SOLO,
Baterai pada mobil listrik menjadi salah satu komponen yang menjadi perhatian utama bagi konsumen. Hal ini disebabkan oleh harganya yang sangat tinggi, sehingga biaya penggantiannya bisa mencapai sekitar setengah dari harga mobil itu sendiri. Selain itu, kebanyakan pabrikan memberikan garansi baterai pada mobil listrik dengan jangka waktu tertentu atau berdasarkan kepemilikan.
Wahyu Tri, Service Advisor Chery Solo mengatakan bahwa garansi baterai pada mobil listrik cukup lama, bahkan ada yang mencapai seumur hidup.
“Beberapa model memiliki garansi selama 8 tahun dan juga garansi seumur hidup untuk pembeli pertama. Ini menunjukkan bahwa usia pakai baterai bisa sangat panjang, tidak seperti yang dikhawatirkan oleh kebanyakan orang,” ucap Wahyu kepada media, Kamis (27/11/2025).
Rasyid, Sales Consultant Chery Solo menjelaskan bahwa usia pakai baterai pada mobil listrik sangat lama, dan konsumen tidak perlu khawatir baterai akan mudah rusak.
“Sebagai contoh, usia baterai dapat diukur menggunakan alat khusus di bengkel. Saat melakukan servis, kesehatan baterai akan diperiksa dan penurunan kapasitasnya akan tercatat. Hasilnya, data lapangan menunjukkan kondisi baterai yang baik,” ucap Rasyid kepada media, Kamis (27/11/2025).
Rasyid memberikan contoh, salah satu pelanggan Chery J6 memeriksa penurunan kesehatan baterai setelah setahun pemakaian. Hasilnya hanya 2 persen.
“Ini adalah penggunaan rutin keluar kota dan sering menggunakan fast charging selama setahun, tetapi penurunan hanya 2 persen per tahun. Jika menggunakan wall charger di rumah, pasti lebih awet,” ucap Rasyid.
Jayan Sentanuhady, Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM) menjelaskan bahwa kebiasaan pengendara mobil listrik dapat memengaruhi keawetan baterai, terutama dalam hal pengecasan.
“Agar baterai tetap awet, konsumen sebaiknya selalu berusaha mengecas dengan ampere kecil, kecuali dalam situasi darurat, misalnya saat di tol atau sedang bepergian ke luar kota,” ucap Jayan kepada media, Rabu (26/11/2025).
Alasannya, karena baterai akan cepat panas jika dicolokkan dengan ampere besar atau kecepatan tinggi. Sifat baterai tidak menyukai panas, sehingga bisa lebih cepat rusak.
“Selain itu, baterai juga memiliki batasan ampere maksimal untuk pengecasan. Konsumen harus memastikan tidak melebihi batas yang ditetapkan oleh pabrikan,” ucap Jayan.
Meski tidak ada usia ideal baterai pada mobil listrik berdasarkan durasi waktu, usia baterai justru dapat dinilai dari siklus pengisiannya.
“Secara umum, tidak ada prediksi usia ideal baterai dalam tahun, tetapi berdasarkan siklus pengisian. Biasanya sekitar 5.000 kali pengisian. Cara menghitungnya adalah setiap kali mengecas hingga penuh, maka dianggap sebagai satu siklus,” ucap Jayan.
Oleh karena itu, agar baterai tetap awet, mobil listrik sebaiknya tidak terlalu sering dicolokkan. Caranya adalah dengan mengecas baterai ketika kondisinya sudah mencapai 10 atau 20 persen, kecuali dalam keadaan darurat, agar tidak terlalu sering dilakukan pengisian ulang.














Komentar