oleh

Bupati dan Wakil Bupati Deli Serdang Berkomitmen pada Pendidikan Murah dan Berkualitas

banner 468x60

Program Pendidikan Murah dan Berkualitas di Kabupaten Deli Serdang

Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan, dalam pidatonya pada Pelantikan Pengurus PGRI Kabupaten Deli Serdang masa bakti XXIII tahun 2025-2030 di Aula PGRI, Jalan Karya Asih, Komplek Kantor Bupati Deli Serdang, Lubuk Pakam, Selasa (25/11/2025), menyampaikan rencana program pendidikan murah dan berkualitas (Pemula) yang akan diterapkan di kabupaten ini.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati menekankan bahwa Dinas Pendidikan bersama tim penganggaran harus mampu menterjemahkan program ini dengan baik. “Kita sudah mulai dengan melaksanakan beberapa pembangunan fenomenal, seperti rehabilitasi toiletnya. Jika kita tidak memulai perubahan dari sekarang, jangan pernah bermimpi anak-anak kita akan mampu bersaing menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

banner 336x280

Selama sembilan bulan kepemimpinannya, Bupati telah melakukan berbagai kebijakan untuk merapikan tata kelola pendidikan. Beberapa di antaranya adalah:

  • Penghapusan pola lama yang tidak efektif di lingkungan sekolah
  • Pemindahan urusan proyek fisik dari Dinas Pendidikan ke dinas teknis agar fokus pendidikan tidak terganggu
  • Pemberian insentif kepada guru mengaji dan sekolah minggu sebagai bagian dari penguatan karakter anak

Bupati juga menyampaikan bahwa ia lahir, tumbuh, dan dididik selama 12 tahun di sekolah-sekolah Kabupaten Deli Serdang. Ia menyatakan bahwa dirinya adalah produk dari guru-guru kabupaten ini. “Saya sangat yakin, guru-guru kita memiliki kemampuan besar untuk melahirkan generasi unggul,” jelasnya.

Ia menitipkan masa depan anak-anak Deli Serdang agar guru menganggap setiap siswa sebagai amanah, bukan sekadar daftar hadir. Setiap anak berhak mendapat perhatian, bukan hanya pengajaran formal. Dulu, guru-guru tidak segan mengajari murid-murid yang tertinggal setelah jam pulang. Mereka meluangkan waktu, dan dari keikhlasan itu lahir keberhasilan para siswanya. Budaya seperti itulah yang seharusnya dihidupkan kembali.

Di kesempatan itu, Bupati menekankan bahwa beban kerja guru adalah 37,5 jam per minggu, dan itu merupakan ketentuan nasional yang wajib dipenuhi. Sedangkan, guru yang ingin menerima sertifikasi wajib memenuhi minimal 27 Jam Pelajaran (JP) setiap minggu. “Jadi, tidak ada lagi alasan tidak ada waktu, tidak ada ruang. Jika ada murid yang belum paham, justru di situlah 37,5 jam itu digunakan. Bukan hanya untuk tatap muka, tetapi untuk pendampingan, diskusi kecil, atau belajar tambahan,” ujarnya.

Bupati juga menegaskan bahwa PGRI diminta untuk membuat indikator kompetensi dan rekam jejak profesional yang dapat menjadi acuan. Ia meminta untuk meninggalkan budaya lama yang tidak mendidik, seperti menjadikan sekolah tempat menjual buku atau produk tertentu. “Kepala sekolah harus menjadi pengawas pembelajaran, bukan pedagang,” pungkasnya.

Peran Pengawas dan Penilik

Pengawas dan penilik juga harus bekerja dengan target kinerja yang jelas. Mereka harus hadir di sekolah-sekolah, mengamati proses belajar, bukan hanya mengurus laporan administratif. Kepada Dewan Pendidikan, fungsinya bukanlah penghias struktur, tetapi harus memberi masukan yang relevan kepada Bupati, Dinas Pendidikan, dan seluruh pemangku kepentingan. Jika tidak aktif, tidak rapat minimal empat kali setahun, lebih baik mundur. Karena jabatan (Dewan Pendidikan) bukan tempat mencari status, tetapi tempat memberi kontribusi.

“Menjadi guru bukan hanya pekerjaan ini adalah ibadah, pengabdian, ladang amal. Tugas mendidik adalah tugas mulia yang menuntut keikhlasan. Saya berharap senyum anak-anak kita menjadi penyemangat dalam menjalani perjuangan ini,” cetus Bupati.

Penghargaan dan Kejutan di Acara Pelantikan

Pada kesempatan itu, Bupati menyerahkan penghargaan Anugerah Apresiasi Guru Tenaga Pendidik (GTK) dan Pemenang Lomba Inovasi Tahun 2025 Dinas Pendidikan, menyerahkan Surat Keterangan (SK) Kenaikan Pangkat bagi guru-guru ASN dan penyerahan secara simbolis Bantuan Kesejahteraan Guru Honor dan Operator Sekolah di Sekolah Negeri Tahun 2025.

Di tempat yang sama, Bupati juga mendapat kejutan dari pengurus PGRI dengan menghadirkan para guru pada saat Bupati mengenyam pendidikan di sekolah dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) Sekolah Menengah Atas (SMA). Guru-Guru tersebut adalah Suryani SPd MPd, Guru Methodist Tanjung Morawa; Drs MT Simanjuntak, Guru SMP Methodist Lubuk Pakam. Kemudian, Drs Hulman Sibarani MSi, Bungaria Simbolon dan Drs Polman Banjarnahor, Guru SMA Negeri 1 Lubuk Pakam.

Untuk diketahui, pengurus PGRI Kabupaten Deli Serdang Masa Bakti XXIII Tahun 2025-2030 yang dilantik oleh Wakil Ketua PGRI Sumatera Utara, Samsul Napitupulu SE MSi, antara lain Ketua, Muriadi SH MPd; Sekretaris, Sri Hartati Br Sitompul SPd SKom MSi; Bendahara, Rosmaida Samosir MPd, dan lainnya.

Hadir pula di acara itu, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Deli Serdang, Ny Jelita Asri Ludin Tambunan; Ketua I Bidang Pembinaan Karakter Keluarga TP PKK Deli Serdang, Ny Asniar Lom Lom Suwondo; Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan, Samsuar Sinaga SPd MSi, kepala organisasi pimpinan daerah (OPD) terkait dan lainnya.


banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *