Rekor IHSG Tercatat di Level 8.600
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah (all time high/ATH) pada perdagangan kemarin, Rabu (26/11/2025). Indeks ini berhasil menembus level 8.600, yang menjadi angka yang sangat penting dalam sejarah pasar modal Indonesia. Pencapaian ini menjadi bukti bahwa investor semakin percaya terhadap arah kebijakan ekonomi pemerintah.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pencapaian ini adalah validasi dari kepercayaan investor terhadap kebijakan pemerintah. Menurutnya, kenaikan indeks komposit tidak lepas dari sentimen positif pelaku pasar yang melihat realisasi program pembangunan berjalan sesuai rencana. Hal ini menunjukkan bahwa program yang sebelumnya hanya berupa konsep di atas kertas kini mulai terealisasi.
“Ketika investor merasa ekonominya membaik dan program pembangunan ke depan lebih jelas, mereka akan berekspektasi pertumbuhan ekonomi bisa lebih cepat,” ujarnya saat berada di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (26/11/2025).
Purbaya menjelaskan bahwa pasar modal memiliki sifat forward-looking, atau berorientasi ke masa depan. Oleh karena itu, kenaikan harga saham saat ini merupakan interpolasi dari ekspektasi kinerja ekonomi di masa mendatang. Meskipun akselerasi ekonomi riil saat ini mungkin belum secepat pergerakan pasar saham, namun optimisme terhadap masa depan tetap menjadi faktor utama.
Dengan nada berkelakar, Purbaya menyebut sentimen ini juga mencerminkan kepercayaan terhadap pengelolaan fiskal yang telah dikelolanya dalam hampir tiga bulan terakhir. Ia mengatakan bahwa investor pasar modal cenderung melihat ke depan dan jika mereka merasa bahwa kebijakan yang diambil sudah tepat, maka hal ini akan berdampak positif terhadap pasar.
“Investor pasar modal kan forward-looking, orientasinya ke depan. [Mungkin mereka pikir] ‘Oh Purbaya jago nih’. Ternyata program ini sejalan,” tuturnya.
Pergerakan Saham Spekulatif dan Optimisme Ekonomi
Lebih lanjut, Purbaya tidak menampik adanya pergerakan saham-saham spekulatif atau ‘saham gorengan’ di lantai bursa. Namun, ia meyakini bahwa level psikologis 8.600 tidak akan tertembus jika hanya didorong oleh spekulasi semata tanpa didasari fondasi optimisme ekonomi makro yang kuat.
“Kalau tidak ada optimisme di perekonomian, itu tidak akan naik ke 8.600. Sekarang 8.600? Wah mantap, to the moon,” tutupnya.
Data Pasar Modal Indonesia
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG mencatatkan penguatan sebesar 0,94% ke level 8.602,13, yang merupakan level ATH. IHSG dibuka di level 8.533,89 pada perdagangan hari ini. Selama perdagangan, IHSG berada di level terendah 8.503,15 dan mencatatkan level tertinggi sepanjang perdagangan hari ini di level 8.602,13.
Indeks komposit ditutup dengan nilai transaksi yang diperdagangkan mencapai Rp26,65 triliun, volume transaksi 53,37 miliar lembar, dan frekuensi transaksi 2,68 juta kali. Adapun, market cap pasar modal Indonesia mencapai Rp15.711 triliun.
Pada penutupan perdagangan, sebanyak 307 saham menguat, 387 saham melemah, dan 262 saham tak beranjak atau stagnan. Pencapaian ini menunjukkan bahwa pasar modal sedang dalam kondisi yang stabil dan optimis.

















Komentar