BLITAR,
– Sebuah patung Presiden Pertama Republik Indonesia (RI), Soekarno atau yang dikenal dengan Bung Karno, setinggi sekitar 9 meter yang berada di halaman depan rumah masa kecil Bung Karno yang dikenal sebagai Istana Gebang di Jalan Sultan Agung Kota Blitar, Jawa Timur, akan diganti.
Penggantian patung yang terbuat dari bahan perunggu karya seniman ternama Indonesia, Dukut Hendronoto, merupakan bagian dari proyek rehabilitasi yang didanai oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Provinsi Jawa Timur dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).
Wakil Ketua DPD PDI-P Provinsi Jawa Timur, Erma Susanti, menjelaskan bahwa patung Bung Karno di Istana Gebang akan diganti dengan patung lain yang memiliki pose yang berbeda.
“Betul. Akan diganti dengan patung Bung Karno dengan pose membaca buku. Sama seperti patung yang ada di area Perpustakaan Bung Karno,” ujar Erma saat dikonfirmasi.
Patung yang dimaksud oleh Erma adalah patung berbahan perunggu karya Gregorius Sidharta tahun 2004 dengan bobot 8 kuintal yang berada di dalam kompleks Perpustakaan Bung Karno di Kelurahan Bendogerit, Kota Blitar.
Menurut Erma, penggantian konsep patung tersebut dilakukan untuk lebih menekankan pada sosok Bung Karno sebagai figur intelektual dengan pemikiran besar bagi bangsa Indonesia dan masyarakat dunia.
Sementara itu, patung karya Dukut Hendronoto yang telah berada di Istana Gebang sejak awal dekade 2010-an lebih menampilkan Bung Karno berdiri tegap dengan memegang tongkat komando.
Erma mengatakan bahwa pemikiran Bung Karno yang dikenal dengan ajaran “Tri Sakti”, konsep kemandirian dan kedaulatan bangsa yang terdiri dari “berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkrepribadian dalam kebudayaan” menjadi dasar dari perubahan ini.
Selain itu, Erma menambahkan bahwa patung dengan pose membaca buku yang menonjolkan sosok Bung Karno sebagai guru bangsa dinilai lebih tepat untuk ditempatkan di Istana Gebang. Sebab, Istana Gebang sudah menjadi salah satu destinasi wisata penting Kota Blitar.
Tidak hanya patung Bung Karno, sejumlah perbaikan juga akan dilakukan terhadap Istana Gebang. Di antaranya adalah perbaikan sejumlah bagian atap yang mulai lapuk, penataan ulang interior bangunan, pembuatan pagar, serta perbaikan lantai halaman depan.
Meski didanai oleh partai, Erma menyampaikan bahwa rehabilitasi Istana Gebang dilakukan bekerja sama dengan Pemerintah Kota Blitar sebagai pemilik bangunan yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya.
Sebagaimana diketahui, proses rehabilitasi rumah yang awalnya dimiliki keluarga kakak Bung Karno, Soekarmini alias Ibu Wardoyo, lalu menjadi rumah keluarga besar Bung Karno itu dimulai dengan peletakan batu pertama pada Minggu, 30 November 2025.
Kata Pemkot Blitar
Sementara itu, Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin atau yang biasa disapa Mas Ibin, mengatakan bahwa patung Bung Karno lama yang akan dipindahkan dari Istana Gebang akan ditempatkan di lokasi lain di Kota Blitar.
Namun, hingga kini Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar belum menetapkan lokasi pasti patung setinggi 9 meter itu akan ditempatkan.
“Patung dari Istana Gebang akan kita tempatkan di lokasi lain yang kita anggap tepat,” kata Syauqul.
Jika patung baru telah dibuat dan dipasang di halaman Istana Gebang, maka patung tersebut kelak akan menjadi patung Bung Karno yang ke-9 yang ada di ruang publik Kota Blitar.
Setelah Presiden ke-2 RI Soeharto mundur dari jabatannya pada Mei 1998, Kota Blitar membuka akses luas masyarakat untuk berziarah ke Makam Bung Karno yang ada di Kelurahan Bendogerit, Kota Blitar.
Sebelumnya, selama 32 tahun Soeharto berkuasa, akses ke Makam Bung Karno dibatasi sangat ketat.
Makam Bung Karno pun menjelma menjadi magnet utama Kota Blitar bagi warga dari berbagai daerah di Indonesia dengan tingkat kunjungan ratusan hingga ribuan setiap harinya.
Pemerintah Kota Blitar pun menasbihkan diri sebagai Bumi Bung Karno dengan patung-patung Bung Karno menjadi bagian penting landmark Kota Blitar.

















Komentar