggi supaya dihormati,” ujar Kusnaeni.
Nama-Nama yang Masuk Radar PSSI
Sejumlah nama pelatih yang disebut berada dalam radar PSSI, menurut Kusnaeni, ada lima nama yang paling sering dibicarakan yakni:
- Heimir Hallgrímsson – Mantan pelatih Islandia yang kini menangani Irlandia.
- Jesus Casas – Pelatih kepala Timnas Irak.
- Boyan Hodak – Pelatih Persib yang membawa timnya juara Liga 1 back-to-back.
- Timur Kapadze – Mantan pelatih Uzbekistan.
- Pelatih-pelatih asal Belanda, seperti Giovanni van Bronckhorst.
“Ya, kita sudah mendengar nama-nama itu beredar di media sosial ya. Bahkan di media online juga sudah banyak sebut-sebut. Satu hal yang pasti, seorang pelatih tim nasional itu, samping dia sudah selesai dengan persoalan teknis, kualitas dan sertifikasinya harus sudah memenuhi syarat,” kata Kusnaeni.
Namun yang terpenting katanya, pelatih baru mesti memiliki profil tinggi yang disegani serta memahami sepak bola Asia. Dari seluruh nama tersebut, Kusnaeni menilai Hallgrímsson memiliki profil paling tinggi.
“Kalau lihat profilnya, Helgrimson salah satu yang paling memenuhi syarat,” ujarnya.
Namun ia mengingatkan bahwa pilihan akhir tetap bergantung pada kecocokan visi dan kemampuan finansial. Kusnaeni menegaskan PSSI harus fokus pada tiga faktor inti, yakni:
- Kompetensi teknis, rekam jejak, dan sertifikasi pelatih.
- Profil tinggi yang membuat pelatih disegani pemain.
- Kesesuaian antara kebutuhan timnas, standar pelatih, dan kemampuan finansial PSSI.
Kombinasi Ideal: Pelatih Eropa dan Asia
Kusnaeni menjelaskan bahwa pelatih Eropa memiliki kelebihan karena memahami karakter pemain Indonesia yang kini banyak berkarier di benua tersebut. Namun pelatih Asia juga memiliki kekuatan tersendiri karena lebih memahami dinamika kompetisi di kawasan.
Pelatih ideal, kata Kusnaeni, adalah pelatih Eropa yang juga memahami sepak bola Asia.
“Untung kalau pelatih itu orang Eropa tapi pernah melatih tim Asia. Itu kombinasi bagus,” ujarnya.
Boyan Hodak disebut sebagai kandidat kuat berkat rekam jejaknya di Asia Tenggara dan keberhasilannya membawa Persib juara dua musim beruntun. Namun menurut Kusnaeni, masih ada aspek yang harus dibandingkan.
“Rekam jejak Boyan bagus, paham sepak bola Asia. Tapi apakah profilnya cukup tinggi untuk dihormati pemain? Itu nanti dibandingkan dengan kandidat lain seperti Helgrimson,” katanya.
Walau pengalaman pahit PSSI bersama Patrick Kluivert masih membekas, Kusnaeni tidak menutup kemungkinan pelatih Belanda kembali dikontrak. Ia menyebut Giovanni van Bronckhorst sebagai nama yang layak dipertimbangkan karena memiliki kedekatan budaya dan catatan karier yang lebih meyakinkan.
Menurut Kusnaeni, negosiasi angka bisa menjadi penentu final. Ia mencontohkan bahwa gaji pelatih kelas dunia bisa sangat bervariasi.
“Kalau harga pasaran misalnya 450 miliar per tahun tapi pelatih minta 700 miliar, itu menjadi persoalan,” ujarnya.
Waktu yang Sangat Terbatas
Dengan padatnya agenda FIFA Matchday dan kalender sepak bola 2025, Kusnaeni menilai PSSI harus bergerak cepat.
“Kalau bisa Desember sudah ada pelatih baru. Supaya tim bisa siap untuk FIFA Matchday Februari,” ujarnya.
Kusnaeni berharap proses seleksi berjalan profesional agar Timnas Indonesia dapat kembali bersaing optimal di level Asia dan menyiapkan diri menuju target jangka panjang, termasuk impian tampil di Piala Dunia.
Kandidat Terkuat: Heimir Hallgrimsson
Nama pelatih tim nasional Irlandia, Heimir Hallgrimsson, disebut Kusnaeni menjadi kandidat terkuat mengisi kursi pelatih Timnas Indonesia yang kini kosong. Heimir Hallgrimsson disebut sebagai salah satu kandidat yang tengah dipertimbangkan oleh PSSI untuk menggantikan Patrick Kluivert.
Laporan ini pertama kali muncul melalui media asal Irlandia, Irish Examiner, yang menyebut bahwa PSSI tengah memantau situasi Heimir Hallgrimsson. Pelatih berusia 57 tahun itu kini masih menangani Timnas Irlandia, tetapi masa depannya bergantung pada hasil dua laga penting di Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Portugal dan Hungaria.
Tim Irlandia saat ini berada di Grup F dan menempati posisi ketiga klasemen sementara. Untuk menjaga peluang lolos ke babak play-off, mereka setidaknya harus memenangkan satu dari dua laga tersisa di fase grup. Hasil dari pertandingan ini akan sangat menentukan masa depan Heimir Hallgrimsson.
Jika Irlandia gagal menembus babak berikutnya, kontraknya bisa saja tidak diperpanjang — membuka peluang bagi PSSI untuk melakukan pendekatan resmi.
Situasi tersebut membuat rumor mengenai ketertarikan PSSI terhadap Hallgrimsson semakin kuat. Terlebih karena federasi di bawah kepemimpinan Erick Thohir tengah mencari pelatih berpengalaman untuk melanjutkan proyek jangka panjang Timnas Indonesia.
Gaya Mengatur Tim
Dikenal sebagai pelatih yang disiplin taktik, Heimir Hallgrimsson sering menerapkan gaya bermain berbasis serangan balik cepat. Pendekatan ini ia gunakan saat melatih berbagai tim, mulai dari Islandia, Jamaika, hingga Irlandia.
Salah satu pencapaian terbesar Hallgrimsson terjadi di Euro 2016, ketika ia membawa Islandia mengalahkan Inggris di babak 16 besar dengan hanya 37 persen penguasaan bola. Hasil itu menjadi salah satu kisah paling bersejarah dalam sepak bola Eropa modern.
Selain itu, Hallgrimsson juga dikenal sebagai pelatih yang mampu menyulitkan tim-tim besar dunia. Di Piala Dunia 2018, ia berhasil membuat Islandia menahan imbang Argentina yang diperkuat Lionel Messi. Dua tahun sebelumnya, ia membawa Islandia menembus babak perempat final Euro 2016, yang merupakan pencapaian tertinggi dalam sejarah sepak bola negara tersebut.

















Komentar