oleh

Renungan Katolik: Raja yang Terluka pada 23 November 2025

-Berita-34 Dilihat
banner 468x60

Renungan Harian Katolik: Kebesaran Seorang Raja yang Terluka

Renungan harian Katolik untuk Hari Raya Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam, Hari Orang Muda Sedunia, Santo Klemens I Paus dan Martir, serta Santo Kolumban Pengaku Iman, memiliki tema “Kebesaran Seorang Raja yang Terluka”. Dengan warna liturgi putih, renungan ini mengajak kita untuk merenungkan makna sejati dari kematian Yesus di kayu salib.

Bacaan Liturgi

Bacaan Pertama:

Dari kitab 2 Samuel 5:1-3, kita membaca bagaimana rakyat Israel memilih Daud sebagai raja. Mereka mengakui bahwa ia adalah pemimpin yang telah memimpin perjuangan mereka selama masa pemerintahan Saul. Daud kemudian diurapi menjadi raja atas Israel, menandai awal era baru bagi bangsa tersebut.

banner 336x280

Mazmur Tanggapan:

Mazmur 122.1-2.4-5 mengingatkan kita akan kegembiraan saat berada di Yerusalem, tempat orang-orang berkumpul untuk menyembah Tuhan. Mazmur ini juga mengajak kita untuk bersyukur kepada Allah karena Dia telah membuat kita layak mendapat bagian dalam Kerajaan-Nya.

Bacaan Kedua:

Dari Kitab Kolose 1:12-20, kita diajak untuk mengucap syukur kepada Bapa yang telah memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang terkasih. Di dalam Kristus, kita ditebus dan diberi pengampunan dosa. Yesus adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang lebih utama dari segala yang diciptakan.

Bait Pengantar Injil:

Dari Injil Markus 11:9.10, kita membaca refrensi tentang pujian kepada Yesus yang datang dalam nama Tuhan. Ini menunjukkan bahwa Yesus adalah Raja yang benar-benar disambut dengan sukacita.

Bacaan Injil:

Dari Injil Lukas 23:35-43, kita melihat bagaimana Yesus dihina dan dikutuk oleh orang-orang yang menganggap-Nya sebagai penipu. Namun, salah satu penjahat yang digantung bersama-Nya mengakui bahwa Yesus adalah Raja dan memohon agar Dia mengingatnya. Yesus menjawab dengan janji bahwa hari itu juga, penjahat itu akan bersama-Nya di Firdaus.

Renungan Harian

Apakah Injil hari ini cocok dengan gambaran tentang seorang Raja? Bagaimana mungkin seseorang yang bergantung di palang salib bisa disebut Raja? Menurut pandangan kita, seorang Raja adalah penguasa tertinggi yang bertahkta di atas singgasana. Tapi Yesus, yang mati di salib seperti seorang hamba, justru disebut Raja. Ini adalah gambaran yang paradoksal.

Yesus adalah Raja dan Pemimpin yang paradoksal. Ia adalah tuan tanpa hamba sahaya, Mesias tanpa kuasa, ahli terapi tanpa seragam jabatan, pejuang tanpa prajurit, revolusioner tanpa partai, terdakwa tanpa pembela, dan dihukum gantung tanpa tuntutan. Namun, inilah wujud sejati dari kebesaran seorang Raja.

Menurut Karl Jaspers, kebesaran seseorang bukanlah dari prestasi, kebajikan, atau kepintarannya, tetapi dari pengaruh yang ia pancarkan. Yesus adalah Raja yang besar karena kekuatan-Nya yang menjernihkan dan menyucikan. Melalui kematian-Nya di kayu salib, Yesus mendamaikan dunia dengan Allah. Ini adalah bukti cinta kasih yang tak terbatas.

Di kayu salib, ada pengampunan dosa. Seorang penjahat yang berada di samping-Nya mengatakan: “Yesus, ingatlah akan daku, apabila Engkau datang sebagai Raja”. Yesus menjawab dengan janji bahwa hari itu juga, penjahat itu akan bersama-Nya di Firdaus. Ini menunjukkan bahwa belaskasihan Tuhan tidak terbatas, bahkan pada detik-detik terakhir hidup kita.

Doa

Ya Tuhan Yesus Raja Semesta Alam, baharuilah bumi dan hidup kami dengan semangat kasih dan cintaMu yang tiada batas. Jadikanlah semesta alam tanda-tanda kehadiranMu yang menbus dan menyelamatkan umat manusia. Amin.

Sahabatku yang terkasih, Selamat Hari Minggu. Selamat Hari Raya Yesus Kristus Raja Alam Semesta. Salam doa dan berkatku untukmu dan keluarga di mana saja berada: Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus….Amin.


banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *