JAKARTA — Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani menyoroti peran penting pengusaha dalam menciptakan lapangan kerja, terutama di tengah meningkatnya jumlah populasi di Indonesia. Pernyataan ini disampaikan oleh Rosan saat menghadiri Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, pada Selasa (2/12/2025).
Rosan menekankan bahwa tugas utama pemerintah dan pengusaha adalah menciptakan kesempatan kerja. Ia menyebutkan bahwa setiap tahunnya, jumlah kelahiran di Indonesia mencapai sekitar 2 juta orang. Dalam tiga tahun, angka tersebut setara dengan populasi Singapura yang mencapai sekitar 6 juta jiwa.
“PR kita paling utama yaitu menciptakan lapangan pekerjaan. Setiap tahunnya kita producing babies kurang lebih 2 juta orang. Jadi, setiap tiga tahun kita producing satu Singapura,” ujarnya kepada para peserta Rapimnas Kadin di Jakarta.
Menurut Rosan, penanaman modal baik dari dalam negeri maupun luar negeri sangat penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Investasi atau penanaman modal tetap bruto (PMTB) berkontribusi hingga sekitar 29% terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia.
Dari segi realisasi, investasi pada 2025 telah terkumpul senilai Rp1.434,3 triliun atau 75,3% dari target tahun ini yaitu Rp1.905,6 triliun. Rosan menyatakan optimistis target tersebut bisa tercapai.
Dari realisasi investasi sampai kuartal III/2025, porsi PMDN mencapai Rp789,7 triliun (55,1%) dan PMA sebesar Rp644,6 triliun (44,9%). Sementara itu, jumlah tenaga kerja yang sudah terserap sekitar 1,95 juta orang.
“Kelihatannya akhir tahun ini target Rp1.900 triliun lebih insyaallah kami bisa capai dan ini menimbulkan penciptaan lapangan kerja kurang lebih 2 juta orang lebih ke depannya,” kata Rosan, yang juga mantan Ketua Umum Kadin.
Ke depan, target investasi yang diberikan Kementerian PPN/Bappenas kepada kementeriannya semakin besar. Nilainya mencapai Rp13.032,8 triliun selama 2025–2029, atau selama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Hal ini sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi 8% sampai dengan 2029.
Secara rinci, target investasi dari 2024 ke 2029 demi menuju pertumbuhan ekonomi 8% adalah sebagai berikut:
- 2024 : Rp1.650 triliun (pertumbuhan ekonomi 5,05%)
- 2025 : Rp1.905,6 triliun (pertumbuhan ekonomi 5,3%)
- 2026 : Rp2.175,2 triliun (pertumbuhan ekonomi 6,3%)
- 2027 : Rp2.567,4 triliun (pertumbuhan ekonomi 7,5%)
- 2028 : Rp2.969,6 triliun (pertumbuhan ekonomi 7,7%)
- 2029 : Rp3.414,8 triliun (pertumbuhan ekonomi 8%)
Selain Rosan, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto juga menyampaikan keprihatinan serupa di forum yang sama, Senin (1/12/2025). Ia meminta pengusaha untuk mendukung penciptaan lapangan kerja, terutama di tengah tingginya jumlah lulusan sarjana yang tidak terserap.
Airlangga menyoroti bahwa setiap tahun terdapat sekitar 1,5 juta lulusan sarjana. Namun, banyak dari mereka ditolak karena syarat pengalaman kerja yang terlalu ketat.
“Kita punya lulusan 1,5 juta sarjana setiap tahun dan kalau bapak-bapak buka lowongan ditulis di bawahnya berpengalaman 1 tahun, 2 tahun, sehingga yang mau masuk ke lapangan kerja itu di-reject duluan,” ujarnya di Park Hyatt, Jakarta.
Untuk mengatasi hal ini, pemerintah menyiapkan program magang bagi lulusan baru (fresh graduates) yang akan diserap oleh perusahaan hingga kementerian/lembaga. Periode magang selama enam bulan dan pesertanya diberikan gaji sesuai upah regional.
Setelah kuota yang disiapkan 100.000 untuk 2025, pemerintah akan membuka kembali 100.000 untuk program magang pada 2026. “Mohon Kadin menerima anak-anak terbaik dan ini adalah Generasi Z, beri mereka kesempatan untuk bekerja,” ucapnya.














Komentar