oleh

Kematian Misterius Siswa SMP di Samarinda dan Rakerda Pertama Gerindra Kaltim

banner 468x60

Ringkasan Berita Populer di Kalimantan Timur

Kali ini, kita akan membahas berita-berita populer yang muncul di Kalimantan Timur dalam 24 jam terakhir hingga hari ini. Beberapa peristiwa menarik dan penting telah menjadi sorotan utama.

1. Kematian Janggal Pelajar SMP di Samarinda

Kasus kematian janggal seorang pelajar SMP di Samarinda, ibukota Provinsi Kalimantan Timur, telah memicu kegaduhan. Korban, R (14 tahun), meninggal dunia pada 27 Oktober 2025 dini hari. Keluarga korban mencurigai adanya kekerasan sebelum kematian tersebut.

banner 336x280

Ekshumasi atau penggalian kembali makam korban dilakukan untuk autopsi jenazah. Proses ini dilakukan oleh polisi dan dokter forensik, dengan tujuan untuk menemukan bukti baru mengenai penyebab kematian. Pihak berwenang juga telah memeriksa 7 saksi, termasuk teman korban yang diduga melihat peristiwa dugaan kekerasan.

Polresta Samarinda menyatakan bahwa ekshumasi dilakukan atas dasar laporan keluarga. Hasil autopsi dan pemeriksaan laboratorium akan menjadi dasar kesimpulan penyelidikan. Dokter forensik dari RSUD Abdul Wahab Sjahranie, dr. Kristina Uli Gultom, menjelaskan bahwa proses pemeriksaan berjalan lancar dan hasilnya akan disampaikan oleh penyidik kepolisian.

Autopsi merupakan prosedur penting dalam dunia kedokteran dan hukum. Jika ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik, kasus akan ditingkatkan ke tahap penyidikan. Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, menyatakan bahwa proses penyidikan akan dilakukan pekan ini jika diperlukan.

Kasus ini mencuat setelah keluarga korban menemukan lebam pada jenazah serta informasi riwayat pemukulan oleh teman korban yang beredar melalui grup WhatsApp. Setelah berkumpul dan bermain dengan temannya, R mengeluh sakit kepala kepada ibunya sekitar pukul 21.00 WITA. Namun, kondisi korban semakin memburuk hingga akhirnya meninggal dunia sekitar pukul 01.00 dini hari, 27 Oktober 2025.

2. Penurunan Drastis Dana Transfer Daerah (TKD)

Penurunan dana transfer daerah (TKD) untuk Balikpapan menjadi perhatian utama. Pendapatan transfer mengalami penurunan menjadi Rp1,36 triliun dari nilai yang diproyeksikan mencapai Rp2,25 triliun pada APBD 2026. Hal ini menyusul kebijakan nasional adanya pemangkasan dana transfer daerah (TKD) untuk Balikpapan, yakni Rp1,05 triliun.

Wakil Walikota Balikpapan, Bagus Susetyo, menyatakan bahwa penurunan ini merupakan yang terbesar dalam lima tahun terakhir. Ia juga menegaskan bahwa penurunan ini lebih besar dibandingkan pendapatan yang terjadi pada masa pandemi covid-19.

Selain itu, dana transfer antar daerah Rp273,68 miliar, dengan asumsi terjadi penurunan sekitar Rp100 miliar dari alokasi sebelumnya Rp 373,68 miliar. Bagus menyebut saat ini belum terdapat informasi resmi mengenai alokasi dana bagi hasil (DBH) 2026. Nantinya angka tersebut akan menyesuaikan kembali setelah terbit surat gubernur Kaltim.

3. Rakerda Perdana Gerindra Kaltim

Rakerda perdana Gerindra Kaltim 2025 menjadi langkah awal konsolidasi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Provinsi Kalimantan Timur setelah mencatat kemenangan beruntun pada Pilpres, Pileg, dan Pilkada 2024–2025. Rapat kerja yang digelar di Hotel Puri Senyiur, Samarinda, Minggu (23/11/2025), menjadi panggung utama bagi partai berlambang kepala garuda itu untuk memperkuat arah gerak politik dan pengawalan program nasional di daerah.

Ketua DPD Gerindra Kaltim, Seno Aji, memimpin Rakerda perdana ini. Pidatonya kepada seluruh kader se–Kaltim agar ada tindak lanjut langsung arahan Presiden RI ke–8 Prabowo Subianto yang merupakan Ketua Umum Partai Gerindra.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *